Cerita Tentang Kain Sarung
Usai check out dari Caravan Hotel di Taman Safari, aku bersama keluarga mengarahkan mobilku ke Puncak Pass. Matahari hampir tepat berada di ubun-ubun kepalaku, yang menandakan saatnya shalat Dhuhur. Di Masjid Taawun akhirnya kendaraan aku parkirkan.
Langkahku pasti, setelah tahyatul masjid, aku menuju lemari perpustakaan yang ada di pojok belakang masjid. Membaca Mushaf Al Quran, adalah ide yang terbaik sambil menunggu saatnya shalat Dhuhur. Di kaca almari tertera sticker yang bertuliskan "Habis pinjam, harap dikembalikan di tempat semula".
Diantara Al Quran aku lihat ada selembar kain sarung yang di simpan rapih. Aku ambil al Quran berikut kainnya, lumayan untuk menggantikan celana hawaiku, biar kelihatan tidak urakan menyesuaikan adab sopan-santun beribadah. Beberapa surat aku baca sampai muadzin mengumandangkan adzan, memanggil ummat untuk bershalat jamaah.
Akhirnya kami shalat dhuhur berjamaah. Shalatpun usai, saatnya aku kembalikan kain sarung di almari tadi. Tiba-tiba ada seorang yang 'meminjam' kain sarung yang sudah aku lipat dengan rapih. Aku sampaikan kepada dia agar kembali menyimpannya di almari tersebut.
"Pak, nanti kalau sudah memakainya harap dikembalikan ke tempatnya, karena aku tadi pinjam dari situ...", jelasku seraya menunjukkan sap almari tempat aku mengambil kain sarung itu.
"Gak perlu mas, karena ini adalah kain sarungku yang aku simpan di situ..." ucapnya ringan.
"Oh.. kalau begitu saya ucapkan terima kasih pak, tadi saya ambil disitu karena aku pikir ini sarung untuk umum", jelasku padanya.
Begitulah salah menempatkan barang, maka hasilnya akan salah pula. Alangkah baiknya apabila menyimpan barang sesuai pada tempatnya. Aku meminjam sarung karena di pintu almari tertera tulisan "Habis pinjam, harap dikembalikan di tempat semula".
Bapak itu hanya tersenyum, belum sempat saya berkenalan dengan dia karena dia harus segera menunaikan sholat. Sekarang aku harus melanjutkan perjalananku ke puncak pass, bertafakur dan bertadzabur menikmati keindahan alam ciptaan Allah SWT.
Dalam hati kecilku aku mengucapkan "Andaikan Bapak tadi menyimpan sarungnya karena tidak disengaja saya mohon maafnya karena pinjam tanpa permisi, akan tetapi apa bila disengaja untuk kepentingan umum maka saya hanya bisa berdoa semoga amalnya bisa diterima Allah SWT... Amin".
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com __._,_.___
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
SPONSORED LINKS
| Philosophy beauty product | Philosophy | Philosophy beauty |
| Philosophy of | Philosophy amazing grace | Philosophy hope in a jar |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
