----------  Forwarded Message  ----------

Subject: [Milis_Iqra] Takdir
Date: Wednesday 19 July 2006 08:13
From: "Armansyah \( GMAIL \)" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>

Assalamu'alaykum Wr. Wb.,

TAKDIR
Oleh : Armansyah

Takdir adalah ketentuan yang sudah diatur dan ditetapkan oleh Allah yang Maha
 Kuasa terhadap semua ciptaan-Nya, mulai dari makhluk terkecil hingga makhluk
 terbesar, mulai dari yang tampak maupun yang tidak nampak oleh mata lahiriah
 kita, sejak yang paling-paling baik sampai yang paling-paling buruk.

Seorang manusia sejak ia ditakdirkan untuk terlahir dan menjadi ada dia sudah
 memilki jalan hidup ataupun takdir yang jutaan atau mungkin malah milyran
 jumlahnya. Masing-masing takdir ini berbeda satu dengan yang lain tergantung
 dari langkah maupun sikap yang dikerjakan. Disini hukum kausalitas atau
 sebab-akibat mulai berlaku.

Jika saya tampar muka saya sendiri konsekwensinya saya pasti merasakan sakit
 akibat tamparan tersebut, demikian kira-kira contoh hukum sebab-akibat.

Pada masa pemerintahan Umar Bin Khatab, pernah suatu waktu beliau akan
 mengadakan kunjungan kesuatu daerah, namun tiba-tiba  dia mendapat kabar
 dari salah seorang sahabat bahwa daerah yang akan dia kunjungi tersebut
 ditimpa oleh bencana penyakit kulit yang menular.

Khalifah menunda kunjungannya kedaerah tersebut hingga penyakit tersebut
 dapat teratasi. Sikap Khalifah Umar ini mendapatkan cukup banyak pertanyaan
 dari para sahabat lainnya. Pertanyaan mereka kira-kira seperti ini : Apakah
 tuan sudah tidak percaya kepada takdir Allah sehingga takut terkena penyakit
 menular tersebut ?

Khalifah Umar menjawab : "Aku bukan tidak percaya kepada takdir Allah.
 Manusia tidak dapat berlari dari Kausalita yang berlaku. Hanya saja manusia
 dapat memilih takdir mana yang akan dia tempuh. Aku menghindari takdirku
 dari terkena penyakit menular untuk memasuki takdirku yang lain."

Sebelumnya, jauh diwaktu Nabi sendiri masih hidup, beliau pernah menegur
 seorang sahabatnya yang begitu ingin bergegas mengerjakan Sholat didalam
 masjid sehingga begitu turun dari kuda dia langsung masuk begitu saja tanpa
 menghiraukan hewan peliharaannya tersebut.

Ketika ditanya Nabi mengapa orang tersebut melepaskan kudanya begitu saja
 tanpa merasa takut kehilangannya, orang itu menjawab bahwa dia percaya
 kepada Allah, dia pasrah apapun yang akan terjadi.

Perbuatannya ini tidak dibenarkan oleh Nabi.
Dia menyuruh orang itu untuk terlebih dahulu menambatkan kuda sebagaimana
 mestinya, agar tidak lepas dan hilang baru kemudian menyerahkan kepada Allah
 segala ketentuan lainnya. Jika setelah kuda itu ditambatkan dalam pengertian
 dicarikan upaya agar tidak hilang dan lepas namun masih juga hilang nantinya
 .... maka itu baru takdir Allah yang pun tidak terlepas dari takdir-takdir
 lain yang berjalan paralel didalam kehidupan ini.

Mungkin anda tertawa jika saya mengatakan kausalita takdir anda tergantung
 dengan kausalita takdir saya, bagaimana bisa ? kita sendiri baru berkenalan
 sekarang dan inipun hanya melalui tulisan yang dijembatani oleh milis myQers
 atas fasilitas Internet, pesawat telepon, pulsa telepon, modem dan komputer.

