-----Original Message-----
From: hisyam [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, September 07, 2006 10:57 AM
To: b'doelzt; fera; jantu; mamatmimit; mia; nur; nurcholis; pandan;
retno; rinto; siroj; tina; yudi
Subject: MAJLIS RASULULLAH MENJAWAB



Assalamu 'alaikum wr.wb.

Artikel ini dari website www.majelisrasulullah.org



  Majelis Rasulullah SAW Menjawab  Muncul pertanyaan pertanyaan dan protes
 dari khalayak, mengapa Majelis Rasulullah saw ini hanya bungkam melihat
 riuhnya undang-undang pornografi yang hingga kini diperdebatkan, demikian
 pula demo membela undang-undang ini, seluruh kalangan organisasi Islam dan
 bahkan mahasiswa dan karyawan pun ikut berdemo untuk memperjuangkan
 undang-undang ini, sedangkan Majelis Rasulullah saw tetap beku dan tidak
 bergeming. Lalu muncul fitnah dari seorang tokoh masyarakat yang mengatakan
 Alqur'an adalah kitab paling porno didunia, maka riuh para tokoh muslimin
 menghujat orang tersebut sedangkan majelis Rasulullah tetap tak bergeming
 seakan buta dan memejamkan mata dari kejadian ini semua. Ketahuilah bahwa
 Majelis Rasulullah bukanlah bungkam atas itu semua, justru yang kita
 perjuangkan siang dan malam adalah mengantisipasi semua permasalahan
diatas,
 kita menusuk langsung pada Jantung permasalahan.., Kita tidak gembar gembor
 dengan pro - kontra pada undang-undang pornografi, kita siang dan malam
 disibukkan mengkader pemuda pemudi muslimin untuk menjalankan adab pakaian
 Muslimah pada kaum hawa, ratusan wanita yang selalu membuka auratnya bahkan
 para pezina, dan kini telah mengenal pakaian muslimah, telah mengenal
sujud,
 telah mengenal airmata yang berlinang dalam munajat. Kita terus berjuang
 siang dan malam tanpa perduli pada undang-undang mengesahkannya atau tidak,
 kita tetap bergerak, kita tidak terpaku dengan undang-undang negara, kita
 tak menunggu undang-undang diberlakukan dan baru mau menutup aurat, kita
 terpaku pada Undang-undang Allah swt yang dibawa oleh Sayyidina Muhammad
 saw, dan undang-undang negara bukanlah tolok ukur bagi kita, karena kita
 diciptakan Allah untuk taat pada Ajaran Muhammad saw, tanpa terpaku pada
 undang-undang negara mengesahkannya atau tidak. Apakah bila undang-undang
 itu diberlakukan barulah kita mau menutup aurat?, dan bila undang-undang
itu
 tidak diberlakukan lalu apa yang akan kita perbuat?, membuka aurat kah?,
 atau sebaliknya memberontak?, Demo untuk undang-undang pornografi adalah
 mengemis pada negara agar negara memberlakukannya, atau sebaliknya
 memberontak pada negara agar segera mengesahkannya, dan kita bukanlah
 pengemis pada negara dan bukan pula pemberontak negara, Rasul saw tak
pernah
 mengajarkan mengemis pada penguasa atau memberontak. Majelis Rasulullah saw
 setiap malam mengibarkan ajakan dan seruan agar ummat muslimin dan muslimat
 kembali pada sunnah Muhammad saw, dan telah berhasil dengan hasil gemilang.
 Kita bukan kelompok yang menyukai kekerasan, kita berlandaskan Alqur'an,
 adakah diantara kita atau yang menginginkan tegaknya undang-undang
 pornografi itu sudah memberikan himbauan agar mereka kembali pada
keluhuran,
 ajakan lembut sebagaimana Allah memerintahkan pada Musa dan Harun untuk
 berlemah lembut pada Fir'aun : "KATAKANLAH KEPADANYA UCAPAN YANG LEMBUT"(QS
 Thahaa - 44). Adakah diantara kita yang menyeru para artis itu dengan
 kelembutan untuk bertobat?. Atau kita membabi buta dan selalu memilih adat
 kaum bar-bar yang sukanya hanya demo dan memberontak?, dimana tuntunan
 Alqur'an dalam perbuatan kita?, Lalu muncullah sosok seorang tokoh yang
 mencela Alqur'an, lalu apa yang mesti kita perbuat?, mencacinya?, adakah
 didalam Alqur'an diperbolehkan mencaci seorang pendosa sebelum
 menasihatinya?, adakah diantara kita yang terfikir untuk menasehati orang
 itu?, atau cukup mengotori bibir kita dengan melaknatnya dan hanya itulah
 batas keimanan kita?, Majelis Rasulullah saw setiap siang dan malam terus
 berjuang dan menyeru ummat untuk memuliakan Alqur'an, mengagungkan
Alqur'an,
 mengidolakan Alqur'an, inilah perbuatan kita untuk mengantisipasi dan
 menjawab bukan saja dari seorang tokoh yang menghina Alqur'an tapi menjawab
 dan mengantisipasi ucapan seluruh bibir mereka yang menghina Alqur'an
dimuka
 bumi. Adakah perbuatan ini salah dan sesat?, atau ada pendapat yang
 mengatakan bahwa melaknat dan mencaci adalah cara yang benar untuk
 menyelesaikan pelecehan atas Alqur'an?, seandainya tak ada yang menggunjing
 Alqur'an, lalu apakah kita berdiam diri dan tidur?, Kita Majelis Rasulullah
 saw terus membangkitkan semangat ummat untuk mencintai, memuliakan dan
 mengikuti Alqur'an, tanpa menunggu ada yang melecehkannya atau tidak, dan
 bila timbul pelecehan maka kita semakin giat berjuang mengenalkan Alqur'an
 pada ummat. Lihatlah buah dari pencacian atas mereka yang melecehkan
 Alqur'an, apakah buahnya?, perpecahan dan peperangan antar muslimin.
 Orang-orang kafir sangat gembira melihat muslimin, sekelompok muslimin
 mendukung undang-undang pornografi dan kelompok muslimin pula yang demo
 mengkontranya, lalu mereka bermusuhan dan berpecah belah, saling caci,
 saling kutuk antar muslimin. Inilah hasil dari demo dan caci maki. Dan
 kelompok yang lain berjuang dengan mengkhayalkan menegakkan negara islam
 namun mereka ber partai, berdemo, kampanye, untuk menegakkan negara
 indonesia untuk berjalan dengan syariah islam, ini hanya hisapan jempol
 belaka dan pemahaman bodoh tentang islam, karena islam bukan untuk
 ditegakkan dalam suatu negara, Khilafah Islamiyyah bukanlah republik atau
 kerajaan, khilafah islamiyyah itu untuk seluruh dunia, demikian para
 khulafa'urrasyidin, atau Abubakar shiddiq ra adalah presiden yang memiliki
 partai dan berkampanye?, atau mereka memproklamirkan negara arab sebagai
 negara islam?, tidak.. mereka tak bernegara, mereka adalah Khilafah
 Islamiyyah yang dipimpin oleh Khalifah Amirulmukminin, yang tidur ditenda
 dan tak memiliki ajudan dirumahnya untuk menjaganya, mereka gembira bila
ada
 saudaranya yang ingin mengambil kekuasaan mereka, mereka menentukan
Pemimpin
 tanpa musyawarah, tak ada satupun dari khulafa'urrasyidin itu yang menjadi
 Khalifah karena Pemilu, Abubakar Shiddiq ra menjadi khalifah karena
dibai'at
 sebagian sahabat dan banyak sahabat-sahabat besar yang tak hadir dalam
 kejaidan itu, maka yang tak hadir segera mengakuinya dan setuju dengan
 pendapat saudara-saudaranya yang telah membai'at, lalu Umar bin Khattab ra
