Berlayar Ke Pulau Bidadari
 
Pulau Bidadari adalah satu pulau di kawasan kepulauan seribu. Aku tidak tahu kenapa pulau ini disebut demikian, bisa jadi dulunya disitu banyak bidadarinya : ) sehingga disebut demikian, orang belanda dulu menyebut pulau tersebut  Purmerend.
 
Untuk sampai menuju pulau tersebut dari Jakarta bisa melalui beberapa pelabuhan, Marina Ancol, Marunda maupun Muara Kamal.
 
Perjalananku kali ini mengambil rute melalui  pelabuahan tradisional Muara Kamal, menumpang perahu tradisional "KM. Cahaya Illahi"  berbahan bakar minyak diesel. Dengan menumpang perahu nelayan yang hendak mencari ikan aku bersama para pengail ikan duduk sesukanya, ada yang duduk dekat supir (aku menyebutnya supir karena kapalnya menggunakan mesin  serasa truck diesel), ada yang diatas geladak dan ada pula yang dipucuk perahu. Nelayan pemilik perahu berjanji akan menjemput kami kembali setelah sore menjelang di Pulau Bidadari.
 
Setelah ikatan perahu dilepas, pelan tapi pasti perahu bergerak berubah beraturan ke laut lepas. Beberapa rumpon sudah kami lewati, perahu dipacu dengan kecepatan maksimum sayangnya ombak besar mulai menghadang, perahu oleng dipermainkan ombak, debur ombar seirama dengan debar jantung kami, diantara kami ada yang menjerit ada pula yang meratap dan berdoa. Ah seperti kebanyakan kita-kita ini, apabila menghadapi kesulitan dan kemalangan baru mengingatNya, Dzat Yang Maha Kuasa.
 
Hembusan angin mulai mereda, ombak mulai tenang. Terasa angin mulai membelai rambutku sehingga rambutku yang  basah terpercik ombak mulai mengering, aku pun mulai tenang.
 
Perahu kini telah melewati Pulau On Rust, pulau yang pada tahun 1911 selalu on terus (baca:sibuk) dan kini terbengkalai, beberapa pengail ikan turun di pulau ini, sementara aku melanjutkan perjalanan, melewati Pulau Cipir (Kuiper) dan Pulau Kelor (Kerkhof). Menurut cerita, syahdan jaman dulu pulau ini tempat pembuangan orang-orang berpenyakit kusta, mereka diasingkan agar wabah penyakit ini tidak menulari orang-orang lainnya yang sehat.
 
Setelah melewati beberapa pulau akhirnya sampai sudah di tempat tujuan Pulau Bidadari, disini aku menemukan beberapa bangunan tua, beberapa bekas ruang kosong. Imajinasiku membayangkan bangunan tempo doeloe dalam kondisi normat, sungguh indah sekali, memandang beberapa bangunan dan taman, dan merangkainya dalam satu kesatuan.
 
Sudah beberapa lama aku hadir di pulau ini, tapi tak kujumpai seorangpun bidadari, bisa jadi ini terjadi karena alam kita berbeda, untuk menjumpainya salah satu dari kami harus melebur dalam alamnya.
 
                                             -o0o-
 
Berada di Pulau Bidadari sendirian, sehari rasanya seribu tahun lamanya. Dalam kesendirianku, teringat akan nasihat perjalanan spiritual tentang pengalaman hidup yang digambarkan seperti berlayar dengan perahu ke tengah laut. Kita menghabiskan waktu hidup kita dengan hal materialistik. Kita terjerumus dalam lautan hasrat dan sifat buruk. Tiap saat diombang-ambingkan oleh gelombang ombak materi dan belenggu anak dan isteri. Terkadang dalam lautan tersebut, hembusan angin menghidupkan kalbu (baca: dorongan Illahiah), membelai-belai serta menimbulkan harapan yang bergejolak dari dalam diri. Kapal bisa saja karam ataupun bisa juga selamat sampai tujuan, karena angin tidak bisa berhembus secara teratur, terkadang hanya angin biasa terkadang berupa badai, akan tetapi dibaliknya ada beberapa hikmah yang bisa diambil "bahwa di dalam hidup ini, kita bisa mengambil nafas adalah hadiah Tuhan Yang Maha Berkehendak. Manfaatkanlah semua itu dan janganlah egkau berpaling dari Nya".
Didorong oleh Tuntunan Illahi, penempuh jalan spiritual menembus dunia kemajemukan. Latihan spiritual (riyadhoh) dan beberapa amalan berupa pengekangan diri adalah bekal  yang diperlukan dalam perjalanan tersebut karena tidak mudah untuk memutuskan hubungan material, maka caranya dilakukan secara perlahan-lahan, jerat-jerat duniawi harus diputus atau disibakkan dengan hati-hati.
 
Memasuki alam lain (barzakh), alam berbagai keinginan dan hasrat buruk serta berbagai relung pikiran dibuka. Disini akan tampak pemandangan ikatan material yang terhimpun berupa kotoran dan noda di dalam kalbu. Kotoran dan noda ini ujud manifestasi fikiran kotor dan hasrat sensual. Pikiran-pikiran ini menghambat pejalan spiritual yang berakibat fatal, yakni kehilangan kedamaian dan ketenangan fikiran karena datangnya selalu bersamaan.
 
Tetapi betapapun sulitnya, seorang pencari dan penempuh jalanNya, tidak akan dibuat patah arang oleh berbagai hambatan dan kendala, walaupun datangnya terus-menerus, dengan langkah pasti mereka menuju tujuan, dengan didorong Illahiah di dalam dirinya.
 
Perjalanan spiritual perlu memusatkan fikiran dengan bantuan latihan spiritual dan berbagai pengekangan diri sehingga perhatiannya tidak memisahkan dirinya denganNya, sehingga sampai di alam spiritual yang dicari.
 
Di alam ini pencari mengawasi dan selalu memperhatikan sifat-sifatNya sampai dirinya meleburkan diri dalam Kehendak dan KemauanNya, sehingga tinggal dalam KehendakNya Yang Abadi.
 
                                                -o0o-
 
Tinggal di Pulau Bidadari dalam kesepian membuat aku berpisah dari dunia kemajemukan sejenak, dan tetap berharap untuk tetap menjaga hubungan baik dengan dunia kesatuan dan sekaligus dunia kemajemukan.
 
Matahari hampir tenggelam, nelayan pencari ikan menepati janjinya untuk menjemputku sebelum matahari tenggelam. Di atas perahu aku memperhatikan Pulau Bidadari yang seharian aku jelajahi dalam realita dan dalam lamunan. Pandanganku beralih ke arah depan perahu, perahu dipacu dengan kecepatan penuh kembali menuju Jakarta, dunia majemuk yang menenggelamkanku dalam kenyataan yang sebenarnya.
 
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com __._,_.___

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************





SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
Philosophy of Philosophy amazing grace Philosophy hope in a jar


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke