--- In [EMAIL PROTECTED], Batara Hutagalung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kepada rekan-rekan yang tinggal di Belanda, dan juga di Belgia, Jerman yang dapat menerima siaran dari TV Belanda. Pada 7 September 2006 jam 22:45 (durasi 82 menit) waktu Belanda/Belgia/Jerman, satu televisi stasiun NPS (Nederlandse Programma Stichting) melalui kanal Nederland 2 akan menyiarkan satu film dokumenter dengan judul "Bevrijding of Merdeka" (Pembebasan atau Merdeka). Jack de Lange, 82 tahun, seorang mantan tentara KL (Koninklijke Landmacht) dari batalyon Zeeland (Zeeland Bataljon) mengungkapkan kejahatan perang (oorlogsmisdaden) yang dilakukan tentara Belanda di Indonesia. Akan ditunjukkan a.l. gambar Komandan Sluiter yang menumpuk mayat seperti tembok dan dua kapal terbang membom pasar. Dokumentasi ini telah ditunjukkan kepada para mantan anggota batalyon Zeeland. Timbul kegegeran di kalangan mantan anggota batalyon Zeeland, dan sejak itu, Jack de Lange "dikucilkan" oleh teman-temannya! J. de Lange, yang setiap tahun belibur ke Indonesia, dan kadang-kadang tiga kali setahun, dikabarkan pada bulan Agustus/September 2006 ini sedang berada di Indonesia. Batalyon Zeeland didirikan oleh pangeran Bernhard, suami Ratu Belanda Juliana, menjelang akhir Perang Dunia II tahun 1944 untuk membebaskan Belanda bagian utara (slogan di Belanda waktu itu: Membebaskan Nederlands Indië dari kolaborator Jepang dan elemen komunis!). Setelah Jerman menyerah, anak-anak muda ini dikirim ke Indonesia dengan tugas yang sama: MEMBEBASKAN. Ini menjadi beberapa tahun tropis yang sangat berat. Indonesia negeri yang cantik dan eksotis, tetapi setiap perang selalu mengerikan dan menempatkan yang bersangkutan pada satu dilema yang tidak diinginkan. Yang pertama kali mengungkapkan kejahatan perang tentara Belanda di Indonesia Prof. Dr. Joop Hueting, guru besar Psikologi, seorang mantan wajib militer di KL. Pada bulan Januari 1969 ketika di Belanda didiskusikan mengenai pembantaian yang dilakukan oleh tentara Amerika di desa Mylai, Vietnam- di Radio dan televisi Belanda Prof. Hueting mengukapkan, bahwa yang dilakukan tentara Belanda di Indonesia tahun 1946 1949 tidak kalah kejamnya. Akibat wawancaranya, partai oposisi di parlemen Belanda mendesak pemerintah Belanda mengusut kejahatan perang tentara Belanda di Indonesia, yang selama 20 tahun dipendam dan disangkal di Belanda. Kebisuan telah dipecahkan oleh Prof. Hueting.. Pemerintah Belanda membentuk tim antar-departemen untuk meneliti kasus-kasus pelanggaran/penyimpangan yang dilakukan oleh tentara tentara kerajaan Belanda (KL, Koninklijke Landmacht dan KNIL, Koninklijke Nederlands-Indische Leger) antara tahun 1945 1950. Hasil penelitian disusun dalam laporan berjudul "Nota betreffende het archievenonderzoek naar gegevens omtrent excessen in Indonesië begaan door Nederlandse militairen in de periode 1945-1950", disingkat menjadi De Excessennota. Laporan ini secara resmi disampaikan oleh Perdana Menteri de Jong kepada parlemen pada 2 Juni 1969. Pada bulan Januari 1995 laporan tersebut diterbitkan menjadi buku setebal 282 halaman. Di dalamnya terdapat sekitar 140 kasus pelanggaran/ penyimpangan yang dilakukan oleh tentara Belanda. Dalam laporan De Excessen Nota yang hampir 50 tahun setelah agresi militer Belanda- dilaporkan bahwa yang dibantai oleh tentara Belanda di Rawagede "hanya" sekitar 150 orang. Sebenarnya, jumlah penduduk desa Rawagede yang dibantai adalah 431 orang. Juga dilaporkan, bahwa Mayor