|
PENDIDIKAN [1]
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Di bekasi ada siswa bunuh diri gara-gara gak lulus
Unas
Masih di Bekasi juga, ada siswa nekat membakar
komputer dan hampir membakar sekolahnya gara-gara gak lulus Unas.
Di Purwokerto beberapa siswi hiseteris sampai
pingsan karena gak lulus Unas.
Dan berpuluh-puluh -mungkin lebih- siswa siswi yang
menangis baik karena mereka gak lulus maupun karena mereka lulus
Hampir di seluruh Indonesia, ketika masa kelulusan
seperti ini, luapan perasaan yang berlebihan selalu ada.
Yang baju sekolah di cat grafiti, rambut di
acak-acak, sampai-sampai ada juga yang melampiaskan kegembiraan kelulusan dengan
minuman keras, obat, dan pelecehan seksual.
Fenomena apa ini semua yang terjadi?
Ketika tentara menjadi kepala dinas
pendidikan...
Ketika bisnismen menjadi kepala dinas
pendidikan...
dan..bahkan ketika kepala penjaga kuburan menjadi
kepala dinas pendidikan..
Berapa puluh orang yang tidak memahami pendidikan
beralih kerjaan menjadi "ahli" di bidang pendidikan dan merambat, menyusup,
mengisi semua relung-relung struktural pendidikan..
Fenomena apa ini semua yang terjadi?
Sejarah filsafat yang dicekokkan ke kita berawal
dari Yunani 500 tahun Sebelum Masehi..
Padahal sebelum itu ada Thales dan Anaximandes yang
berasal dari TImur Tengah.
Dan pada masa itu kebudayaan Persi (sebagian Iran)
sudah begitu ditakui oleh Yunani.Juga kebudayaan Romawi yang sudah
maju.
Padahal sebelum itu sudah dikenal Taman Gantung
Babilonia, dan peninggalan-peninggalan kebudayaan Mesir.
Tetapi entah karena kekurangan data referensi,
ataukah karena pemutusan sejarah yang disengaja, maka seolah-olah sumber
Filsafat hanyalah dari Yunani.
Kemudian setelah itu, perjanalan keilmuan
seolah-olah langsung diterima oleh Barat (Amerika-Eropa), dan tak ada alur
perjalanan sejarah keilmuan selain itu.
Poros Yunani-Eropa-Amerika yang kemudian menyebar
ke seluruh dunia saat ini. Inilah "kebenaran" sejarah ke ilmuan yang mayoritas
kita yakini.
Seolah jalur ilmu "hanyalah" bersumber dari Amerika
atau Eropa dan bermuara di Yunani.
Sejarah sudah sama-sama bisa di baca, abad
pertengahan adalah "dark age", masa kegelapan bagi Eropa, sementara Amerika baru
ditemukan sama Columbus awal abad ke 16. Lalu, kemanakah larinya perjalanan ilmu
?
Kejayaan Umat Islam di Baghdad di masa Dinasti
Umayyah membawa cahaya baru bagi dunia. Baghdad menjadi pusat keilmuan bagi
seluruh dunia. Baik filsafatnya, keilmuannya maupun teknologinya yang kemudian
berakhir ketika serangan dari Mongol membumihanguskan peradaban Islam di
Baghdad. Buku-buku, referensi-referensi, hasil pemikiran dan teknologi yang
sudah dihasilkan oleh umat Islam di hancurkan, ditenggelamkan ke sungai
Tigris..yang konon air sungai sampai menjadi hitam kelam terkena lunturan
tintanya..
Kemudian kejayaan umat Islam dilanjutkan di
Andalusia Spanyol dimasa dinasti Abbasiyyah. Andalusia menjadi pusat keilmuan,
seluruh dunia berkiblat dan belajar di Andalusia. Masa inilah Eropa belajar di
Spanyol.
Berapa banyak hasil pemikiran-permikiran filsafat,
keilmuan, kedokteran, ekonomi, dan lain-lain. Juga perkembangan teknologi yang
sudah maju melebihi zamannya. Sampai satu waktu berakhir dengan kekalahan umat
Islam di spanyol.
Setelah itulah kemudian berkembang keilmuan di
Eropa, di Amerika dan sejarah masa kejayaan umat Islam di Spanyol ditenggelamkan
dalam sejarah keilmuan. Semua keilmuan menjadi seolah-olah hanya bersumber dari
barat, dari Amerika dan Eropa yang bersumber dari filsafat Yunani.
Inilah potret yang terjadi.
Nah, dari situ kemudian terjadi
penyerapan-penyerapan keilmuan dari barat, metoda-metoda dan juga
teknologi-teknologinya menyebar ke seluruh dunia.
Ini bukanlah romantisme masa lalu..
nostalgia kejayaan umat Islam indah di masa
lalu..
hanya masalah meletakkan sesuatu pada
porsinya..
supaya bisa kita memahami fenomena apa yang
sebenarnya terjadi di dunia pendidikan kita..
Kadang kala seolah-olah pendidikan Islam, tapi di
balik itu ideologi liberal yang sedang dijalankan
Kadang seolah sebuah pendidikan untuk kecerdasan
bangsa, tapi ternyata hanyalah sebuah proses pembodohan dalam bentuk
lain..
Kadang standarisasi dilakukan untuk menyeleksi atau
mendapatkan murid yang berkualitas, yang muncul hanyalah nilai sesaat yang tidak
bisa mencerminkan kemampuan seseorang..
Tokoh-tokoh filsafat pendidikan sudah banyak yang
berpikir tentang hal ini..
meski sayang sekali referensi kita lebih banyak
tokoh-tokoh barat pula..tapi marilah kita lihat apa yang mereka katakan siapa
tahu di dalam lumpur masih tersisa butiran-butiran emas yang
bermanfaat.
Konsepsi pendidikan dibagi menjadi 3 oleh
mereka..
1. Konservatif yang terdiri dari 3 faham pula,
fundamental, pendidikan intelektual dan konservatif
2. Liberal yang terdiri dari 3 faham besar pula,
liberal, liberasionis dan anarkis
3. Kritikal..
Mau tidak mau kita akan melihat konsep pendidikan
mereka sebab dari konsep-konsep inilah yang mempengaruhi pendidikan dan metoda
pendidikan di Indonesia...
bersambung...
Wassalam
huttaqi ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** YAHOO! GROUPS LINKS
|