Namun sekarang saya buktikan bahwa kausalita takdir masing-masing kita ini
 saling berkaitan (paralel) :

Coba anda bayangkan, bila saja orang yang bernama Thomas Alpha Edison, James
 Watt, Abraham Lincoln Bell, Bill Gates tidak pernah terlahir didunia ini
 atau katakanlah mereka terlahir namun tidak menjadi seperti sekarang ini ...
 kira-kira, apakah saat ini kita bisa saling berkenalan seperti ini melalui
 internet ? Apakah kira-kira peradaban kita sekarang ini sama seperti yang
 kita jalani saat ini ?

Jawabnya tidak !
Oleh karena mereka ada dan oleh karena hasil kreatifitas mereka maka dunia
 bisa menjadi seperti ini, kita tidak perlu lagi berkirim surat melalui
 burung merpati, kita tidak juga perlu lagi mempelajari ilmu telepati karena
 kehadiran pesawat telepon yang membuat komunikasi bisa terjadi antara 2
 orang atau lebih dari tempat yang sangat berjauhan sekalipun, bahkan kita
 tidak perlu repot memikirkan bagaimana caranya bisa menerima telepon saat
 sedang berada dijalan raya sebab handphone sudah pula terlahir.

Kita tidak juga bingung membuat sistem pengarsipan manual yang menumpuk
 kertas sebab sudah ada komputer dan sudah ada pula bermacam aplikasi, bahasa
 pemrograman dan sarana-sarana penunjang lainnya diciptakan orang.

Bahkan untuk belajar agamapun kita tidak perlu jauh-jauh datang ketanah Arab
 hanya untuk mempelajari Tafsir al-Mizan, Tafsir at-Thabari, kitab-kitab
 Hadis dan sebagainya dan seterusnya sebab dengan adanya komputer dan
 Internet maka kita bisa mempelajarinya bahkan sambil menonton televisi
 dirumah ditemani secangkir kopi susu dan di-iringi musi lembut Diego Modena
 lewat Imploranya.

Contoh lain, bila kita menebangi hutan terus-terusan maka karena sebab itu
 akan mengakibatkan terjadi banjir, tanah longsor dan sebagainya yang bisa
 saja merugikan orang lain. Begitu pula jika kita ingin anak dan istri kita
 sholeh, ya harus ada proses pembelajaran bagi mereka dan harus pula ada
 contoh dari orang yang paling dekat dengan mereka.

Kesimpulannya, dengan sebab takdir orang lain maka kitapun bisa menentukan
 takdir pada diri kita masing-masing, mau apa, mau jadi bagaimana diri kita,
 mau sebejat apa atau mau seshaleh apa, mau berjalan keneraka atau berjalan
 kesurga dan lain sebagainya.

Ini semua membuktikan bahwa hidup adalah suatu rangkaian yang saling
 berhubungan sampai pada titik paling kecil sekalipun, baik disadari maupun
 tidak disadari.

Karenanya Allah berfirman :

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah
 keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. - Qs. 13 ar-Ra'd 11

Lalu pertanyaan lainnya sekarang : Seberapa jauh intervensi Allah terhadap
 kebebasan manusia dalam menentukan sikap dan hidupnya ?

Jawaban dari pertanyaan ini akan kembali pada sejauh mana kausalitas pada
 diri kita telah kita maksimalkan kearah yang positip, menuju kreativitas
 yang menciptakan hubungan sebab-akibat bagi diri dan sejarah orang lain.

Allah tidak menginginkan seseorang menjadi jahat, bukti bahwa Dia sudah
 mengutus banyak Nabi dan Rasul-Nya, sudah mengutus para mujahid-mujahid yang
 memberikan pencerahan disetiap jaman dan tempat sebagai jalan (sebab-akibat)
 orang lain untuk berbuat baik dan meninggalkan kejahatan.

Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu
 berbuat dosa. -Qs. al-Baqarah  2:276 Dia telah menetapkan atas diri-Nya
 kasih sayang. -Qs. al-An'am 6:12

Akan halnya seorang penjahat tetap menjadi penjahat, seorang penzinah tetap
 menjadi penzinah, seorang pengkhianat tetap menjadi pengkhianat itu bukan
 karena Allah mentakdirkan dirinya harus seperti itu, sebab sekali lagi ini
 adalah akibat dari sebab yang dia lakukan sendiri :

Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri
 mereka sendiri. -Qs. ali Imran 3:117

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarah, dan
 jika ada kebajikan sebesar zarah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan
 memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. -Qs. an-Nisa' 4:40

Semuanya berlaku sama,

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (kehendak Allah [nilai-nilai
 positip]), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk dirinya sendiri; dan
 barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi dirinya sendiri.
 Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak
 akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul. -Qs. 17 al-Israa' :15

Kita semua dilahirkan dengan membawa sifat baik dan buruk, ini fitrah
 (sesuatu yang natural) sebagai bekal dan bukti kemanusiawian kita, saat kita
 hanya dibekali dengan sifat yang baik saja maka ini bukan fitrah dan tentu
 kita bukan manusia, begitupula bila kita hanya dibekali sifat buruk saja
 maka itupun bukan fitrah.

Fitrahnya kita ya seperti ini, tinggal lagi mau bagaimana kita memprogram
 fitrah yang ada.

Jika anda yakin hidup anda akan happy ending maka berupayalah agar itu bisa
 menjadi terwujud, kejar dan cari takdir tersebut dari sekian juta atau
 sekian milyar takdir-takdir anda yang ada di Lauhful Mahfudz.

Allah memang merencanakan semua makhluk-Nya berakhir bahagia, akan tetapi
 Allah memberikan kebebasan bagi manusia untuk tetap menentukan model bahagia
 seperti apa dan akhir yang bagaimana yang dia inginkan.

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.
 -Qs. al-Baqarah 2:185

Rencana Allah tidak berjalan dengan mengabaikan hukum-hukum yang pun sudah
 ditetapkan-Nya sendiri.

Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu
 sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah
 Allah. -Qs. 33:62

Kita berdoa dan berusaha dalam hidup ini agar semua modul-modul dari semua
 sintaksis pemrograman Allah yang teramat sangkat kompleks ini berjalan
 dengan baik, kita berdoa agar Allah memberikan bantuan (mengintervensi) atas
 semua usaha yang kita lakukan dengan memberikan jalur link pada hukum
 sebab-akibat yang baik, sholeh dan positip.

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka
 dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami
 tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.Tiap-tiap manusia
 terikat dengan apayang dikerjakannya. -Qs. 52 ath-Thuur :21

Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku,
 maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka
 beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. -Qs. 2
 al-Baqarah: 186

Jika saya boleh menganalogikan dengan dunia saya sehari-hari, maka orang yang
 mengabaikan doa adalah orang yang tidak mengerti proses hukum yang berlaku,
 dia terjebak dalam logika pengulangan (looping) If ... Then...Else yang
 tidak berakhir dengan kata End If, bagaikan seorang Web Master yang setelah
 selesai membangun sebuah website yang bagus tetapi dia bingung harus membuat
 link kesitus yang mana sebab dia tidak menjalin hubungan komunikasi dan
 kerjasama dengan Web Master lain dan dia akan berkutat dalam situsnya
 sendiri hingga siapapun yang berkunjung kesana pasti akan menemukan
 kebosanan saja, itulah makanya Allah menyebut orang yang demikian sebagai
 orang yang sombong.

Dan berbuat baiklah (lakukanlah kerjasama dan jalinlah komunikasi yang
 harmonis) kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim,
 orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman
 sejawat, ibnu sabil dan orang-orang dalam tatahukummu Sesungguhnya Allah
 tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. -Qs.
 an-Nisa' 4:36


Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah
 kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri". -Qs. an-Naml 27:31

Wassalam.,

Armansyah
http://armansyah.swaramuslim.net

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~

Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
 bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan,  Dia ciptakan manusia dari
 segumpal darah.  Bacalah karena Tuhanmu itu sangat mulia; Yang mengajar
 dengan Qalam.  Dia mengajar manusia apa yang mereka tidak tahu -Qs. 96
 al-alaq : 1 - 5

Anda menerima posting ini berarti anda tergabung dalam "Milis_Iqra".
Untuk bergabung dimilis ini silahkan kirim email ke :
 [EMAIL PROTECTED] Untuk berhenti berlangganan maka kirim email
 [EMAIL PROTECTED] Informasi lebih lanjut silahkan
 kunjungi  http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
 -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

-------------------------------------------------------




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
Assalamu'alaykum Wr. Wb.,
 
TAKDIR
Oleh : Armansyah
 
Takdir adalah ketentuan yang sudah diatur dan ditetapkan oleh Allah yang Maha Kuasa terhadap semua ciptaan-Nya, mulai dari makhluk terkecil hingga makhluk terbesar, mulai dari yang tampak maupun yang tidak nampak oleh mata lahiriah kita, sejak yang paling-paling baik sampai yang paling-paling buruk.
 
Seorang manusia sejak ia ditakdirkan untuk terlahir dan menjadi ada dia sudah memilki jalan hidup ataupun takdir yang jutaan atau mungkin malah milyran jumlahnya.
Masing-masing takdir ini berbeda satu dengan yang lain tergantung dari langkah maupun sikap yang dikerjakan. Disini hukum kausalitas atau sebab-akibat mulai berlaku.
 
Jika saya tampar muka saya sendiri konsekwensinya saya pasti merasakan sakit akibat tamparan tersebut, demikian kira-kira contoh hukum sebab-akibat.
 
Pada masa pemerintahan Umar Bin Khatab, pernah suatu waktu beliau akan mengadakan kunjungan kesuatu daerah, namun tiba-tiba  dia mendapat kabar dari salah seorang sahabat bahwa daerah yang akan dia kunjungi tersebut ditimpa oleh bencana penyakit kulit yang menular.

Khalifah menunda kunjungannya kedaerah tersebut hingga penyakit tersebut dapat teratasi. Sikap Khalifah Umar ini mendapatkan cukup banyak pertanyaan dari para sahabat lainnya. Pertanyaan mereka kira-kira seperti ini : Apakah tuan sudah tidak percaya kepada takdir Allah sehingga takut terkena penyakit menular tersebut ?

Khalifah Umar menjawab : "Aku bukan tidak percaya kepada takdir Allah. Manusia tidak dapat berlari dari Kausalita yang berlaku. Hanya saja manusia dapat memilih takdir mana yang akan dia tempuh. Aku menghindari takdirku dari terkena penyakit menular untuk memasuki takdirku yang lain."

Sebelumnya, jauh diwaktu Nabi sendiri masih hidup, beliau pernah menegur seorang sahabatnya yang begitu ingin bergegas mengerjakan Sholat didalam masjid sehingga begitu turun dari kuda dia langsung masuk begitu saja tanpa menghiraukan hewan peliharaannya tersebut.

Ketika ditanya Nabi mengapa orang tersebut melepaskan kudanya begitu saja tanpa merasa takut kehilangannya, orang itu menjawab bahwa dia percaya kepada Allah, dia pasrah apapun yang akan terjadi.

Perbuatannya ini tidak dibenarkan oleh Nabi.
Dia menyuruh orang itu untuk terlebih dahulu menambatkan kuda sebagaimana mestinya, agar tidak lepas dan hilang baru kemudian menyerahkan kepada Allah segala ketentuan lainnya. Jika setelah kuda itu ditambatkan dalam pengertian dicarikan upaya agar tidak hilang dan lepas namun masih juga hilang nantinya .... maka itu baru takdir Allah yang pun tidak terlepas dari takdir-takdir lain yang berjalan paralel didalam kehidupan ini.
 
Mungkin anda tertawa jika saya mengatakan kausalita takdir anda tergantung dengan kausalita takdir saya, bagaimana bisa ? kita sendiri baru berkenalan sekarang dan inipun hanya melalui tulisan yang dijembatani oleh milis myQers atas fasilitas Internet, pesawat telepon, pulsa telepon, modem dan komputer.
 
