KEKUASAAN ADALAH TANGGUNG JAWAB DAN AMANAH Banyak pemimpin yang lalai karena merasa kekuasaan hak mutlak bagi dirinya tuk melakukan apa saja yang dihendaki. Tak mengherankan bila mereka begitu gencar dengan berbagai cara tuk menangkapnya dan memegangnya dengan sekuat tenaga. Terkadang dengan cara tak terpuji meski gelombang protes begitu deras bergema, mereka seakan tak perduli baginya merebut kekuasaan jauh lebih berharga ketimbang mendengar ribuan keluhan banyak orang. Tipuan, manipulasi data, politik, hasutan, provokasi, menjatuhkan lawan, kolusi, menebar janji palsu, mengklaim diri paling berjasa, adalah upaya diri tuk mencapai apa tujuan yang diinginkannya. Seakan tanpa malu, mereka tertawa lepas ketika mahkota kekuasaan berada di genggamannya.
Mereka sering lupa bahwa kekuasan bagai mahkota berlapis pisau yang lambat laun melukai pelipisnya. Sedangkan bagi mereka yang bijak, kekuasaan adalah kata lain dari wajah tanggung jawab dan kepercayaan orang lain yang mesti dipelihara dengan baik. Tak ada tempat lain untuk meletakkan kekuasaan selain di pundak, bukan di genggaman, apalagi di kepalan. Kekuasaan mesti dimintai keterangan: untuk apa dan bagaimana ia diperankan. Tak salah bila kekuasaan tunduk pada kepada siapa yang memberikan, bukan kepada siapa ia diberikan. Bagi mereka yang bijak memikul kekuasaan dengan amanat. Sekali gagal melangkah, apakah orang masih bisa percaya. (my) ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
