Beberapa waktu silam aku kedatangan seorang kerabat yang sudah lama tidak berjumpa, tak ada hujan, tak ada angin kemunculannya mengagetkanku. Tentu senang sekali rasanya bernostalgia menceritakan pengalaman-pengalaman masa lalu. Apalagi katanya kedatangannya memberikan kabar gembira padaku, yaitu memberikan solusi perbaikan keadaan ekonomi keluargaku. Mendengar kabar demikian aku sangat bersyukur, bayangkan tawarannya dia adalah bebas dari masalah keuangan "Kalau bekerja kita dapat penghasilan, dan kalau ada pemutusan hubungan kerja (PHK) maka berakhir, tetapi bisnis yang ditawarkan ini walaupun kita di PHK penghasilan akan terus bergulir..kebebasan finansialpun kelak bisa diraih" demikian jelasnya. Aku menelan ludah sambil membayangkan limpahan materi yang akan melingkari kehidupanku.
Hari pertama ikut multi level marketing (MLM), teleponku yang biasanya tertidur mulai berdering. Aku diingatkan untuk meeting. Mendengarkan kata meeting aku menjadi seperti birokrat yang merasa dirinya penting. Malam hari aku diajak bermimpi tentang indahnya bebas masalah keuangan. Tentang liburan ke luar negeri, tentang penampilan perlente bak profesional lambang kemakmuran.
Satu set perlengkapan pendidikan sudah aku beli, sebagai material pendidikan. Jadwal meeting dua bulan ke depan diberikan, disarankan membeli tiket perkembangan pendidikan lebih awal dengan harga lebih murah. Duh.. rasanya aku akan menjadi orang lain. Membawa diary, laptop, sisiran rapih, sepatu mengkilat bak profesional.
Minggu ke dua, aku mulai diberi tugas membuat daftar nama 20 orang, tak sulit membuat daftar nama, aku salin dari nomor telepon yang ada di hand phone saja. tapi untuk menghubungi orang untuk berbisnis aku tak bisa. Jariku macet ketika menempelkan tuts nomor telepon. Terbayang saat dulu, ketika saudaraku menawarkan MLM dan aku tidak ikut, atau adikku ikut tetapi berikutnya tidak mau menjumpai saudaraku itu lagi, takut dijadikan prospect.
Minggu ke tiga, aku mulai memikirkan bisnis ini nampaknya indah tapi kok berat dijalankan ya? Tapi apabila dalam ruangan pertemuan bayangan sukses selalu merasuk.
Terbayang ratusan downline dibawah namaku dan mereka membeli produk untuk inventorynya. Bisnis MLM rasanya tidak sama dengan jual tempe, jalur distribusinya panjang. Mungkin lantaran aku gagal menjalankannya, logikaku bekerja, bagaimana mungkin bisa dapat profit besar sementara jalur distribusinya mengular panjang. Bukankah jaman sekarang banyak perusahaan memangkas jalur distribusi agar harga bisa diterima pasar? Maka wajar kalau harga di MLM menjadi tinggi karena ada untung yang dibagikan bersama. Sama rasa tapi tidak sama rata pendapatannya.
Minggu ke empat, telepon masih berdering sayangnya acara meeting bentrok dengan jadwal kegiatan lainku yang memang sudah tidak bisa diubah. Ibarat batu besar yang sudah ku masukkan ke dalam wadah, tak mampu lagi menerima batu lainnya, kecuali kerikil dan pasir saja yang bisa masuk. Mengikuti MLM perlu waktu yang lapang sehingga harus ada jadwal lainnya yang dikorbankan. Mengorbankan kenyamanan sungguh suatu pengorbanan.
Telepon Hp ku sudah mulai sering berdering, menerima telepon membuat aku berfikir dan mempertimbangkan untuk ikut berlanjut atau tidak?
Dari penjelasan seorang kawan, mengungkapkan bahwa masalah besar dari MLM adalah ketidakseimbangan antara supply dan demand dengan alasan penjual selalu bertambah sementara jumlah konsumen menurun lantaran semuanya menjadi penjual. Sebagai contoh MLM memiliki produk andalan X. Andaikan kemampuan pasar untuk membeli X adalah Y, kenyataannya sulit untuk memprediksi nilai Y walaupun bukan berarti tidak mungkin. Dalam bisnis "normal", biasanya marketing bisa memprediksi kapan nilai Y ini bisa dicapai (atau terlampaui), dan kemudian mulai menyesuaikan produknya dengan menurunkan harga, atau mengurangi level inventory, atau membuat produk baru sebagai kompetitor. Di MLM, tidak ada yang memantau nilai Y. Jadi para penjual yang memiliki 'impian' ini bakalan mati-matian jualan produk X, yang pasarnya "mungkin" sudah mati. Jadi yang untung pasti para penjual di hirarki paling atas, dimana pasarnya masih ranum.
Dulu MLM bisa klaim bahwa produk mereka itu unik, inovatif dan tidak dijual di pasaran bebas. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak MLM yang mengandalkan produk umum, sayangnya produk itu diluaran dijual lebih murah. Walaupun demikian tidaklah semua yang didapat dari MLM kurang baik mutunya. Satu hal yang kita bisa pelajari dari MLM adalah bagaimana cara menjual produk dan semangat menjual yang luar biasa.
Jadi untuk mereka yang memang ingin kaya dari MLM, dapatkan semua ilmu dari MLM dan investasi yang telah keluar adalah biaya kuliah. Jika beruntung, bisa menemukan produk yang superior dijual dengan cara perdagangan umum, dan bila memnungkinkan buka MLM sendiri, dan mulai mencari down line lagi. Sehingga apabila sukses keuntungan yang diraih besar. Kebebasan finansialpun tercapai.
-o0o-
Sebulan mengikuti MLM banyak pelajaran yang diperoleh di sana, MLM adalah salah satu metode kita untuk mengumpulkan harta untuk dunia, tapi ada juga multi level yang ditujukan untuk "alam sana" dengan metode yang mirip.
Multi level memiliki pendidikan kemaslahatan bersama terutama apa bila diterapkan untuk menolong sesama manusia. Pahala juga bisa bertingkat atau multi level, apabila manfaatnya bisa dirasakan oleh anak cucu kita kelak, yaitu setelah nyawa kita kembali kepada Allah Sang Pemilik Alam Semesta yang telah meminjamkan ruhnya pada saat kita tinggal di dunia.
Masih ingatkah anda dengan peribahasa "Jangan berikan ikan, tapi berikanlah kailnya". Artinya apabila kita mau agar pahala selalu bergulir terhadap jiwa ini, maka sebaiknya menolong dalam bentuk modal untuk kepentingan kemaslahatan umat, umpamanya membangun sarana ibadah, sarana pendidikan, mengajarkan ilmu yang bermanfaat terhadap sesama manusia, dan berdoa untuk orang tua dan pendahulu kita, dan masih banyak lainnya. Insya Allah multi level pahala berlaku di sana. Pahala yang terus bergulir sampai anak cucu kita.
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com
__._,_.___
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
SPONSORED LINKS
| Philosophy beauty product | Philosophy | Philosophy beauty |
| Philosophy of | Philosophy amazing grace |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