Namun sekarang saya buktikan bahwa kausalita takdir masing-masing kita ini saling berkaitan (paralel) :
 
Coba anda bayangkan, bila saja orang yang bernama Thomas Alpha Edison, James Watt, Abraham Lincoln Bell, Bill Gates tidak pernah terlahir didunia ini atau katakanlah mereka terlahir namun tidak menjadi seperti sekarang ini ... kira-kira, apakah saat ini kita bisa saling berkenalan seperti ini melalui internet ? Apakah kira-kira peradaban kita sekarang ini sama seperti yang kita jalani saat ini ?
 
Jawabnya tidak !
Oleh karena mereka ada dan oleh karena hasil kreatifitas mereka maka dunia bisa menjadi seperti ini, kita tidak perlu lagi berkirim surat melalui burung merpati, kita tidak juga perlu lagi mempelajari ilmu telepati karena kehadiran pesawat telepon yang membuat komunikasi bisa terjadi antara 2 orang atau lebih dari tempat yang sangat berjauhan sekalipun, bahkan kita tidak perlu repot memikirkan bagaimana caranya bisa menerima telepon saat sedang berada dijalan raya sebab handphone sudah pula terlahir.
 
Kita tidak juga bingung membuat sistem pengarsipan manual yang menumpuk kertas sebab sudah ada komputer dan sudah ada pula bermacam aplikasi, bahasa pemrograman dan sarana-sarana penunjang lainnya diciptakan orang.
 
Bahkan untuk belajar agamapun kita tidak perlu jauh-jauh datang ketanah Arab hanya untuk mempelajari Tafsir al-Mizan, Tafsir at-Thabari, kitab-kitab Hadis dan sebagainya dan seterusnya sebab dengan adanya komputer dan Internet maka kita bisa mempelajarinya bahkan sambil menonton televisi dirumah ditemani secangkir kopi susu dan di-iringi musi lembut Diego Modena lewat Imploranya.
 
Contoh lain, bila kita menebangi hutan terus-terusan maka karena sebab itu akan mengakibatkan terjadi banjir, tanah longsor dan sebagainya yang bisa saja merugikan orang lain. Begitu pula jika kita ingin anak dan istri kita sholeh, ya harus ada proses pembelajaran bagi mereka dan harus pula ada contoh dari orang yang paling dekat dengan mereka.
 
Kesimpulannya, dengan sebab takdir orang lain maka kitapun bisa menentukan takdir pada diri kita masing-masing, mau apa, mau jadi bagaimana diri kita, mau sebejat apa atau mau seshaleh apa, mau berjalan keneraka atau berjalan kesurga dan lain sebagainya.
 
Ini semua membuktikan bahwa hidup adalah suatu rangkaian yang saling berhubungan sampai pada titik paling kecil sekalipun, baik disadari maupun tidak disadari.
 
Karenanya Allah berfirman :
 
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. - Qs. 13 ar-Ra'd 11
 
Lalu pertanyaan lainnya sekarang : Seberapa jauh intervensi Allah terhadap kebebasan manusia dalam menentukan sikap dan hidupnya ?
 
Jawaban dari pertanyaan ini akan kembali pada sejauh mana kausalitas pada diri kita telah kita maksimalkan kearah yang positip, menuju kreativitas yang menciptakan hubungan sebab-akibat bagi diri dan sejarah orang lain.
 
Allah tidak menginginkan seseorang menjadi jahat, bukti bahwa Dia sudah mengutus banyak Nabi dan Rasul-Nya, sudah mengutus para mujahid-mujahid yang memberikan pencerahan disetiap jaman dan tempat sebagai jalan (sebab-akibat) orang lain untuk berbuat baik dan meninggalkan kejahatan.
 
Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. -Qs. al-Baqarah  2:276
Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. -Qs. al-An'am 6:12
 
Akan halnya seorang penjahat tetap menjadi penjahat, seorang penzinah tetap menjadi penzinah, seorang pengkhianat tetap menjadi pengkhianat itu bukan karena Allah mentakdirkan dirinya harus seperti itu, sebab sekali lagi ini adalah akibat dari sebab yang dia lakukan sendiri :
 
Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. -Qs. ali Imran 3:117
 
Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan sebesar zarah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. -Qs. an-Nisa' 4:40
 
Semuanya berlaku sama,
 
Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (kehendak Allah [nilai-nilai positip]), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul. -Qs. 17 al-Israa' :15
 
Kita semua dilahirkan dengan membawa sifat baik dan buruk, ini fitrah (sesuatu yang natural) sebagai bekal dan bukti kemanusiawian kita, saat kita hanya dibekali dengan sifat yang baik saja maka ini bukan fitrah dan tentu kita bukan manusia, begitupula bila kita hanya dibekali sifat buruk saja maka itupun bukan fitrah.
 
Fitrahnya kita ya seperti ini, tinggal lagi mau bagaimana kita memprogram fitrah yang ada.
 
Jika anda yakin hidup anda akan happy ending maka berupayalah agar itu bisa menjadi terwujud, kejar dan cari takdir tersebut dari sekian juta atau sekian milyar takdir-takdir anda yang ada di Lauhful Mahfudz.
 
Allah memang merencanakan semua makhluk-Nya berakhir bahagia, akan tetapi Allah memberikan kebebasan bagi manusia untuk tetap menentukan model bahagia seperti apa dan akhir yang bagaimana yang dia inginkan.
 
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. -Qs. al-Baqarah 2:185
 
Rencana Allah tidak berjalan dengan mengabaikan hukum-hukum yang pun sudah ditetapkan-Nya sendiri.
 
Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. -Qs. 33:62
 
Kita berdoa dan berusaha dalam hidup ini agar semua modul-modul dari semua sintaksis pemrograman Allah yang teramat sangkat kompleks ini berjalan dengan baik, kita berdoa agar Allah memberikan bantuan (mengintervensi) atas semua usaha yang kita lakukan dengan memberikan jalur link pada hukum sebab-akibat yang baik, sholeh dan positip.
 
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.Tiap-tiap manusia terikat dengan apayang dikerjakannya. -Qs. 52 ath-Thuur :21
 
Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. -Qs. 2 al-Baqarah: 186
 
Jika saya boleh menganalogikan dengan dunia saya sehari-hari, maka orang yang mengabaikan doa adalah orang yang tidak mengerti proses hukum yang berlaku, dia terjebak dalam logika pengulangan (looping) If ... Then...Else yang tidak berakhir dengan kata End If, bagaikan seorang Web Master yang setelah selesai membangun sebuah website yang bagus tetapi dia bingung harus membuat link kesitus yang mana sebab dia tidak menjalin hubungan komunikasi dan kerjasama dengan Web Master lain dan dia akan berkutat dalam situsnya sendiri hingga siapapun yang berkunjung kesana pasti akan menemukan kebosanan saja, itulah makanya Allah menyebut orang yang demikian sebagai orang yang sombong.
 
Dan berbuat baiklah (lakukanlah kerjasama dan jalinlah komunikasi yang harmonis) kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan orang-orang dalam tatahukummu Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. -Qs. an-Nisa' 4:36

 
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri". -Qs. an-Naml 27:31
 
Wassalam.,
 
Armansyah
http://armansyah.swaramuslim.net

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~

Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan,  Dia ciptakan manusia dari segumpal darah.  Bacalah karena Tuhanmu itu sangat mulia; Yang mengajar dengan Qalam.  Dia mengajar manusia apa yang mereka tidak tahu -Qs. 96 al-alaq : 1 - 5  

Anda menerima posting ini berarti anda tergabung dalam "Milis_Iqra".
Untuk bergabung dimilis ini silahkan kirim email ke : [EMAIL PROTECTED]
Untuk berhenti berlangganan maka kirim email [EMAIL PROTECTED]
Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi  http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke