Berkorban Karena Cinta
 
Nama lengkapnya Tatang, nama panggilannya juga Tatang. Pemuda kelahiran Tasik malaya, berbintang Cancer ini duduk disebelahku, karena menerima bantuan bergulir dari PT. Astra Otoparts tahun 2006, bantuan itu berupa kredit tanpa bunga yang diberikan untuk warga sekitar perusahaan. Ada sekitar 21 orang yang mendapatkan dana bergulir seperti dirinya yang ada dalam ruang pertemuan aula perusahaan.
 
Setelah usai mendengar sambutan dari Direktur Astra Otopart - Budi S. Pranoto dan Camat Kelapa Gading Drs. H.A. Wahyuddin,  kami asik berbincang-bincang dengannya.
 
"Untuk apa uang pinjaman yang diberikan itu Kang?" tanyaku
"Untuk membeli peralatan kerja, diantaranya membeli mesin serut dan beberapa piranti lainnya untuk bengkel kerjaku...", ucap Kang Tatang mantap.
 
Kang Tatang kini bekerja sebagai tukang renovasi kursi, sofa, tapi ketika ditanya spesialisnya, dia menjawab bahwa lebih khusus pada perbaikan kursi-kursi kantor.  Pria kelahiran 3 Juli 1965 ini memimpikan bisnisnya akan terus membubung tinggi.
"Ini yang anda duduki, adalah salah satu dari hasil karya saya.." ucapnya seraya menunjukkan kursi yang kududuki.
 
Dimulai dari bekerja di PT. Asti Grama, dia mampu bertahan sepanjang sembilan tahun kerja, sampai dengan tahun 1995, keinginannya untuk berusaha sendiri membuatnya dia tak betah lagi bekerja di PT. Asti Grama, pria dengan satu putra berusia 4 tahun, bernama Jaufanta ini mulai berwiraswasta. Pertama bekerja sungguh sulit dilalui, dengan mottonya berusaha janganlah berputus asa, membuatnya paham akan rintangan-rintangan. Kesulitan-kesulitan order yang diberikan kepadanya dari beberapa perusahaan di dekat rumahnya, diantaranya Astra Otoparts bukan menyurutkan langkahnya karena terbelit oleh kesulitan, justru setiap tantangan yang mendera adalah ilmu, yang patut kita tuntut.
 
Bias cinta yang diterimanya dari isteri tercinta, Clara Yuliana (37 tahun) tak urung ikut berpendar, menebar ke ruang kerjanya yang merangkap rumah, katanya, "Pekerjaan itu harus dicintai dengan sepenuh hati, bak istri tercinta, dengan adanya rasa cinta itu membuat kita  mau berkorban untuk usaha kita", katanya berfilsafat.
 
Jam kerja di tempat tugasnya, mengikuti waktu ikhtiyar burung gereja, dimulai sejak matahari terbit sampai matahari terbenam. Geliat kesuksesanpun mulai nampak, walau krisis mendera ekonomi negara kita, kini order tak sanggup lagi dia kerjakan sendiri, kang Tatang mulai dibantu beberapa tukang yang didatangkan dari kota leunca, Tasik Malaya.
 
Sebelum menutup obralan singkat, Kang Tatang mengakhiri  perbincangan dengan pesan "Bekerjalah semampu kita, sisanya Biar Yang Maha Kuasa yang mengerjakan...!".
 
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
Philosophy of Philosophy amazing grace Philosophy hope in a jar


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke