saudara agussyafii
masalah etika/kesopanan itu bukan untuk tuhan, tapi untuk di antara manusia.
karena perbuatan apa saja yang dilakukan oleh manusia masih tetap dalam tatanan yang sopan menurut tuhan. contoh bila anda menutup aurat, ketika sholat, apakah itu untuk tuhan, jelas jawabannya "tidak" tapi adalah kesopanan di antara manusia ketika menghadap tuhan, dan bukan untuk tuhan sendiri. bahkan anda sholat telanjang pun tidak menjadi masalah. karena tuhan tidak melihat pakaian anda ketika sholat tapi hati anda.
begitu juga bila anda memindahkan barang seseorang kekantong anda, kalau anda mendapat izinnya tidak akan menjadi masalah, namun sebaliknya bila anda tidak mendapatkan izin, maka anda dikatakan "maling" sebenarnya etika "baik itu dalam berdo'a" bukan untuk tuhan, tapi untuk manusia, atau untuk sesama manusia.
agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Adab Berdoa
Pergaulan manusia mengenal apa yang disebut sopan santun, etika atau
adab. Orang yang bergaul secara beradab biasanya lancar dalam
bertransaksi, sebaliknya orang yang tidak beradab sering mengalami
kesulitan yang tidak perlu terjadi. "Pergaulan" manusia dengan
Tuhannya, terlebih ketika sedang mengajukan permohonan atau berdoa,
tentulah ada adabnya, ada etikanya. Tanpa adab, boleh jadi doa
manusia tak di dengar.
Menurut Imam Ghazali dalam Ihya' `Ulum ad Din, ada sepuluh adab yang
harus diperhatikan ketika seseorang berdoa kepada Allah.
Pertama, pilih waktu yang tepat untuk mengajukan doa. Waktu-waktu
yang tepat untuk berdoa antara lain: (1) hari wukuf di Arafah, (2)
dalam bulan Ramadlan, (3) pada hari Jum'at, (4) waktu sahur, yakni
tengah malam menjelang fajar.
Kedua, pilih saat yang baik. Sangat baik orang berdoa ketika: (1)
sedang berada di medan perang jihad, (2) ketika sedang turun hujan,
(3) ketika pas mendengar iqamat salat fardu, (4) ketika usai salat,
(5) ketika sedang menjalankan ibadah puasa, (6) ketika hati dalam
keadaan bening, ikhlas, (7) ketika sedang sujud salat.
Ketiga, usahakan berdoa sambil menghadap kiblat dan menengadahkan
tangan ke atas.
Keempat, merendahkan suaranya, antara terdengar dan tidak (oleh
telinga).
Kelima, jangan memaksakan diri menggunakan kalimat-kalimat puitis.
Keenam, Hendaknya berdoa sambil menunduk, merendah, cemas tetapi
berharap dikabulkan.
Ketujuh, yakinlah bahwa Tuhan mendengar dan akan mengabulkan doa
kita.
Kedelapan, usahakan mengulang doa, sekurang-kurangnya tiga kali.
Kesembilan, memulai doa dengan pujian kepada Allah, jangan langsung
meminta sesuatu.
Kesepuluh, di samping etika lahir, hendaknya memelihara adab batin,
antara lain (1) serius bertaubat, (2) tidak melakukan kejahatan, dan
(3) penuh perhatian kepada Allah.
Wassalam,
agussyafii
http://mubarok-institute. blogspot. com
Groups are talking. We´re listening. Check out the handy changes to Yahoo! Groups. __._,_.___
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
SPONSORED LINKS
| Philosophy beauty product | Philosophy | Philosophy beauty |
| Philosophy of | Philosophy amazing grace |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
