Senang sekali membaca tulisan-tulisan
P.Agus
“yang tumbuh dari hati menuju hati”
Dari cerita P.Agus, bahagia itu sederhana
saja
Letaknya di hati
Pasrah pada Tuhan, bersyukur dsb
Semua orang mencari bahagia
Dengan caranya masing-masing
Yang patut direnungkan
Benarkah sudah kita temukan bahagia
Dengan cara kita selama ini
Kebahagiaan
Bagi saya sebagai pengajar, trainer dan juga
sebagai guru ngaji
memiliki kebahagiaan tersendiri. Beberapa
tahun yang lalu saya pernah
mengadakan AMT (Achivement Motivation Training)
bagi para tukang
becak. Kebetulan ada salahsatu peserta training
setelah sekian tahun
yang lalu tidak ketemu kemaren bertandang kerumah.
Dengan wajah yang gembira dia menceritakan dirinya
(dengan penuh
semangat) sejak ikut pelatihan AMT dia berhenti
jadi tukang becak dan
pulang kampung. Dia memulai usahanya dengan
membuat becak-becak mini.
diakhir tahun 2003 dia sudah bisa ekspor becaknya
sampai ke Belanda.
Hal itu membuat saya bertanya padanya,
"Bapak, bagaimana bisa
melakukan semua itu?"
"Gampang pak agus, kerja keras dan banyak
bersyukur, maka Allah SWT
akan terus menambah nikmatNya kepada
kita.."Katanya dengan spontan,
Kami pun tertawa bersama. Tak terasa ada rasa haru
dan kebahagiaan
melihatnya.
Wassalam,
agussyafii
http://agussyafii.blogspot.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
YAHOO! GROUPS LINKS