 menjadi khalifah dengan perintah langsung dari Abubakar ra, demikian pula
 Utsman bin Affan ra, dan Ali kw pun tak menjadi khalifah dengan lewat
 pemilihan umum dan apalagi kampanye dan berpartai. Maka bila ada diantara
 partai ada yang menggembar gemborkan ingin menegakkan Islam Kaffah dengan
 negara yang berlandaskan syariah islamiyah, dengan memuja Afganistan
sebagai
 panutan, maka ketahuilah mereka adalah penipu dan kelompok sesat, karena
 Afganistan yang memang telah Allah beri kemenangan atas mereka, namun lalu
 mereka berebut kedudukan, berpartai dan berkampanye, ikut dengan metode
 Kuffar, maka porak porandalah negara itu dengan perpecahan. Partai partai
 politik yang lain di negara ini pun memiliki misi menguasai negara ini, tak
 perlu gembar gembor menjual nama Islam untuk menarik simpati muslimin.
 Biarlah partai lain yang dengan jujur mengakui bahwa mereka tak bertujuan
 menegakkan syariah islam namun ingin menegakkan kesejahteraan, kita
 memaklumi mereka, namun yang perlu ditertawakan dan konyol adalah Partai
 yang mengaku akan menegakkan syariah islamiyah dan Islam Kaffah, namun
 mereka menggunakan metode kuffar, mereka kampanye, berpartai, minta
dipilih,
 berkoalisi dengan Partai lain yang tidak bertujuan menegakkan negara islam,
 yang kesemuanya itu tak pernah ada dalam ajaran islam.., yang kesemuanya
itu
 tak pernah ada dalam ajaran Rasul saw.., yang kesemuanya tak pernah ada
 dalam ajaran Alqur'an.., Dan diluar hiruk pikuk itu semua, terdapatlah
 kumpulan pemuda di masjid-masjid setiap malamnya, berpindah-pindah dari
 wilayah ke wilayah, mendengungkan pujian dan shalawat atas Nabi saw,
 tampaknya mereka ini kaum terbelakang, mereka asyik dengan mengidolakan
 Nabinya saw, mereka terus ceria dalam majelis taklim, mulai mengenal akhlak
 lembut, sopan, bertobat dari Narkotika, perampok, pencuri, pemabuk,
penjudi,
 pelacur, lesbi, homo dan lain-lain, mereka berkumpul dan berlinang airmata
 merindukan sang nabi saw, mereka mulai terpanggil untuk berdoa dan
 bermunajat, Ah.. mereka hanya kelompok jumud yang memalukan.. dan
berkatalah
 musuh-musuh islam.. ah.. Cuma kelompok sufi yang gendangan dan asyik dengan
 menabuh rebana, biar saja, mereka tak berbahaya. Hari terus berlanjut..,
 jumlah mereka semakin banyak, dari malam ke malam terus cahaya bimbingan
 Rasul saw dan kecintaan pada Rasul saw ditumbuhkan di sanubari mereka..
 Tunggulah beberapa tahun mendatang.. akan terlihat ribuan pemuda
beridolakan
 Muhammad saw dan bersemangat dengan semangat Sayyidina Muhammad saw..
mereka
 akan masuk di pasar-pasar, karyawan, pemerintahan, perdagangan, pertanian,
 jasa, pengacara hukum, politikus, akuntan, tentara, konglomerat, buruh, dan
 segala bidang dalam aktifitas masyarakatÂ… Kesemuanya pendukung Sayyidina
 Muhammad saw.. Inilah yang diperjuangkan oleh Majelis Rasulullah saw.. dan
 gerakan seperti ini merupakan gerakan paling ideal untuk mengislamkan
dunia,
 bukan hanya satu negara atau wilayah, inilah perjuangan nabi Muhammad saw
 dan perjuangan hakiki dari seluruh penyeru kebenaran...

Wallahu a'lam


Wassalamu 'alaikum wr.wb.





******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke