|
REVOLUSI PENDIDIKAN [2] - TUJUAN
PENDIDIKAN
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Setelah kita mengetahui Mapping ilmu keseluruhan,
bingkai besar dari ilmu keseluruhan yakni ada ilmu yang bersumber dari
kitab-kitab suci dan ada ilmu yang bersumber dari ayat-ayat Tuhan yang ada di
alam ini, maka kita tahu pula turunan atau derivatif dari ilmu-ilmu tersebut
yang ini akan kita bahas nanti tersendiri.
Dari ilmu-ilmu yang bersumber dari kitab suci, kita
bagi menjadi dua yakni yang ilmiah dan non ilmiah atau yang masuk akal dan yang
gak masuk akal, dan dari ayat-ayat Tuhan yang ada di alam juga demikian, ada
yang ilmiah dan non ilmiah. Yang ilmiah terbagi 2 yakni ilmu2 sosial dan ilmu2
alam. ilmu2 alam menjadi banyak cabang ilmu seperti fisika, kimia, biologi, dll.
Dan ilmu2 sosial menjadi banyak cabang pula seperti ilmu sejarah, ilmu2
sosial, ekonomi, psikologi, dll. Yang masing-masing ilmu itu kemudian memiliki
derivatif sendiri-sendiri dan cabang ranting keilmuan
sendiri-sendiri.
Lalu untuk tujuan apa sebenarnya ilmu itu
diturunkan oleh sang Sumber Ilmu?
dan ditujukan ke siapa ilmu tersebut?
Tak ada jawaban lain yang keluar adalah segala
macam yang ada di jagad alam raya semesta ini adalah diperuntukkan untuk
manusia. Ilmu adalah diperuntukkan untuk manusia, hewan tidak memerlukan ilmu
sebagaimana manusia memerlukan ilmu.
Lalu untuk keperluan apakah manusia itu mempelajari
ilmu?
atau hakekat ilmu itu diturunkan sebenarnya untuk
apa?
Apakah kita pernah berpikir, mengapakah dunia ini
di awali dengan istilah "alam", alam dunia, demikian juga dengan akherat,
diawali dengan istilah "alam"?
Alam berasal dari bahasa Arab yang berarti
"Alamat", tanda-tanda dari keberadaan "sesuatu" dalam hal ini, Alam dunia adalah
tanda-tanda dari keberadaan adanya alam akherat dan tanda-tanda dari keberadaan
Allah.
Demikian juga, alam akherat adalah tanda-tanda atau
alamat dari keberadaan adanya Allah.
Oleh sebab itu, baikpun yang melalui jalur
ilmu-ilmu yang berasal dari kitab suci dan yang melalui jalur ilmu-ilmu yang
berasal dari ayat-ayat yang ada di alam, semuanya akan menuju satu titik yakni
"IMAN KEPADA ALLAH" atau meyakini adanya SESUATU yang menjadikan segala
sesuatu.
Lewat jalur mana saja, baikpun lewat jalur keilmuan
melalui kitab suci, maupun melalui jalur keilmuan yang ada di alam dimana
semuanya mampu meningkatkan keimanan kepada sang pencipta, maka itulah yang
disebut dengan ULAMA.
Jadi ULAMA itu bisa melalui jalur pembelajaran dari
kitab suci, dan juga bisa melalui jalur pembelajaran dari ayat-ayat yang ada di
alam ini. Mana saja lewatannya, asalkan bisa meningkatkan keyakinan akan
keberadaan SANG PENCIPTA, maka perlulah sebuah ilmu itu ditempuh.
Apakah hakekat adanya ILMU itu berakhir pada
KEIMANAN adanya SANG PENCIPTA ?
TIDAK !!!
Robbinass, Malikinass, Ilahinass,
Tuhan manusia, Tuhan manusia, Tuhan
manusia,
Nabi bersabda,"Keimanan tanpa kemanusiaan itu
Kadzib, DUSTA, dan kemanusiaan tanpa keimanan itu FATAMORGANA"
Ilmu yang bisa mengantarkan kepada KEIMANAN
belumlah cukup jika tidak sampai mengantarkan kepada AMAL kepada kemanusiaan dan
ATSAR atau bekas yang MANFAAT pada manusia baik manusia masa dulu, masa kini
maupun masa nanti.
Inilah yang kemudian dirangkum dalam satu
istilah,AKHLAKUL KARIMAH..Akhlak yang sempurna, atau Akhlak yang
Baik..
"Innama bu'itsu li utamimma makarimal
akhlak"
"Sesungguhnya engkau kuperintahkan untuk
menyempurnakan akhlak"
Ilmu yang bisa mengantarkan kepada keimanan dan
bisa membawa kepada amal yang bermanfaat, amal yang sholeh, amal yang beratsar
positif inilah yang juga disebut ilmu yang bisa mengantarkan kita untuk ibadah,
ibadah yang menuju ketakwaan dan ketakwaan yang menjadikan kita akan mencapai
derajat syukur. Abdan Syakuro........
