Kemarau, Petani & Ilmu Padi
 
Musim panas untuk beberapa tempat di Indonesia sudah dimulai, beberapa daerah mulai mengalami kekeringan. Tanah pertanian terutama sawah-sawah mulai retak, padipun meradang, karena banyak yang puso. Para petani ditimpa kemalangan karena musim panen kali ini gagal, padahal banyak sawah yang sudah ditanam padi.
 
Sungguh mengenaskan nasib petani terutama untuk yang  tanah garapannya adalah tanah tadah hujan, air hanya mengalir pada saat musim hujan saja, apabila musim kemarau datang seperti sekarang terpaksa harus menggantikan tanaman yang ditanam, seperti palawija ataupun tanaman lain yang keperluan  kadar airnya tidak banyak.
 
Untuk mengatasi masalah kemarau ini diantaranya adalah dengan membuat hujan buatan, membuat jalur pengairan baru, ataupun membuat sumur (sumber air) baru. Sayangnya biayanya besar, dikerjakan sendiri oleh petani biayanya tak terjangkau, minta bantuan pemerintah rasanya pemerintahpun masih konsentrasi pada bencana alam yang lain.
 
Jarum jam terus berputar, solusi diatas belum dapat dilaksakan sampai detik ini. Masih ada solusi lain, yaitu minta kepada roh penguasa jagad seperti yang leluhur kita lakukan sebelumnya. Ritual tradisipun mulai digelar kekuatan dukun dengan pengorbanan darah pun digelar demi turunnya sang hujan. Disaat kemarau seperti ini aku baru teringat akan binatang pemanggil hujan dialah sang kodok!  Sang Kodok kemana larinya dikau ? Kenapa engkau tidak melakukan pekerjaanmu memanggil hujan? Apakah engkau takut bersuara lantaran  kalau engkau bersenandung justru akan diburu para pemburu kodok?
 
Kesetimbangan alam mulai goyah, irama alam terdengar fals karena perilaku mahluk hidup didalamnya yang berbuat semena-mena. Logika menyelimuti akal fikiran. Otak adalah diraja terhadap tubuh kita.
 
Kita mulai melupakan Dzat Yang Maha Kuasa, yang mampu mengucurkan air hujan dari langit. Kita hanya mengakui jawaban akal. Buat sumur baru atau membuat kali yang baru untuk irigasi dan air minum. Memang tak bisa dipungkiri bahwa salah satu kekuatan kemanusiaan yang menjadikan manusia dapat membekali dirinya dalam merealisasikan daya upaya adalah kekuatan rasio dan daya nalar, tetapi daya tersebut tidak bisa menjamin bahwa daya persepsi itu akan dapat mengantarkan manusia kepada kesempurnaan yang dicari dan dikehendaki. Satu-satunya syarat yang dapat dianggap menjamin kebahagiaan manusia adalah kondisi ketika keinginan luhur dan rasa kehambaan kepada Tuhan mendominasi dan berkuasa atas dirinya. Beranjak dari kenyataan tersebut, wahyu sangat dibutuhkan keberadaannya disamping sistematika komprehensif yang bersumber dari wahyu tersebut.
 
Mumpung belum terlambat, bersumber kepada wahyu  mari kita berdoa bersama minta kepada Allah SWT agar hujan turun dari langit dan  membasahi persada bumi nusantara. Bagi yang muslim terutama para kyai atau ajengan kenapa tidak mengajak umatnya untuk melakukan shalat bersama-sama minta hujan (shalat Istisqo)? Syariatnya sudah ada, kenapa mulai dilupakan?  Mudah-mudahan Allah SWT mengabulkannya dengan menurunkan hujan untuk para petani yang membutuhkannya. Amin.
 
                   -o0o-
 
Tumbuhan padi adalah tumbuhan yang kehidupannya bergantung pada air. Dalam kondisi terpaksa padi bisa juga  hidup pada tanah dengan sedikit air  tapi sayangnya  hasilnya tidak maksimum dan rasa berasnya keras bila dikunyah, di Jawa orang menyebutnya padi gaga.
 
Di kalangan para spiritual,  tanaman padi adalah sebagai ikon dalam mencari ilmu, ada satu peribahasa yang menjelaskan bahwa ibarat padi makin berisi makin merunduk.
Yang dimaksud ilmu padi tersebut, mengibaratkan bahwa biasanya orang yang berilmu justru merendah (tidak sombong) karena kepandaiannya yang dia miliki.
 
Ilmu manusia diperoleh dengan dua metode, pertama yaitu dengan proses belajar manusiawi dan metode ke dua dengan belajar ilahiah. Metode belajar manusiawi adalah metode yang diperoleh melalui panca indera, menggunakan akal sebagai landasannya.
 
Ilmu yang berpusat pada dasar jiwa dengan kuat bisa diibaratkan dengan benih padi yang tumbuh diatas bumi. Sementara proses belajar mengajarnya adalah proses pengeluaran benda-benda itu dari bentuk benih ke bentuk aktual.
 
Perumpamaan jiwa orang yang belajar (murid) dengan jiwa orang yang mengajar (guru) adalah laksana bumi dengan petani. Sementara ilmu itu seperti benih dan aktivitas belajar mengajar seperti pertumbuhan tumbuhan. Maka jiwa orang yang belajar sempurna itu ibarat pohon padi yang telah berisi padi.
 
Proses yang kedua adalah proses belajar Ilahiah, proses ini adalah proses wahyu, yaitu jika jiwa telah sempurna zatnya dimana telah hilang kotoran-kotoran tabiat dari jiwa, daki kerakusan dan angan-angan. Jiwa menyerap Tuhannya, kehendaknya, berpegang pada kualitasNya, bertumpu pada kegunaanNya dan bias cahaya-Nya. Allah SWT dengan kebaikan pertolonganNya menerima jiwa dengan pernerimaan total, memandang jiwa dengan pemandangan ketuhanan, menjadikannya sebagai telaga, sebagai tinta yang mengukir segenap ilmu.
 
"Dan telah mengajarkan (Allah) kepadamu apa yang belum kamu ketahui," (QS. Al Nisa [4] :113).
 
Proses belajar Ilahiah ini diberikan kepada para Nabi dan Rasul.
 
Lalu bagaimana dengan manusia biasa? Menurut Al Ghazali, tempat ilmu adalah kalbu, yaitu al lathifah (yang halus) yang mengatur seluruh anggota badan yang turut dan tunduk kepadanya. Untuk memperoleh ilmu tersebut secara epistemologi (bagaimana metode memperolehnya), yaitu dengan cara ilham ilahi melalui inisiatif (mubada'ah) dan penyingkapan (mukasyafah), ilmu ini disebut ilmu ilham bagi manusia biasa (Ilmu ladunni).
 
Bagi Al Ghazali, sampainya hakikat yang diketahui ke dalam benda bagaikan benda dengan cermin. Tiga komponen yang harus ada, yaitu cermin, benda, dan sampai bayangan terhadap cermin. Demikian juga ilmu; ada kalbu, ada hakikat sesuatu, serta sampai hadirnya hakikat sesuatu ke dalam kalbu. Yang mengetahui adalah kalbu dimana hakikat sesuatu bertempat padanya. Yang diketahui adalah hakikat segala sesuatu. Ilmu itu sendiri adalah hadirnya bayangan sesuatu ke dalam cermin kalbu. Kalbu sendiri adalah cermin yang siap terbuka padanya hakikat segala sesuatu.
 
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com __._,_.___

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************





SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
Philosophy of Philosophy amazing grace


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke