Kita Perlu Beragama
Tanpa keyakinan (isme/agama) hidup akan dipenuhi kegoncangan dan rasa cemas sehingga hidup tak ubahnya seperti neraka. Karena itu, semua orang perlu mencari sebuah keyakinan sebagai pegangan hidupnya, apa pun namanya.
Namun, tidak semua  keyakinan itu benar. Ada yang benar dan ada yang salah. Yang benar akan menyelamatkan dan yang salah akan menyesatkan pemeluknya. Karena itu, saya harus beragama dengan kritis dengan –minimal- saya harus menjawab pertanyaan berikut: Kenapa saya memilih menjadi teis? Kenapa saya memilih menjadi muslim? Kenapa saya memilih madzhab anu?
Menjadi teis atau ateis haruslah berdasarkan argument, befitu pula memilih agama tertentu dan aliran tertentu dlm agama tsb harus pula didukung argumen2 sehinga saya dapat mempertanggungjawabkan keberagamaan saya.
Terus terang, saya lebih senang  kepada seorang ateis yang beralasan dgn keateisannya daripada seorang teis yang hanya iku2tan saja. Saya lebih senang berdialog dgn seorang non-muslim yang cerdas dan berargumen daripada seorang muslim yg bodoh dan taklid semata.
Hidup ini lebih banyak kita jalani dengan keyakinan. Dengan sangat yakin saya naik bis patas ac dari Lebak bulu ke kota, tanpa terlebih dahulu melakukan pengecekan bagaimana kondisi bus tsb dan bagaimana kelayakan sopirnya. Padahal bisa saja sopir berniat jahat menabrakkan bisnya ke bis lain hingga semua penumpang kecelakaan. Tanpa keyakinan, kita tidak akan pernah bisa makan di sebuah restoran, kecuali setelah sekian lama melakukan pengecekan –kalau bisa, atau keburu mati kelaparan-.
Karena informasi detail makanan yg akan kita makan nampak susah atau kita malah g` makan2 hingga keburu dijemput kematian; cara memasaknya bagaimana, siapa yang memasaknya, dibelinya darimana, kwalitasnya bagaimana, mengandung racun atau tidak, kandungan kolestrolnya berapa, dll? Terkadang kita cukup berpegangan pada data yang ada saja. Saya berani makan tenang di restoran ini karena setahu saya –setelah sekian lama makan di sini dan berdasakan informasi yg saya terima- kwalitas makanan restoran ini cukup bagus dan tidak pernah ada masalah.    
Sepengetahuan saya, restoran inilah yang paling saya percaya. Tapi, andai suatu saat saya temukan ada seorang konsumen keracunan dan terbukti restoran tsb tidak sebagus yang selama ini saya yakini, tidak menutup kemungkinan –dan bahkan sebuah keharusan- saya akan pindah ke restoran lain yang memiliki nilai kebenaran lebih tinggi.
   
 
 
  
 
 


Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta.

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
Philosophy of Philosophy amazing grace Philosophy hope in a jar


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke