Di dekat rumahku, ada pabrik roti rumahan namanya "Queen Bakery", tiap sepulang dari tempat tugas, aku melihat antrian becak-gerobak roti untuk diisi oleh paberik untuk diedarkan pada keesokan harinya.
Konon, menurut kawan yang berprofesi sebagai bengkel di dekat rumah dia pernah menghitung jumlah merek roti yang beredar di komplekku ada 17 merek, bahkan aku pernah melihat ada yang menjajakan merek "Home Made" dengan motor, padahal pabrik roti tersebut adanya di Kelapa Gading, jaraknya dari perumahanku di daerah Pamulang saya tahu persis jaraknya 50 Km.
Para penjaja roti itu memiliki pekikan khas, yang berbeda antara satu dengan lainnya, kalau jualan rotinya tidak populer (branded), biasanya memekik produk yang dijualnya, ada yang teriak "Rotiii", ada yang teriak "Boottii...", yang mereknya populer meneriakkan mereknya, diantaranya "Tan Ek Tjoaaaan...", dan "Home Made Bakery". Masing-masing mereka percaya diri untuk menjajakan jualannya, sepercaya burung gereja yang bernyanyi riang, menyambut mentari pagi dan akan memperoleh rezeki yang diberikan Tuhannya.
Saya sangat terbantu dengan teriakan tukang roti, walaupun di rumah saya jarang beli roti. Lengkingan suara mereka mampu membangunkan aku di waktu pagi hari, untuk bergegas mandi dan mengahadap Sang Pencipta.
Begitulah, balada tukang roti, tetap melantunkan lengkingan "Roti", baik dagangannya terjual ataupun tidak. Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang kepada seluruh umatNya, dengan KEKUATAN NIAT yang ikhlas untuk mencari rezeki maka DUNIA MELEMAH, memberi jalan agar Penjaja Roti tetap hidup dan menghidupi keluarganya.
-o0o-
Dalam dunia spiritual, lengkingan tukang roti yang berulang-ulang, mampu menggugah orang tidur untuk bangun, untuk menyongsong kehidupan pagi, untuk mengisi energi pagi, dan membeli roti untuk dijadikan asupan makanan. Siapa yang menerbitkan selera orang yang terbangun, dan memberikan keinginan membeli roti? Ada Dzat Hakiki yang mempertemukan rezeki antara yang menjual dan yang membeli, kasih sayang Dzat itu adalah untuk seluruh mahlukNya, terlepas dari perbedaan agama yang dianut.
Masih mengacu pada teriakan tukang roti, yang mengucap "Roti" berulang-ulang dan diberikan rezeki oleh Tuhannya. Ada ritual pengulangan ucapan doa-doa dalam tiap agama. Umpamanya Mantra dalam Agama Hindu. Di dalam agama Islam, ada yang disebut dengan Dzikir. Inti ucapan Dzikir adalah pengulagan nama ataupun sifat Allah.
Dengan Dzikir dapat menghilangkan kesusahan, kesedihan, dan kegundahan hati, mendatangkan kesenangan dan kegembiraan, serta menguatkan dan menghidupkan hati. Melalui Dzikir ada perasaan merasa terus diawasi oleh Sang Pencipta, dan sebaliknya juga membuat Sang Pencipta selalu ingat dan menyebut nama hambaNya. Dzikir adalah "roti" (baca: makanannya) hati dan ruh. Sebagaimana badan akan lemah tanpa makanan, demikian juga hati dan ruh akan membatu dan hancur tanpa dzikir. Dzikir juga menghilangkan perasaan sunyi antara hamba dengan Tuhannya. Melalui dzikirullah, menolong kita untuk taat terhadapNya. Menjadikan seorang hamba cinta, dan mudah menikmati ketaatan. Dan menjadikan ketaatannya itu sebagai penyejuk mata, kenikmatan dan kebahagiaanya dimana ia tidak merasakan kecapaian, kesulitan dan keberatan dalam melaksanakan ketaatan seperti yang dirasakan oleh orang yang lalai dari dzikrullah, dan ternyata pengalaman menunjukkan hal itu.
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
