Note: forwarded message attached.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
__._,_.___
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
SPONSORED LINKS
| Philosophy beauty product | Philosophy | Philosophy beauty |
| Philosophy of | Philosophy amazing grace |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
--- Begin Message ---
Buat sdr Umar AlHabsyi...yg dibawah itu (Katakan Dengan Bunga-1) adalah tulisan saya (perempuan-istri)Buat Sdr Penebar Hikmah (Akhi Alkaf)..kok malah di-copy-paste di sini? tapi gpp lah..cuma, itu ada sambungannya yaitu sbb:Katakan Dengan Bunga-2Saya teringat lagi pada diskusi teman-teman di kantor. Seorang teman bercerita tentang isterinya yang baru saja selesai membaca biografi Imam Khomeini. Lalu, isterinya protes, mengapa suaminya tidak meneladani Imam Khomeini yang rajin membantu pekerjaan rumah tangga isterinya, mengambil sendiri makanannya di dapur (tidak usah disediakan segala di atas meja), dan mencuci sendiri piringnya. Teman saya ini menjawab dengan logika nakal, Lho . Imam Khomeini itu orang besar. Kalau aku bisa kayak dia, nanti dia akan setara dengan aku, bukan orang besar lagi. Kasihan kan?Walhasil, sepertinya, tugas-tugas domestik adalah milik perempuan. Pendapat senada dikemukakan John Gray dalam buku best-sellernya Man Are From Mars, Women Are From Venus, yang di Amerika Serikat saja sudah terjual 11 juta copy dan telah diterjemahkan ke 40 bahasa dunia. Ia menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan adalah dua makhluk berbeda, dengan karaktestik dan kecenderungan yang berbeda, dan akhirnya, dengan tugas-tugas yang berbeda pula. Gray mengajukan tesis bahwa dengan memahami perbedaan jenis ini, laki-laki dan perempuan akan menerima posisi dan fungsinya masing-masing, sehingga perkawinan bisa lebih langgeng. Atas buku ini, Gray sampai dituduh telah mendorong kaum perempuan dalam rumah tangga ke posisi 30 tahun yang lalu ( artinya, suami bekerja mencari uang dan isteri melakukan tugas-tugas domestik).Dr. John Gottman, seorang profesor psikologi dari University of Washington dan penulis buku The Seven Principles for Making Mariage Work, justru menolak tesis Gray. Menurutnya, laki-laki bukanlah dari Mars dan perempuan bukan dari Venus. Adalah sangat penting untuk menyadari bahwa kita adalah sama, bahwa kita menjalankan prinsip yang sama, dan bahwa di akhir sebuah hari yang melelahkan, laki-laki dan perempuan mengharapkan perlakuan yang sama. Tentu saja, ada perbedaan, namun lebih berupa perbedaan selera/gaya. Sebagai contoh, laki-laki adalah pemecah persoalan yang tegas sedangkan perempuan fasilitator emosional. Tetapi kita berdua memiliki kesamaan perangai. Kita semua membutuhkan dukungan, cinta kasih, dan keinginan untuk didengar.Pendapat menarik lain tentang tugas domestik perempuan terdengan dari Iran. Awal bulan Desember 2003, Pemimpin Spritual Tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei berkunjung ke kota Zanjan. Dalam sebuah tatap muka dengan rakyat kota itu, seorang ibu menyampaikan keinginannya. Dia berharap, agar ibu rumah tangga diberi gaji oleh suaminya dengan alasan bahwa tugas-tugas domestik adalah sebuah pekerjaan, bukan tugas yang take it for granted buat kaum perempuan ( Di saat ia menyampaikan usulan itu, terdengar gaduh dari hadirin laki-laki).Ayatullah Khamenei dalam jawabannya mengatakan, Saya pribadi setuju dengan pemberian gaji buat kaum ibu, terserah kepada bapak-bapak, setuju atau tidak (hadirin laki-laki tertawa, hadirin perempuan serentak membaca shalawat). Pendapat bahwa pekerjaan ibu rumah tangga lebih rendah dari pada pekerjaan ibu-ibu yang bekerja diluar rumah, adalah salah. Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang paling sulit bagi kaum perempuan. Mengatur keluarga, mengurus anak, mengurus suami malah, yang satu ini lebih sulit dari mengurus anak (hadirin tertawa terbahak-bahak). Intinya, Ayatullah Khamenei menekankan agar pola pandang masyarakat (yang memandang bahwa tugas-tugas domestik sepenuhnya adalah beban kaum perempuan) harus diubah dan yang terpenting adalah mengembangkan sikap pesahabatan dalam rumah tangga.Artinya, saya pikir, poros segala sesuatu adalah keadilan. Bila ada seorang laki-laki dan perempuan menikah, di antara mereka harus ada komitmen yang adil, yang sesuai dengan situasi dan kondisi mereka. Seorang laki-laki tidak berhak mengklaim begitu saja bahwa ia menikah supaya ada yang mengurusi, yang artinya, dia tidak mau lagi campur tangan dalam urusan domestik, yang penting kerja, cari uang, titik. Bila waktunya memungkinkan, tidak ada salahnya sepulang dari kantor ia ikut cuci piring atau membersihkan rumah. Alasan capek bekerja di kantor tidak selalu bisa diterapkan di sini, karena pekerjaan di rumah bisa jauh lebih melelahkan. Namun, ada juga situasi ketika seorang bapak profesinya mengharuskan dia bekerja di luar rumah 20 jam sehari ( seperti seorang sopir taksi yang saya kenal di Iran, beban ekonominya yang berat membuatnya hanya punya waktu empat jam sehari untuk tidur). Dalam situasi seperti ini, tentu saja tidak adil bila di rumah, ia harus pula dibebani tugas-tugas domestik. Atau, bila dua orang, suami isteri sama-sama bekerja diluar rumah, dan tidak punya pembantu, tentu yang adil adalah, pekerjaan domestik dibagi rata.Keadilan seperti ini secara potensi sangat mungkin dilakukan. Kita banyak melihat koki-koki terkenal adalah laki-laki. Berarti, bukan aib bila laki-laki masuk dapur. Secara agama, sejarahpun menceritakan bahwa Rasulullah membantu isterinya menjahit sandalnya sendiri dan Imam Ali membantu Fatimah menggiling gandum (alhamduillah, kita sekarang tinggal beli tepung di warung, tidak perlu menggiling gandum lagi). Secara tenaga, apa lagi. Tenaga kaum laki-laki jelas lebih kuat dari pada perempuan. Bayangkan betapa lelahnya dari pagi sang isteri harus menyiapkan sarapan, memandikan anak-anak, membersihkan rumah, mengantar anak ke sekolah, membayar rekening, mencuci pakaian, mencuci piring, berbelanja, memasak (bahkan memikirkan apa yang harus dimasak hari inipun, sesuatu pekerjaan yang melelahkan bagi sebahagian orang), menyeterika, dan yang paling memusingkan: menghadapi kerewelan anak-anak. Belum lagi tugas utama yang memang diperintahkan agama, yaitu mendidik anak agar menjadi anak yang saleh. Sungguh sebuah pekerjaan yang amat melelahkan dan memerlukan tenaga besar, jauh lebih melelahkan daripada bekerja di kantor dan duduk seharian di balik meja. Adalah hal yang pantas bila kaum suami menyumbangkan sedikit tenaganya untuk membantu isterinya.Perlu diperhatikan, cinta bukanlah satu-satunya faktor yang membuat lenggengnya perkawinan. Menurut Susan Sprecher,PhD dari Illionis State University, banyak pasangan yang bercerai karena berkurangnya tingkat kepuasan dalam rumah tangga, bukan karena tidak lagi saling mencintai. Menurut Dr. Sprecher, dalam rumah tangga,kepuasan dan komitmen sama pentingnya, atau bahkan lebih penting dari pada cinta. Kemitmen adalah kesepakatan di antara kedua pihak tentang apa yang harus dilakukan dalam rumah tangga, bukan berupa perintah dan keharusan yang diterapkan oleh salah satu pihak.Bila seoang isteri memang rela dan sanggup melakukan semua pekerjaan domestik tanpa bantuan suami, tidak ada orang lain yang boleh memprotes (dengan alasan-alasan kesetaraan, emansipasi, feminisme, atau apa saja). Tapi, bila dia merasa berat dan kelelahan melakukan semua itu, harus dicari jalan keluarnya secara bersama, sesuai dengan kondisi dan situasi masing-masing keluarga. Kelelahan pada akhirnya akan menimbulkan kejenuhan, yang akan menjadi bom waktu yang mengancam keutuhan rumah tangga.Akhirnya, saya setuju dengan suami saya. Dia tak perlu merogoh kantong untuk membeli bunga. Bunga berupa perhatian, komitmen, dan keadilan di rumah jauh lebih membahagiakan
Ali reza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Akhir-akhir ini mas alkaf memang rada feminim...hehehehehehh
Umar Alhabsyi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Jadi bingung, sebenernya Penebar Hikmah ini laki atau perempuan ya ? Akhi Muhammad Zen memanggilnya "mas alkaf", mbak Dina memanggilnya dengan "akhi penebar hikmah". Tapi dari cerita dibawah, jelas bahwa ia seorang istri. hehehhe..<<Umar.A>>----- Original Message -----From: Penebar_Hikmah PujanggaSent: Friday, July 14, 2006 2:14 PMSubject: Re: [islamalternatif] EKSPRESIKAN RASA CINTAMU DENGAN BUNGA!
