AGAMA DAN GANGGUAN KEJIWAAN Sesungguhnya sudah menjadi tabiat kehidupan bahwa ada orang sehat dan ada orang sakit, ada orang normal dan ada yang abnormal, ada yang memiliki tingkat kesehatan mental sangat tinggi, ada yang lemah mental. Ada yang jiwanya sehat, ada yang terganggu kejiwaannya dan bahkan ada yang sakit jiwa. Masalahnya menjadi heboh ketika ada orang yang terpelajar dan dikenal sebagai orang yang mengerti agama serta menjalankan ibadah agamanya secara taat tetapi melakukan sesuatu yang menurut suatu ukuran disebabkan karena mengidap gangguan kejiwaan. Publik menjadi sangat tergoda untuk mengetahui, adakah hubungan antara corak keberagamaan seseorang dengan perilaku menyimpang? Makalah ini bukan membahas kasus yang terjadi di Bandung beberapa waktu yang lalu karena penulis tidak mengenal mereka, meski ide penyelenggaraan seminar ini dari kasus tersebut.
Konsep Sehat wal Afiat Term sehat wal afiat biasanya digunakan untuk menyebut tingkat kesehatan yang prima, terkadang hanya untuk menyebut kesehatan fisik, terkadang dimaksud untuk menyebut kesehatan lahir batin. Tetapi jika kita melacak asal-usul istilah itu, maka sesungguhnya ada perbedaan yang nyata antara sehat dan afiat. Sehat (al shihhah) merujuk kepada fungsi, sedang afiat (al `afiyah) merujuk kepada maksud penciptaan. Mata yang sehat adalah mata yang berfungsi untuk melihat tanpa membutuhkan alat Bantu, sedangkan mata yang afiat adalah mata yang mudah untuk melihat obyek yang halal, tetapi susah untuk melihat obyek yang diharamkan ngintip misalnya- karena maksud diciptakannya mata adalah untuk membantu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang halal dan mana yang haram. Begitulah seterusnya pada telinga, kaki, tangan dan seluruh anggauta badan. Dengan demikian maka suami yang perkasa di rumah saja, maka ia adalah suami yang sehat wal afiat, tetapi jika di luar rumah juga perkasa, maka ia adalah suami yang sehat tetapi tidak ,afiat. Oleh karena itu sesudah salat witir kita diajarkan untuk berdoa, Allohumma inna nas aluka al `afiyah, wa nas aluka tamam al `afiyah, wanas aluka as syukra `ala al fiyah.. Jadi sehat wal `afiyat sesungguhnya juga mencakup kesehatan mental. Agama Sebagai Konsep Sesungguhnya agama dalam hal ini Islam- adalah konsep hidup yang disusun oleh Tuhan untuk manusia. Sebagai konsep yang disusun oleh Tuhan yang Maha Sempurna, konsep Islam pastilah sempurna, dan ia terpelihara di lauh mahfudz (langit) yang duplikatnya bisa digali dari wahyu al Qur'an. Jika orang mengatakan Islam adalah sempurna dan benar secara mutlak, (al islamu ya`lu wa la yu`la `alaih) maka yang dimaksud adalah dalam pengertian ini. Ketika konsep itu diturunkan ke muka bumi dan dicontohkan oleh Muhammad s.a.w sebagai utusan Tuhan, maka pada tingkat ini Islam juga sempurna dan benar secara mutlak. Tetapi apa yang diperspesi oleh para sahabat (masyarakat Islam pertama) tidak lagi bersifat sempurna dan tidak lagi mengandung kemutlakan, karena pemahaman manusia yang kodratnya tidak sempurna tidak pernah sempurna. Pemahaman para sahabat Nabi, bahkan sahabat besar seperti Abu baker, Umar, Usman dan Ali apa lagi sahabat-sahabat lain, dipengaruhi oleh karakter, kapasitas intelektual dan frekwensi komunikasi mereka dengan Rasul.Dari itu maka kita sudah dapat membedakan karakteristik sosok Abu baker yang ektrim lembut dan sosok Umar bin Khattab yang ektrim keras. Kita pun dapat melihat adanya perbedaan pendapat bahkan konflik antar sahabat. Tetapi kedekatan psikologi mereka dengan Rasul, tarikan cinta masih lebih kuat disbanding tarikan interest. Oleh karena itu Nabi menggambarkan perbedaan para sahabat dengan ragam bintang di langit, sahabat2wku semua itu ibarat bintang gemintang di langit, dengan siapapun kalian mengikuti, kalian akan memperoleh petunjuk (ashaby ka an nujum, biayyi iqtadaitum ihtadaitum). Pada saat generasi sahabat sudah habis, para ulama menjadi dominant. Konsep Islam dikembangkan melalui ijtihad, dengan sumber teks al Qur'an dan tradisi Nabi. Pada tingkat ini sudah barang tentu konsep Islam sudah tidak lagi "sempurna" karena ijtihad memang tidak melahirkan kesempurnaan. Lahirnya mazhab-mazhab menunjukkan ketidak sempurnaan konsep tetapi sekaligus menunjukkan fleksibelitas ajaran Islam, karena kata Nabi, ijtihad yang benar memperoleh pahala dua, ijtihad yang salah memperoleh pahala satu. Beragama secara sehat Kita tidak boleh mengklaim diri sebagai yang terbenar, karena kebenaran hanya milik Alloh, tetapi kita dianjurkan untuk selalu mendekati kebenaran sambil tetap mengakui bahwa hanya Allah yang paling tahu terhadap kebenaran (wallohu a`lamu bi as shawab). Ukuran kebenaran beragama secara keilmuan adalah apabila kita berpegang teguh kepada Al Qur'an dan Sunnnah Rasul, dan dalam mencari kebenaran tetap mengikuti system pemahaman (ijtihad) yang telah dibangun oleh para pendahulu kita. Beragama yang sehat adalah beragama yang mengikuti panduan secara komprehensip, vertical dan horizontal, bahkan internal. Perilaku menyimpang dari orang beragama bisa karena gangguan kejiwaan atau karena sesat piker dan salah merasa. Oleh karena itu orang beragama dalam hidupnya harus bisa berfikir sehat (logic), senang bertafakkur dan jangan lupa tadabbur. Olah rasa(tasauf) harus berdiri diatas landasan syari`ah, beragama juga harus berilmu; Mengutip Murtadla Muthahhari dalam buku Allah fi Hayat al Insan, hubungan agama dan ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut : Ilmu mempercepat anda sampai ke tujuan Agama menentukan arah yang dituju Ilmu menyesuaikan manusia dengan lingkunganya Agama menyesuaikan manusia dengan jati dirinya Ilmu hiasan lahir, sedangkan agama hiasan batin Ilmu memberikan kekuatan dan menerangi jalan Agama memberi harapan dan dorongan bagi jiwa Ilmu menjawab pertanyaan yang dimulai dengan "bagaimana" Agama menjawab, yang dimulai dengan "mengapa" Ilmu tidak jarang mengeruhkan pikiran pemiliknya Sedang agama selalu menenangkan jiwa pemeluknya yang tulus. Wallohu a`lam Wassalam, agussyafii http://mubarok-institute.blogspot.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
