Dapurku ada '1002', kenapa demikian? Karena setiap hari aku makan di jalanan, tiap saat berganti menu, ganti dapur, ganti koki. Ungkapan kata '1001' adalah ungkapan kata ganti 'banyak', nah disebut '1002' karena penjumlahan 1001 dan ditambah satu dapur baru, karena aku mendapatkan satu warung tenda lagi tempat aku singgah.
Hari ini tiba-tiba saja aku ingin makan malamku bertemakan sop, sayang sekali dapur rumahku jarang sekali mengepul asap, makanya satu-satunya jalan aku mencari warung makan yang menyediakannya.
Warung makan, warung tenda ataupun restoran di kawasan Kelapa Gading, Pulomas, Rawamangun ataupun Cipinang sudah saya hapal menu-menu yang disajikan, tapi namanya selera terkadang cepat mengalami kebosanan, demikianlah otakku, selalu ingin menikmati yang baru dan yang baru lagi.
Rumahku di Pondok Bambu, untuk mencapai Kelapa Gading, kota 1001 makanan tidaklah jauh, untuk mencapai ke sana ada tiga jalur utama, lewat Cipinang, lewat jalan Sukamto, maupun lewat Bypass. Pada dua jalur yang terakhir saya sebutkan sangat sedikit dibuka warung makanan, sehingga alternatif terbaik adalah lewat Cipinang.
Saya tidak yakin akan bisa mendapatkan Sop Ayam, makanya niatku saya turunkan jadi Sop Kambing atau Sop sapi, tetapi tetap fokus pada Sop. Kendaraan saya jalankan, ditengah lajunya kendaraan di tepian jalan Cipinang, ada warung tenda bertuliskan "Sop Saudare" menyediakan aneka sop. Segera kuhentikan kendaraan, dan mundur kembali sambil mencari tempat parkir.
Rupanya warung tenda ini adalah warung yang baru dibuka, penjualnya suami isteri yang asli Betawi. Warung ini menggunakan nama "Sop Saudare", tidak jauh dari sana, ada juga warung "Tiga Saudara" yang menyiapkan makanan sate kambing, ada juga warung "Sop Saudara" yang menjual sop model makanan khas suku Bugis. Bisa saja pemilik warung tersebut membuat nama, mengikuti warung-warung yang sudah populer dan sudah lama berdiri di sana.
Sambil mengunyah makanan sop kambing, aku berfikir, kenapa kakiku sampai melangkah ke warung yang baru didirikan ini? Jarak yang sedemikian jauh dari rumahku tidak menjadi masalah, walaupun hanya sekedar memuaskan selera nafsu makanku yang timbul hanya sesaat. Mengeluarkan beberapa lembaran rupiah, secara ikhlas diberikan kepada penjual. Siapakah yang berkehendak menjalankan keinginan yang menuntunku ke warung baru ini? Tentunya Dialah Dzat Yang Maha Berkehendak dan Maha Pengasih dan Penyayang. Lalu, siapakah yang membawa langkahku untuk berbagi rezeki bersama? Ada aksi ada reaksi, ada yang memancing rezeki dan ada yang terpancing membagikan rezekinya untuk sesama. Uang memang lucu, dicari suka susah, didiamkan dia datang. Sama lucunya dengan rezeki, dia mau mendekati kepada siapa-siapa yang sudah mempersiapkannya, kepada siapa yang "mau memancing" dan siap menerima uang.
Belajar dari pemilik warung tenda yang baru ini, saya simpulkan, bahwa tidak ada dasarnya bahwa di dalam zaman krisis ini, tidak ada lagi jalan untuk membuka pintu rezeki, justru sebaliknya pintu rezeki masih terbuka lebar.
Beberapa tamu lain, satu per satu datang untuk makan malam, pengamen yang biasanya datang kali ini masih tidak muncul, uang kecil yang aku persiapkan untuk mereka ternyata digantikan dengan munculnya peminta sumbangan untuk anak yatim. Masing-masing rezeki ternyata sudah ada pos pemiliknya. Rezeki itu tidak pernah tertukar.
Dalam kazanah spiritual, ada beberapa rahasia pembuka rezeki yang memiliki berkah yang ditukil dari beberapa riwayat, diantaranya adalah : Memohon ampun dan bertobat kepada Tuhan Yang Maha Esa baik dengan perkataan maupun perbuatan, mentaati perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya, bersandar kepada kekuasan Dzat Yang Maha Kuasa, khusyu dalam beribadah, menambah kawan atau bersilaturahmi, dan pergi haji atau umroh bagi yang mampu, membantu sesama manusia atau berbuat baik kepada orang-orang yang lemah.
Saatnya aku untuk membayar makanan dan pulang ke rumah.
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
