Untuk Semua Sahabat yang Tengah Mengunnyah Makna
Kebersamaan.
Hari yang panas untuk membicarakan keadilan. Sejak
manusia menapakkan kakinya di ujung debu asal
muasalnya, ajaran tentang pertengkaran selalu menjadi
isu sentral pergunjingan ibu-ibu. Entah apa yang
tersimpan di balik merah darah yang menjadikan manusia
selalu memerah oleh dencing pedang dan gemerincing
anak panah. Mungkin sejenis virus histeris yang selalu
akan meledak setiap saat, atau semangat heroik yang
setiap waktu membutuhkan pelampiasan. Yang terang,
setiap titik yang memancar dari perpanjangan nadi
sejarah manusia, atau persimpangan titik nadir urat
nadi kemanusiaan, selalu terwarnai oleh pertengkaran
tiada henti, perebutan kekuasaan, jabatan, yang tidak
pernah sepi dan selalu menghingar bingari panggung
kekuasaan.
Yahhhhh
biarlah orang-orang yang mengaku masuk
dalam golongan cerdik pandai mempergunjingkan semua
tetek bengek masalah itu dan biarkan akalku sedikit
berfikir bagaimana mencari makan, atau mencari cara
bagaimana meluluhkan hati gadis pujaanku, atau
..ahhhh
terlalu banyak yang harus dipikirkan. Sekarang yang
penting, siapapun tidak boleh ada yang menggangguku.
Kalau bepergian adalah puncak dari pengembalian jiwa
secara maksimal, pemurnian asap yang mengiringi luap
dan perginya jiwa api adalah barang tertinggi di muka
bumi. tetapi jamak diketahui, bahwa manusia lebih suka
api dari pada asap, batu dari pada bunga, dan logam
dari pada budi. apakah semuanya bertumpu pada hal yang
tidak masuk akal, atau bahkan lepas dari kodrat
kemanusiaan itu sendiri?....
Namun apa yang dilakukan banyak orang akhir2 ini
semakin aneh. Karena pariwisata adalah aset utama
ekonomi dunia, maka dapat di tarik kesimpulan bahwa
salah satu sifat dasar manusia adalah suka melancong.
Tempat dan bentuknya boleh berubah seiring dengan
pertumbuhan akal dan imajinasinya, tetapi tetap saja
yang namanya melancong bukan hal aneh bagi siapapun
yang mendengarnya. Termasuk bayi yang baru makan susu
ibunya.
Dalam sekali waktu. Tidak ada orang yang sanggup
melepaskan diri dari desakan untuk melancong. Namun
jamak diketahui bahwa unsur sifat asli ini pun bisa di
rubah sesuai dengan kehendak yang memakai. Contohnya,
kalau melancongnya pejabat namanya kunjungan
persahabatan atau peninjauan lokasi, kalau
melancongnya gelandangan namanya rehabilitasi, kalau
melancongnya mahasiswa namanya penelitian, dan kalau
melancongnya penjual koran namanya penggusuran.
Yahhhhh
.jangan di pikir terlalu berat, anggap saja
sama dengan kalau kita melihat-lihat kebun binatang,
atau berenang di air hangat. Yang penting perut terisi
penuh dan tidur pun tak kurang.namun tak kalah
pentingnya bahwa semua hal yang kelihatannya ramah dan
sangat penting kadang-kadang berakhir dengan kosong
dan tanpa guna.
Harapan kita semoga suatu saat nanti kita bisa
melancong ke gugusan matahari.
Katameya, 1 Mei 2006
Di tengah lembutnya malam, dihadapan panggung gemulai
tari para bintang.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Everything you need is one click away. Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/