Melintasi Yogya hari ini 29/05 lewat Karangwuni (Klaten) sudah mulai tampak rumah yang roboh (tentu yang tidak kuat). Penduduk mengelar tikar, bantal, kelambu dan TV di tenda-tenda depan rumah, karena masih trauma.
Melintasi jalan Solo-Yogya km 20, sebelum Prambanan, mulai tampak rumah-rumah, toko, bangunan, gedung yang roboh, sebagian atau total. Beberapa kali perjalanan terhenti karena ada penggalangan dana yang dilakukan masyarakat setempat dengan intensi untuk korban gempa. Pemandangan ini berlangsung sampai di Kalasan. Kalau di kota Yogya, yang menggalang dana mahasiswa/i dengan jaket kampusnya di seputaran traffic light.
Salah satu saudara di Klaten mengisahkan pada hari Sabtu 27/05 lalu, ruas jalan dua arah Solo-Yogya itu hanya diarahkan ke Solo saja. Terjadi exodus meninggalkan Yogya ke arah Solo, karena isu: Tsunami..., Yogya klelep... , Mbalik..Mbalik... Banyune wis tekan Prambanan.... Malamnya sempat terjadi penjarahan di Prambanan yang merugikan beberapa toko di pinggir jalan itu, termasuk toko emas dan dealer sepeda motor.
Memasuki kota Yogya, arus lalu lintas yang datang dan masuk Yogya sangat padat. Terutama ke arah Yogya yg membawa bermacam bantuan, beberapa kali sirene meraung2 entah SAR, ORARI, kendaraan militer, ambulans dan patwal mengawal pejabat merangsek ingin mendahului. Juga dari arah Yogya ambulans melintas cukup sering. Dan semua berjalan dengan kecepatan cukup tinggi.
Hanya hitungan jari warung yang buka dan rata2 dipenuhi pengunjung, pasar depan Pakualaman sudah beroperasi, juga SPBU di jalan Sultan Agung sudah ada yang beroperasi dan dipenuhi antrean. Gang-gang ditutup, beberapa bangunan/rumah tampak hancur, tetapi banyak yang masih tegak berdiri, namun penghuninya kelihatan mengelar tenda di depan rumah. Kantor-kantor buka tapi karyawan-karyawan pada bergerombol di depan kantor, mungkin karena AC-nya mati.
Di Paroki Bintaran yang gedung gerejanya retak, kawan2 mudika menyambut sumbangan Di aula paroki bertumpuk dos mie, aqua, susu, dll namun kondisi aula dan juga Gereja, menurut kawan-kawan di sana bagian dalamnya memprihatinkan. Beberapa bongkahan tembok besar bergelimpangan di halaman Gereja. Di kampung sekitar Paroki Bintaran, dan di depan halaman Gereja tampak tenda-tenda jadi tempat berkumpulnya orang.
Kabarnya, mereka akan mengarahkan bantuan ke Wedi, Gantiwarno (Klaten) dan sekitarnya jika Bantul telah banyak penyumbang, tentu dengan angkutan dan kawalan militer.
Memang benar, karena hari Minggu sebelumnya, beberapa kawan Pacitan yang mengirim nasi bungkus dan menuju ke Bantul jadi sasaran jarahan banyak orang yang memang keadaannya memilukan dan lapar. Banyak yang mendirikan tenda seadanya, dari kain atau selimut/sarung sekedar melindungi panas dan bahkan hujan yang minggu lalu menguyur Bantul. Di antara mereka justru dengan kaki, tangan, kepala terbalut karena patah atau luka. Mereka menempatkan diri sekedarnya dipinggir-pinggir jalan...
---------------------------------
Inbox full of spam? Get leading spam protection and 1GB storage with All New Yahoo! Mail.
[Non-text portions of this message have been removed]
The all-new Yahoo! Mail goes wherever you go - free your email address from your Internet provider.
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
SPONSORED LINKS
| Philosophy beauty product | Philosophy | Philosophy beauty |
| Philosophy of | Philosophy amazing grace | Philosophy hope in a jar |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
