Mari kita baca apa yang diusulkan oleh Farid Gaban wartawan senior tentang aksi boikot.  Trims.

Hertasning Ichlas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
To: [EMAIL PROTECTED]
From: Hertasning Ichlas <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sat, 5 Aug 2006 01:51:20 -0700 (PDT)
Subject: [islamalternatif] Mengapa dan Bagaimana Boikot?

Salam,

Meski kita sadar betapa kampung dunia ini sudah
sedemikian menggurita oleh produk Amerika namun masih
ada yang bisa kita lakukan secara realistis. Berikut
di bawah saya posting-kan ajakan boikot massal para
jurnalis yang diserukan oleh wartawan senior Mas Farid
Gaban.

Semoga bermanfaat,
Herta
--------------------------------------------------

Farid Gaban <faridgaban@...> wrote:

Igak,

Anda betul, ada banyak cara untuk menunjukkan
ketidaksetujuan kepada
Amerika dan Israel.

Tapi, dari banyak cara itu, boikot mungkin hanya
satu-satunya cara
yang paling sederhana yang bisa dilakukan semua
orang, sekarang juga.

Sudah beberapa pekan terakhir ini, setelah agresi
brutal Israel di
Gaza dan Lebanon, istri saya mengingatkan anak-anak
untuk tidak lagi
beli Fanta dan Coca Cola dengan uang sakunya, atau
coba makan di McDonald's. "Ingat anak-anak di
Palestina dan Lebanon," katanya.

Saya terus terang terpengaruh dan menyetujuinya
untuk mulai melakukan
boikot. Saya rela untuk tidak memakai sampho atau
sabun buatan perusahaan Amerika kesukaan saya.
Bagaimanapun ini hanya pengorbanan yang sangat
kecil. Dulu waktu kecil saya memakai merang bakar
untuk membersihkan rambut, kenapa sekarang tidak
bisa?

Saya setuju boikot itu tidak hanya karena alasan
membela Palestina dan
Lebanon, tapi untuk kepentingan Indonesia sendiri
juga, yakni memperkecil tingkat konsumsi dan
ketergantungan negeri ini terhadap barang asing,
termasuk barang-barang yang bahkan sebenarnya tidak
perlu. Dan bagi kocek keluarga, ini juga cara
berhemat yang efektif.

Meski tidak terlalu sering ke Starbuck', kini saya
akan berhenti minum di situ. Saya akan memperbanyak
minum kopi dan makan di Warung Teteh, warung masakan
Sunda depan kantor Pena.

Saya tidak akan mengisi bensin sepeda motor saya di
pompa bensin milik Shell. Memilih Pertamina atau
Petronas saja.

Saya agak heran bahwa Ketua NU Hasyim Muzadi dan
mantan Wakil Presiden
Hamzah Haz justru menghimbau agar warga Muslim tidak
melakukan boikot,
karena boikot, katanya, hanya akan merugikan
Indonesia.

Boikot ekonomi itu akan memiliki dampak bagi ekonomi
Indonesia sendiri, terutama jangka pendek. Tidak
perlu
dipertanyakan. Tapi,
dampaknya sangat kecil jika kita mengalihkan
konsumsi ke barang-barang
sederhana yang diproduksi orang Indonesia sendiri.
Justru akan menggerakkan sektor riil seperti Warung
Tetah. Dalam jangka lebih
panjang, jika dibarengi dengan semangat kemandirian,
ini akan jauh
menguntungkan. Kita justru akan memperkecil devisa
yang lari ke luar negeri.

Saya tahu Bambang Rahmadi, seorang muslim, akan rugi
jika kita boikot McDonald's, tapi mudah-mudahan tanpa

harus diboikot
dia mulai melepas
lisensi dan beralih pada jaringan restoran lokal
bikinan sendiri.
Banyak karyawan muslim juga akan menganggur. Ini
bagian dari
pengorbanan. Jika semua masjid mengabarkan berhenti
membeli di
McDonald's dan beralih ke restoran lokal, maka
dampaknya pada
pengangguran mungkin bisa dikurangi.
Ingat swadesi-nya Mahatma Gandhi 'kan? Meski
sekarang zaman
globalisasi, saya tidak menganggap idenya telah
usang dan tidak bisa
diterapkan sekarang.

Ajaran Gandhi adalah ajaran radikal yang damai dan
sederhana. Dan di
situlah justru letak keindahannya. Setiap orang,
kaya atau miskin, JIKA MAU, bisa melakukannya.

Masalahnya hanyalah JIKA MAU, tidak lebih kompleks
dari itu. Dan ini
tidak perlu aturan. Yang perlu adalah KESADARAN dan
MOTIF KUAT kenapa
kita melakukan seperti yang Gandhi lakukan.

