Kecelakaan Membawa Hikmah Baru saja, seperempat jam yang lalu terjadi kecelakaan, kecelakaan yang melibatkan aku secara tidak langsung dengan pengendara motor. Secara subyektif dari pandangan kacamataku yang minus lima ini, penyebabnya adalah akibat kecepatan tinggi sepeda motor dan tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Di Jalan Raya Pegangsaan Dua, aku akan membelokkan kendaraanku ke kanan, seorang Satpam memberi jalan untuk kendaraanku lewat, sekonyong-konyong dari arah berlawanan ada motor yang dikendarai anak muda berlalu dengan cepatnya. Rambu-rambu tidak dihiraukannya, karena dia memang penduduk lokal yang sudah hapal rambu-rambu, untuk menghindari kecelakaan bertubrukan antar bumper dia mengerem, sayangnya pengereman gerak lurus berubah beraturan ini tak berjalan mulus, motor berhasil menghindari mobilku yang patuh terdiam, namun terjatuh di dekat selokan. Petugas Satpam, segera membantu mengangkat pengendara dan sekaligus motornya. Setelah memarkir kendaraanku aku segera menemui pengendara yang marah-marah karena kecelakaan tunggal tersebut.
Aku memeriksa badannya siapa tahu ada luka lecet, ternyata yang kutemui tato saja di sana-sini, bisa saja terjadi luka dalam. Setelah diberikan air minum, pengendara motor mulai tenang, kemudian kita bersama mengecek kendaraan motornya, yang nampak masih fit, hanya sedikit tergores pada pelek depan. Penyelesaian masalah 'win-win solution' biar sama-sama nyaman, kami berikan sumbangan sesuai dengan kesepakatan bersama. Terjadinya kecelakaan adalah karena sebab-akibat, apabila dua pihak pengendara masing-masing sadar akan rambu-rambu lalu lintas, dan menghargai pengatur lalu-lintas, tentunya tidak akan terjadi. Demikianlah, apabila salah satu diantaranya tidak mengikuti peraturan lalu-lintas maka terjadilah kecelakaan, demikian menurut logika. Bagaimana Kecelakaan Dipandang dari Sisi Spiritualitas ? Dalam wahana spiritual, semua takdir (qada' dan qadar) itu sudah diatur oleh Dzat Yang Maha Kuasa, yang kekuasaannya melebihi jagat raya. Tuhan itu Maha Adil lagi Maha Pengampun. Peristiwa yang kami alami merupakan ujian daripada -Nya. Sesungguhnya ujianNya terhadap hamba-hambaNya dengan musibah dan kecelakaan adalah karenaTuhan itu Maha Adil, Tuhan ingin menghapuskan dosa perilaku hambaNya, disamping menggantikannya dengan pahala yang hanya diketahui olehNya semata-mata. Dan setiap dosa itu ada balasan dan hukumannya. Jika seseorang hamba dihukum di dunia ia adalah lebih baik dan mudah baginya daripada dihukum dan dibalas di akhirat kelak. Karena hukuman dunia adalah sementara,manakala hukuman akhirat hukuman yang kekal abadi. Lalu bagaimana sikap kita bila mana kecelakaan mengenai diri kita? Pertama, kita mesti bersabar, ke dua, mengakui musibah yang anda alami adalah ujian dari Nya. Tuhan akan menambahkan pahala anda dan mengampunkan dosa-dosa kita, ke tiga, tetap beriman dengan Qada' dan Qadar, ke empat, berdoa kehadirat Ilahi Robi agar diberi ganjaran keatasku di atas musibah (kecelakaan) yang menimpaku dan gantikanlah musibah (kecelakaan) ini dengan perkara yang lebih baik daripadanya. Salam, http://ferrydjajaprana.multiply.com ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