Bagaimanakah menjadi Abdan Syakuro
itu?
Ada 3 titik di huruf SYIN yang membedakan antara
huruf SYIN dengan hurun SIN...
Kalau tiga titik itu dipasang, maka dibacanya
SYUKUR, bersyukur, tetapi kalau 3 titik itu dihilangkan bacanya jadi SAKARO
alias Teler atau mendem atau linglung..
3 Titik di dalam Syukur itu yang menurut Imam
Ghozali Tiap-tiap titik itu masing-masing meliputi 3 hal pokok di dalam
syukur
1. Tahu wujud nikmat
2. Tahu sumber nikmat
3, Tahu tujuan nikmat
Titik yang ke 2
1. Gembira karena wujud nikmat
2. Gembira karena tahu sumber nikmat
3. Gembira karena dapat memenuhi tujuan
nikmat
Titik yang ke 3
1. Berterimakasih karena wujud nikmat
2. Berterima kasih kepada sumber
nikmat
3. Berterima kasih dengan memanfaatkan nikmat
sesuai peruntukannya..
Nah, di dalam masalah ilmu, wujud nikmatnya adalah
ilmu, sumber nikmatnya dari sang Maha ILMU, tujuan nikmat ilmu adalah untuk
dimanfaatkan demi kebaikan, gembira karena mendapatkan ilmu, gembira karena
mengetahui darimana ilmu itu berasal, gembira karena tahu untuk apa ilmu itu
diberikan, dan berterima kasih karena wujud nikmat dengan terus menerus menggali
keilmuan, berterimakasih kepada sumber nikmat yakni berterima kasih kepada
sumber ilmu dan setelah itu mempraktekkan ilmu itu sesuai peruntukkannya yakni
kemanfaatan bagi banyak orang, bermanfaat bagi banyak orang, sebagai wujud
pengabdian kepada sang pemberi nikmat.
Nah, untuk hal inilah REVOLUSI yang kedua
mesti dilakukan, yakni REVOLUSI TUJUAN PENDIDIKAN yang mesti disusun dan
dilaksanakan,
Yakni :
1. Demi ilmu itu sendiri yang mesti dipelajari
sebagai wujud syukur kepada sang Pemberi Ilmu yang tidak pernah memberikan
sesuatu yang sia-sia.
2. Ilmu yang sudah kita peroleh ditingkatkan untuk
meningkatkan keimanan kepada sang Pemberi Ilmu bahwa Dia memang Ada
3. Ilmu yang sudah kita peroleh kita praktekkan
menurut kemanfaatannya masing-masing.
4. Ilmu yang sudah kita terima kita praktekkan dan
membawa bekas kemanfaatan yang abadi, baik bagi manusia yang lalu, manusia
sekarang maupun manusia yang akan datang
5. Yang dituju di dalam pendidikan adalah Akhlakul
Karimah, akhlak yang sempurna, ilmu yang tidak mengantarkan pada akhlak yang
sempurna belumlah sesuai dengan peruntukan ilmu itu sendiri.
Akan berbeda akhlak atas dasar keilmuan, pemahaman,
penghayatan, dan kesadaran dengan akhlak yang tidak berdasar kepada
keilmuan, pemahaman, penghayatan dan kesadaran...untuk keperluan itulah
PENDIDIKAN diadakan..
Lalu dimanakah letak kepandaian, kepintaran,
kecerdasan ?
Kalau memakai istilah yang umum, Pendidikan
ditujukan untuk Afektif, Kognitif dan Psikomotorik
Seolah-olah yang dibahas dan didiskusikan di atas
barulah soal Afektif dan Psikomotorik saja, lalu dimanakah letak Kognitif
?
Istilah-istilah Afektif, Kognitif dan Psikomotorik
memang tidak lagi saya pakai, sebab di dalam istilah2 tersebut, kesan integrity
seolah2 menjadi bias..
Afektif seolah menjadi sendiri, Kognitif menjadi
hal yang tersendiri dan Psikomotorik seolah menjadi tersendiri, nanti akan kita
detailkan, mengapa istilah2 ini menjadi tidak tepat lagi untuk dipakai.
Sedangkan semuanya itu cukup dirangkum dengan satu istilah saja, AKHLAKUL
KARIMAH. Akhlak yang sempurna, Akhlak yang berangkat dari keilmuan yang tinggi,
pemahaman yang luas, penghayatan yang mendalam dan kesadaran yang jernih, yang
menggerakkan seluruh sel-sel syaraf yang ada baik di hati maupun di akal pikir
dan menggerakkan seluruh jaringan syaraf dan otot yang ada di jasmani manusia
untuk bergerak, bergerak sesuai akal pikir melalui otak yang memerintah, dan
otakpun bergerak didasari dorongan hati yang bersih dan suci...
Salam persaudaraan
huttaqi
****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** YAHOO! GROUPS LINKS
|