yang bertanggungjawab atas pembantaian tersebut, demi kepentingan yang lebih tinggi, tidak dituntut ke pengadilan militer. Di Belanda sendiri, beberapa kalangan terutama dari Perguruan Tinggi dan kalangan LSM- dengan tegas menyebutkan, bahwa yang dilakukan oleh tentara Belanda pada waktu itu adalah kejahatan perang (oorlog-misdaden) dan hingga sekarang masih tetap menjadi bahan pembicaraan, bahkan film dokumenter mengenai pembantaian di Rawagede pernah ditunjukkan di Australia. Anehnya, di Indonesia sendiri fil-film dokumenter seperti ini belum pernah ditunjukkan. Mungkin ini termasuk "keberhasilan" pemerintah Belanda "melobby" kalangan penting dan "memaintan/entertain" kalangan persi di Indonesia. Pembantaian di Sulawesi Selatan, Rawagede dan berbagai pelanggaran HAM berat lain, bukti kejahatan perang yang dilakukan oleh tentara Belanda, dalam upaya Belanda untuk menjajah kembali bangsa Indonesia, setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, tidak pernah dibawa ke pengadilan kejahatan internasional. Informasi mengenai wawancara Jack de Lange dapat dilihat di: http://www.indie-indonesie.nl/nieuws/nieuws_detail.asp?ID=279&from=start\ .asp 16.08.2006 TV: documentaire `Bevrijding of merdeka', 7 sept Documentaire: `Bevrijding of merdeka.' Bataljon Zeeland 1944-1948. Regisseur: Gerard Bueters, Multi World Pictures/NPS, in `HOLLAND DOC', 7 september, 22:45, Nederland 2, NPS. De documentaire `Bevrijding of Merdeka' toont de indrukwekkende, emotionele, uiteenlopende en soms schokkende ervaringen van 7 leden van Bataljon Zeeland en de weduwe van één van hen. De documentaire toont de pijnlijke persoonlijke worsteling van de hoofdpersonen met hun ervaringen en de beleving van het verleden. Stukje bij beetje komen ogenschijnlijk willekeurige situaties naar boven. De herinneringen zijn soms tegenstrijdig en onvolledig, grappig en pijnlijk, maar geven tezamen een scherp beeld van hun ervaringen als jonge militair en als mens. Oorlogservaringen en trauma's die hun latere levens hebben getekend en onuitwisbare markeringspunten voor de betrokkenen hebben achtergelaten. Bataljon Zeeland was het eerste Nederlandse naoorlogse bataljon, opgericht vanuit het verzet in het laatste oorlogsjaar 1944 door Prins Bernhard om Noord Nederland te bevrijden. Toen Duitsland capituleerde werden de jonge mannen op hetzelfde contract naar Indonesië gestuurd. Het werden enkele zware tropenjaren. Een prachtig en exotisch land, maar elke oorlog is gruwelijk en plaatst betrokkenen ongewild voor grote persoonlijke dilemma's. Batara R. Hutagalung Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) Website KUKB: http://www.kukb.nl Weblog: http://batarahutagalung.blogspot.com Dukungan petisi-onlina kepada Pemerintah Belanda: KOMITE UTANG KEHORMATAN BE­LANDA menuntut Pe­me­rintah Belanda untuk: I, Mengakui Kemer­dekaan Repu­blik Indo­nesia 17 Agustus 1945, II Meminta Maaf Ke­pa­da Bangsa Indonesia atas Pen­jajahan, Perbudakan, Pe­lang­ga­ran HAM Berat dan Kejahatan Atas Kemanusiaan. Bagi yang mendukung petisi ter­sebut melalui internet (petisi-on­line), silakan mengisi nama da­lam daftar petisi, klik: http://www.PetitionOnline.com/brh41244/petition.html Klik: Sign the petition, klik Preview your signature, klik: Approve signature dan selesai. (Email Anda tidak muncul pada display). --------------------------------- Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. --- End forwarded message --- ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
