--- In [email protected], "agussyafii" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: kalo boleh saya tanggapi.. begini... terorisme itu kalo saya tidak salah, sebagian adalah alumni perang afganistan... dalam perang itu, kekuatan milisi didukung oleh amerika serikat dan militer afganistan didukung oleh rusia. amerika mendidik para milisi ini dalam rangk>permisi kalo boleh saya tanggapi...a pemberantasan komusisme pada saat itu (terlepas dari pertentangan benar salah ideologi, jadi dapat disimpulkan milisi ini "trained well". salah satu tokoh yang didukung amerika termasuk osama bin laden. ini baru pengantar... untuk menjadi milisi ini perjalanan mereka sangat panjang dan berbau pencarian spiritualitas. mereka pada awalnya bergabung dalam sebuah komunitas diskusi agama, dalam diskusi terjadi "brain storming" dan tanpa disadari sebenarnya"cuci otak" yang terjadi. mereka berdikusi untuk mencari konteks keimanan yang "benar" dengan dipimpin oleh orang2x yang hebat dan dianggap berkompeten. satu hal yang paling hebat dari diskusi ini adalah cara doktrinasi yang dilakukan yaitu, seolah-olah mereka berhasil menemukan "sesuatu" dari diskusi ini, berbeda dengan indoktrinasi biasanya dimana seorang pemimpin mencekoki pengikutnya dengan khotbah yang muluk-muluk. jadi perserta merasa menemukan kesadaran baru, hasil perenungan mereka.
setelah beberapa lama dalam forum diskusi mereka mulai merasa perlu untuk berdiskusi dengan orang lain diluar lingkungan mereka, mereka bertemu dengan jemaat dikota lain dengan misi mempertebal "keimanan" dan melengkapi pencarian mereka tentang "hikhmah" (hebatnya perjalanan mereka mereka biayai sendiri. setelah keliling Indonesia mereka mulai melakukan pencarian keluar Indonesia, biasanya Malaysia,kemudian india , Bangladesh dan negeri arab. dalam pencarian mereka terbentuk rasa militansi terhadap agama mereka makanya sering kita dengar, yang mereka lakukan adalah "JIHAD". proses ini terbangun dengan proses panjang dan tidak main-main. bisa-bisa dalam kurun waktu tahun. SEKARANG KITA ANALISIS PROSES DIATAS..... pertama, dalam melakukan proses doktrinasi, mana yang lebih efektif, membiarkan peserta merasa menemukan sendiri keyakinannya dengan dibimbing tanpa mereka sadari atau proses doktrin seperti khotbah? pasti orang akan lebih kokoh mempertahankan apa yang dicapainya sendiri... inilah kenapa mereka sangat militan dan rela mati demi JIHAD.. kedua, kita tahu persis bahwa rute teroris ini sangat panjang atau berupa transit. itulah yang mereka lakukan berjalan atau napak tilas untuk perjalanan iman, padahal sesuai degan teknik menghilangkan jejak a la intelijen. ketiga, kenapa lereka rela mati? karena mereka mempertahankan apa yang telah mereka yakini.... gimana memberikan visi baru? tapi ini viktif belaka jadi jangan terlalu percaya ini hasil dugaan dan perenungan saya doang ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