Katakan Dengan Bunga (1) Apr 14, '05 8:55 AM
for everyone
Berbisnis bunga-bungaan di Iran, agaknya akan memberi keuntungan besar. Betapa tidak, pemberian bunga sudah merupakan budaya yang amat melekat di dalam masyarakat di Negeri Para Mullah ini. Mau melamar, menengok orang sakit, menyambut kelahiran anak, ulang tahun, menjemput anak keluarga di bandara atau stasiun kereta api, bertamu, atau berbagai kesempatan lain, sudah menjadi kebiasaan untuk membawa minimalnya, setangkai bunga. Bahkan, murid-murid sekolah di hari pertama tahun ajaran baru, biasa membawa setangkai bunga untuk diserahkan kepada gurunya. Tak heran bila hampir disetiap sudut jalan,selalu saja ada kios penjual bunga segar. Bahkan pedagang asongan di lampu merahpun banyak yang menjajakan bunga. Entah mengapa orang-orang Iran punya kebiasaan ala orang bule ini. Mungkin karena mereka dulu pernah dijajah Inggeris.Kami-kami orang Melayu di Iran, bahkan yang di Indonesia-nya hidup didesapun, ikut-ikutan kebiasaan membawa bunga ini. Teman saya melahirkan, suaminya membawa karangan bunga ke rumah sakit. Ketika suami teman saya pulang dari haji, teman saya membawa bunga ke bandara. Akhirnya, saya juga ingin di beri bunga oleh suami saya. Tapi, ketika saya melahirkan, ulang tahun,atau apa saja, tak pernah ia memberi bunga ( bahkan sudah disindir-sindir sekalipun). Satu-satunya bunga yang pernah diberikan kepada saya ( mungkin yang pertama dan terakhir) adalah ketika terjadi sesuatu hal (maaf,rahasia). Itupun, hanya setangkai, tanpa daun, tanpa hiasan apapun, dan diletakkan begitu saja di biotol bekas solf-drink ukuran family.Di Iran, Hari Ibu dan Hari Perempuan di Iran yang jatuh tanggal 20 Jumadist-Tsani, bertepatan dengan hari kelahiran Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW. Beberapa hari menjelang hari itu, saya sudah menyindir suami saya mengenai hadiah dan setangkai bunga. Tapi ia cuek saja,. Ketika Hari Ibu datang, tak ada hadiah, tak ada setangkai bunga. Akhirnya, dengan kesal, saya protes. Tidak romantislah, inilah , itulah. Lalu suami saya menjawab dengan panjang lebar yang membuat saya juga jadi tersenyum lebar.Ma, apa kamu lupa? Tiap kali kita pulang kantor sama-sama lelah, tapi aku membiarkan kamu tidur sejam dua jam, sementara aku menjaga Kirana. Ketika kamu bangun, sering kali, makan malam sudah tersedia. Kalau kau lagi mood menulis, aku membiarkan kamu berjam-jam duduk di depan komputer, sementara aku bermain dengan Kirana. Kalau kita berebut chanel TV, aku lebih sering mengalah (kecuali kalau Barcelona yang main). Kalau kau tak sempat menyeterika bajuku, aku sendiri, tanpa mengomel, menyeterikanya. Kalau di rumah cucian baju dan piring sama-sama menumpuk, aku membantumu mencucikan salah satunya. Tiap hari buatmu adalah Hari Ibu. Tiap hari aku mengistimewakanmu. Apa sih artinya setangkai bunga yang hanya berharga 300-an tuman ( sekitar 3000 rupiah) bila dibandingkan dengan semua pengorbananku!?Mungkin memang saya ini termasuk isteri yang banyak mengeluh. Tapi, menurut penelitian di Ohio States University, para isteri memang cenderung lebih banyak mengeluh dari pada suami. Namun, ini bukan karena masalah gender, melainkan karena di dalam sebahagian besar perkawinan, kaum isteri lebih banyak mendapatkan sesuatu dengan cara mengeluh dan meminta keadilan yang lebih besar. Sementara para suami lebih diuntungkan ketika sesuatunya berada dalam status quo.NB: Terima kasih saudari Dina ats tanggapannya...ini saya postingkan apa yg Anda isyaratkan sbg bermanfaat bagi semua...utamanya mrk (baca: para suami) yang tidak akrab dg pemberian bunga...Tentu bagi Anda yg belum pernah memberi bunga, tdk ada kata terlambat utk melakukannga sekarang juga...
dina sulaeman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:.![]()
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
dinasulaeman
http://bundakirana.multiply.com
Sneak preview the all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just radically better.
--- End Message ---