Mungkin saya tidak bisa seperti Mahatma Gandhi, yang
menenun baju
sendiri dan hanya berpakaian ala baju ihram itu,
ketika dia melawan
kolonialisme dan kebrutalan Inggris di India.

Tapi saya akan memulainya. Bagaimanapun kita bisa
mulai dari hal-hal
sederhana, hal-hal kongkret yang bisa dilakukan
ketimbang hanya bicara
dan berdiskusi.

Saya tahu, dalam situasi sekarang jelas sangat sulit
untuk menunjuk satu benda yang murni Amerika atau
Israel. Tapi, boikot dengan tujuan
politik memang tidak perlu konsisten (harus semua
produk, dan harus
benar-benar jelas). Tujuannya adalah tekanan
ekonomi-politik. Sisanya
adalah simbol perlawanan, yang juga penting.

Sebagai awal, saya akan memilih boikot produk
konsumsi, bukan barang
produksi, seperti komputer. Bukan pula barang
intelektual/seni/budaya seperti buku, VCD, film dan
sejenisnya. Saya juga akan memilih boikot
barang-barang yang ada substitusinya di sini. Dan
mudah-mudahan pula kita akan makin bersemangat
mencari substitusi dari produk imporan, yang
sebanarnya ada banyak meski tidak semua barang ada
buatan Indonesia.

Mungkin boikot itu tidak ada artinya, dan mungkin
tidak ada
pengaruhnya. Tapi, sekali lagi, ini hanya
satu-satunya cara yang
kongkret bisa dilakukan setiap orang.

Saya teringat Mahatma Gandhi yang tidak banyak
pretensi itu justru menjadikan dirinya senjata
paling digdaya, lebih dari cendekiawan dan politisi
kaya, baik Muslim maupun Hindu, dalam perlawanan
menentang kebrutalan kolonialisme Inggris.

Ketimbang hanya diskusi, kita perlu bertindak
kongkret. Mungkin tidak
efektif, namun jika dijalankan secara lebih massif
dan bertahan lama,
mungkin di tengah jalan kita akan menemukan cara
yang lebih efektif
untuk menekan Amerika dan Israel.

Saya akan mulai.... dari diri sendiri. Mungkin tidak
konsisten benar... mungkin tidak semua jenis
barang... Oke saja, saya akan memaafkan diri, untuk
sementara, ketidakberdayaan saya melakukan bahkan
hal yang sangat sepele: berhenti mengkonsumsi barang
Amerika.

Yang penting mulai melakukan, bukan hanya berpikir
dan berdiskusi.

Saya juga melihat gejala yang sama: aksi boikot
berkali-kali muncul
tanpa memberi dampak.

Tapi, mungkin lebih bagus jika kita memilih untuk
bersikap produktif bagaimana membantu secara kongkret
agar itu lebih efektif, bukan mencibir... "ah...paling
cuma segitu...."

Very discouraging....

Ini sebenarnya tidak hanya berlaku untuk simpati kita
pada Palestina atau Lebanon. Salah satu krisis
terbesar negeri ini, menurut saya, justru karena kita
terlalu banyak bicara, tapi tergagap ketika harus
melakukan sesuatu yang kongkret, apalagi secara
kolektif.

Beberapa orang menganggap tindakan kongkret
kecil-kecilan terlalu sepele, mereka ogah
melakukannya, atau mencibir orang yang melakukannya.
(Paling cuma segitu....).

Hal-hal besar disusun dari hal-hal kecil.

Dalam hidup sehari-hari saya lebih suka "menyalakan
lilin ketimbang mengutuk kegelapan". Dan kadang
menyalakan lilin secara harafiah.... Masih ingat 'kan
ketika saya melakukan demo di Bunderan HI untuk
perdamaian di Aceh? Dalam satu pekan bahkan saya hanya
sendirian membawa poster di situ.

Saya tahu orang lain menganggap itu sepele dan mungkin
mencibir saya sebagai gila. Tidak masalah...

Pada kenyataannya saya sendiri memang menganggap itu
hanya pengorbanan kecil saja. Itu mungkin lebih tepat
menunjukkan betapa frustrasi saya, muncul dari rasa
ketidakberdayaan. Dalam situasi seperti itu, saya
menganggap berarti bahkan langkah yang paling
sepele.... (saya membayangkan apa yang dilakukan
Gandhi pun pernah dicibir sebagai sepele).

Jika Anda setuju pesannya, saya mengajak Anda juga
bisa membantu aksi
ini boikot lebih efektif.

salam,
farid gaban

> > salam,
> > farid gaban
> >

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com __._,_.___

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************





SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
Philosophy of Philosophy amazing grace


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke