|
TASAUF
MODERN (Disarikan oleh huttaqi dari Perkembangan Tasawuf dari Abad ke Abad, Tasawuf Modern dan Renungan Tasawuf Hamka) disampaikan pada Kajian Bulanan huttaqi di Al Azhar Jakarta Dari hadits riwayat Imam
Buhkhori tentang Islam, iman dan Ihsan nampaklah bahwa ketiga
ilmu, yaitu Fiqhi, Ilmu Ushuludin dan tasawuf telah dapat menyempurnakan
ketiga simpulan agama Islam. Islam
diartikan oleh hadist itu ialah mengucapkan Syahadat, mengerjakan sembahyang
lima waktu, puasa bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat dan naik haji. Untuk
mengetahui ini, sehingga kita mengerjakan suruhan agama dengan tidak membuta:
kita pelajarilah Fiqhi. Iman kepada Allah, kepada Malaikat, kepada Rasul-rasul dan kitab dan iman
kepada Hari Kiamat dan Takdir, buruk dan baik mesti terjadi, karena ketentuan
Tuhan: kita pelajarilah Ushuludin, atau ilmu
Kalaam. Ihsan
adalah
kunci dari semuanya, yaitu: Bahwa kita mengabdi kepada Allah seakan-akan Allah
itu kita lihat di hadapan kita sendiri. Karena meskipun mata kita tidak dapat
melihat Allah, namun tetap melihat kita. Untuk menyempurnakan ihsan itu, kita
masuki alam Tasauf. Itulah tali berpilih tiga: Iman, Islam dan Ihsan. Dicapai dengan tiga
ilmu, Fiqhi, Ushuludin dan Tasauf. Pendapat Al-Junaid, yang terhitung sebagai salah seorang ulama besar
dalam hal Tasauf mengemukakan lagi arti tasauf: Tasauf ialah membersihkan hati dari apa yang mengganggu perasaan
kebanyakan makhluk, berjuang menaggalkan pengaruh budi yang asal (instink)
kita, memadamkan sifat-sifat
kelemahan kita sebagai manusia, menjauhi segala seruan dari hawa nafsu,
mendekati sifat-sifat suci kerohanian, dan bergantung kepada ilmu-ilmu hakikat,
memakai barang yang penting dan terlebih kekal, menaburkan nasehat kepada sesame
ummat manusia, memegang teguh janji kepada Allah dalam hal hakikat, dan mengikut
contoh Rosululloh dalam hal syariat. Selain yang telah kita sebutkan di atas terdapat pula beberapa nama lain,
diantaranya: Hasan Basri-wafat tahun 110 H(721 M), Malik bin Dinar- wafat
th 181 H (792 M), Ibrahim bin Adham
wafat th. 161 H. (772 M), Zin Nun al Mishri, Yazid Bustami, Yahya bin Muadz,
Syech Junaid al Bagdhadi, Al Hallaj, Imam Ghozali, Syech Muhyiddin Ibnu Arobi, Suhrawardi,
Jalalludin Rumi, Fariduddin al Athar, Sari as Saqoti, Abdurrahman Jami, Rabiah
al Adawiyah, dll. Dari tasawuf inilah bermunculan thoriqoh-thoriqoh seperti Thoriqoh
Qodiriyyah, Thoriqoh Bustamiyah, Thoriqoh Suhrawardiyah. Thoriqoh Naqsobandiyah,
Thoriqoh Maulawiyyah,dll. Tasawuf Modern AslinyaBahagia di susun mulai 1937 di majalah Pedoman
Masyarakat. Pendapat-pendapat tentang Bahagia : -
Orang miskin mengggap bahagia adalah dari
kekayaan -
pada nama yang harum -
orang sakit menganggap bahagia itu ada pada
kesehatan -
orang yang berdosa menganggap bahagia itu ada pada bersihnya
dosa -
penganjur rakyat menganggap bahagia itu adalah kemerdekaan dan kecerdasan
umat Yahya bin Khalid seorang Wazir yang masyhur di dalam Daulat Bani Abbas
berpendapat : Bahagia adalah sentosa perangai, kuat ingatan, bijaksana akal,
tenang dan sabar menuju maksud Zaid bin Tsabit ahli syair Rasulullah saw berkata Jika petang dan pagi
seorang manusia telah beroleh aman sentosa dari gangguan manusia, itulah dia
orang yang bahagia Ibnu Khaldun berpendapat : Bahagia ialah tunduk dan patuh mengikuti
garis-garis yang ditentukan Allah dan
perikemanusiaan Imam Ghozali berpendapat :Bahagia dan kelezatan sejati ialah bila
mengingat Allah Menurut Rasulullah saw, bahagia adalah tergantung derajat
akalnya. Anasir Bahagia menurut Pithagoras, Socrates, Plato, dll yaitu
: Hikmat, keberanian, Kehormatan dan adil. Menurut Aristoteles: Badan sehat, cukup kekayaan, Nama harum, Tercapai
yang dicita-citakan, tajam fikiran. Menurut Tolstoy: Bahagia yang untuk kepentingan pribadi, dan bahagia
sejati yaitu yang berguna untuk masyarakat Menurut Imam Ghozali: Bahagia akherat, keutamaan akal budi, keutamaan
yang ada di tubuh, keutamaan yang ada di luar badan, keutamaan lantaran taufiq
dan pimpinan Allah. Bahagia dan Agama: Bahagia apabila Itiqad bersih, Yakin, Iman dan
Agama Bahagia dan Keutamaan: Keutamaan Otak, dan keutamaan akal
Budi Kesehatan Jiwa dan badan. Pengobatan jiwa (tasawuf). Sifat-sifat yang tercela dan yang dibolehkan Hakekat kekayaan dan hakekat kemiskinan Orang kaya ialah orang yang sedikit
keperluannya Tentang Qonaah :Ialah menerima cukup. Qonaah mengandung 5 perkara : menerima dan rela apa yang ada, memohon
tambahan yang pantas dan berusaha, menerima dengan sabar ketentuan Tuhan,
bertawakal kepada Tuhan, tidak tertarik oleh tipu daya
dunia ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ******************************************************
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___ |
