--- In [email protected], verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> CSFTS : Filsafat Babi VS Filsafat Ayam
> 
> Pernah ada seorang sufi bertandang ke negara Paman Sam. Disana dia 
ditanya 
> perihal kenapa babi diharamkan oleh Tuhannya umat Islam padahal 
daging babi 
> itu enak sekali rasanya. Kenapa yang enak-enak itu yang dilarang?
> 
> Menjawab pertanyaan pelik itu sang sufi sulit sekali untuk 
menjawabnya 
> karena yang bertanya adalah seorang akademisi yang maunya dijawab 
secara 
> ilmiah dan logis.
> 
> Sesuatu yang dilarang oleh agama tentu kewajiban bagi penganutnya 
untuk 
> mematuhinya, karena itu adalah kebenaran normatif, yang mau 
ataupun  tidak 
> mau penganutnya harus tunduk dan patuh.
> 
> Karena mendapat desakan pertanyaan tersebut secara terus menerus 
akhirnya 
> sang sufi menjawab "Bila anda memang memerlukan jawabannya, kalau 
tidak 
> berkeberatan tolong siapkan babi jantan dan betina beberapa pasang 
dan ayam 
> beberapa pasang.... dan bawa binatang-binatang tersebut  kemari..." 
ujar 
> sang sufi.
> 
> Akhirnya dibawakanlah apa yang diinginkan sang sufi. Satu persatu 
babi dan 
> ayam itu dilepaskan, ada babi betina yang dikerubuti babi jantan 
untuk 
> dikawin bergiliran, sementara itu ayam berbeda dengan babi setelah 
salah 
> seekor ayam jantan (jago) mengawini, datang jago yang lain, 
sayangnya jago 
> pertama tidak mau menerimanya akhirnya  keduanya bertarung sampai 
salah 
> satu diantaranya jatuh tersungkur dan berteriak 'keooook.." yang 
artinya 
> ampun atau ayang yang kalah menerima kekalahannya. Yang kalah  
langsung 
> ngibrit melarikan diri.
> 
> Demikianlah dalam dunia flora fauna, ayampun memiliki kehormatan 
versi ayam 
> sehingga berani mempertaruhkan nyawa demi kekasih yang dicintanya 
(ayam 
> betina) pasangannya, sementara babi tanpa ada belas kasihan sang 
jantan 
> pertama membantu pejantan kedua untuk bersama-sama melampiaskan 
nafsu 
> kebinatangannya terhadap babi betina. Budaya babi tak memiliki 
kehormatan 
> versi babi.
> 
> Semestinya kita belajar pada filsafat ayam untuk mempertahankan 
cinta kasih 
> kita kepada istri atau pasangan tercinta, bukan berguru pada babi.
> 
> -o0o-
> 
> Makanan biasanya menyifati siapa saja yang memakannya. Orang yang 
> vegetarian tentu berbeda tabiatnya dengan orang pemakan segalanya. 
Demikian 
> juga tentu ada pengaruhnya bagi yang memakan daging babi terhadap 
> perkembangan jiwanya.
> 
> Di dalam agama Islam babi dilarang untuk dimakan, tidak ada alasan 
untuk 
> diperdebatkan karena itu adalah perintah Tuhan. Kalaupun sebagian 
ahli gizi 
> menemukan cacing pita yang terkandung didalamnya ini adalah suatu 
> kebetulan. Kesenangan manusia beragam, tentu tak elok memaksakan 
kehendak 
> terhadap yang bukan penganut agama Islam untuk melarangnya memakan 
babi 
> karena ini menyangkut masalah selera, dan selera itu tidak bisa 
> diperdebatkan, daging babi adalah nikmat bagi yang menyukainya, 
hanya saja 
> bagi penganut yang mempercayai bahwa babi itu haram atau dilarang 
untuk 
> dimakan  tetapi mencobanya, maka yang dirasakan bukannya nikmat 
tetapi 
> justru sebaliknya merasa berdosa dan membuat jiwanya sengsara serta 
merana.
> 
> Salam,
> 
<http://ferrydjajaprana.multiply.com/>http://ferrydjajaprana.multiply.
com
>Menggelikan. Tidak ada data-data yang dapat dipertanggung jawabkan 
untuk mendukung argumen di atas kalau makanan menentukan sifat 
manusia yang memakannya. Bukankah makanan yang kita makan akan masuk 
dalam mulut dan berakhir di jamban? Yang menentukan halal atau haram 
adalah apa yang keluar dari mulut manusianya; sumpah palsu, makian, 
kutuk, suatu bentuk lain dari pembunuhan terhadap manusia, yakni 
pembunuhan terhadap martabatnya. 









******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke