Dalam kasus penundaan hukuman mati terhadap Amrozi Cs dan Tibo Cs ada anggapan bahwa, mereka yang tidak setuju hukuman mati dianggap plin-plan. Mari kita simak wawacanda Indo dan Indi dibawah ini
 
 
Indo: Penundaan eksekusi Tibo tak terlepas dari tekanan kaum Katolik dan Protestan kepada pemerintah.
 
Indi: Ya, memang harus ditunda dan harus ditekan utk ditunda. Pertama-tama karena dalam berbagai kasus penyelidikan bukti dan fakta masih diperdebatkan mengenai terlibatnya Tibo Cs dalam kasus tersebut.
 
Lihat saja kutipan saya ini atau klik di http://www.antara.co.id/seenws/?id=41342  
 
("Saya tidak membantah jika ada yang berpendapat bahwa saya dicopot karena menunda eksekusi mati Tibo dkk," katanya kepada wartawan di Palu, Sabtu, saat menjadi pembicara dalam forum dialog kebangsaan bertema Penerapan Hukuman Mati Di Indonesia. Menurut dia, keputusan menunda eksekusi Fabianus Tibo, Dominggus dan Silva dan Marinus Riwu, karena keterangan ketiga terpidana mati kasus kerusuhan Poso ini sangat berarti untuk mengungkap berbagai misteri di Poso, temasuk aktor inteletualnya. "Saya melihat kasus kerusuhan Poso masih menyimpan misteri yang harus diungkap ke publik. Tibo dalam hal ini sangat berperan," kata dia)
 
Terbukti bahwa hukum di Indonesia sendiri masih plin-plan.
Kalau dikatakan dlm artikel itu bahwa Gereja plin-plan. Itu tidak mengapa, jangan panik dan kaget. Toh lebih baik Gereja dikatakan plin-plan daripada setuju menghukum Tibo Cs yang masih misteri itu.
 
Nah masalahnya, suara Gereja thd kasus Tibo yg begitu kuat ini juga menurutku mengandung Gereja berat sebelah. Mestinya dalam berbagai kasus hukuman mati, kekerasan dan kejahatan apapun Gereja juga bersuara. Jangan kelihatan mencolok pada kasus ini saja. Itu yg bikin mereka juga gerah...


Indo: Mereka meminta pemerintah menghapuskan hukuman mati, padahal dalam Bibel eksistensi hukuman mati itu diakui.
 
Indi: Memang dlm Perjanjian Lama hukuman mati ada, tertulis dan disebut. Namun kita tidak melulu patuh pada tradisi, kutipan PL yg jelas terkait dengan latarbelakang jaman, pemikiran, budaya sosial yg tentu amat terbatas.
 
Masih ada Perjanjian Baru yang mana menyebutkan Yesus menolak hukuman/menyakiti perempuan yg berjinah....Ini salah satu dasar penolakan hukuman Yesus terhadap situasi hukum saat itu.
 
Apakah dengan demikian Kitab Suci kita plin-plan. Di PL ditulis hukuman mati dan di PB Yesus menolak hukuman utk perempuan ? Tidak dong ah...Karena Yesus hendak memberi makna/wacana/pertobatan baru pada orang-orang. Semua tetap ada dlm Kitab Suci supaya masing2 dari pembaca menangkap dan memilih mana yang lebih menghormati manusia dan menyelamatkan....Pilihan Yesus pasti !
 

Indo:  Dalam Kristen, kerap terjadi hukum-hukum agama yang sudah tetap kemudian disesuaikan dengan perkembangan zaman.
 
Indi: Ya tidak masalah. Karena toh hukum juga produk jaman, produk peradaban. Hukum berfungsi untuk mengatur dan menata. Kalau tatanan dan aturan itu konyol, bagaimana untuk menerapkan pada masyarakat yang mau diatur dan ditata. Kesadaran akan kelemahan di masa lalu, akan keterbatasan latarbelakang jaman, tempat, budaya hendaknya disempurnakan dan tidak diterima mentah-mentah. Perubahan semacam ini akan menghindari kekolotan.
 
Gereja selalu hati2, terlambat (bahkan dengan resiko dikatakan plin-plan) untuk memutuskan sesuatu yg menyangkut asas keadilan. Apalagi dalam kasus yang masih misterius....Ini patut dipikirkan masak-masak jangan asal gradak-gruduk, tembak si terhukum karena memang vonis, hukum yang berlaku memang demikian. Kaku banget dong...
 

Indo: Sebagian kaum Muslim ada yang berusaha mengikuti tradisi gereja dengan upaya mengubah hukum-hukum Islam secara totalitas tanpa pandang bulu.
 
Indi : Ini juga nggak benar kalau melulu membebek, mencontoh apa yg dilakukan Gereja. Karena, orang muslim punya aturan tertentu, punya lembaga tertentu yang mengesahkan.
 
Tapi nggak masalah sih kalo yang diikuti dan ditiru itu apa yang baik, yang universal, yang menyelamatkan. Kebenaran yang universal, yang rasional, yang memenuhi rasa keadilan itulah yang patut diikuti, bukan hanya karena dikatakan Gereja....
 
 
Indo : Jika dicermati, dalam soal hukuman mati di Indonesia, sikap KWI sendiri tidak begitu tegas. Menyusul kasus Tibo dkk, dengan tegas KWI meminta agar hukuman mati dihapuskan dari Indonesia. Tapi, dalam buku 'Iman Katolik' (1996) yang juga diterbitkan KWI, ditulis bahwa gereja tidak mendukung adanya hukuman mati, namun tidak melarangnya juga. Gereja mempertahankan, bahwa kuasa negara yang sah berhak menjatuhkan hukuman mati dalam kasus yang amat berat. (hal. 67).
 
Indi: Gereja tidak begitu tegas ? Ya demikianlah memang menyangkut nyawa, hidup yang memang pemberian dari Tuhan, tidak harus tegas. Tetapi harus hati-hati, dipikir masak-masak, dibuktikan dengan sahih.
 
Menyikapi hidup yang luhur itu tidak harus hitam-putih. Kadang juga harus abu-abu. Dan kebenaran akan meneriakkan dirinya sendiri, justru dalam suasana abu-abu itu...Dan dalam suasana bingung, plin-plan, abu-abu...kita angkat tangan menyerahkan semua pada kehendaknya. Bukankah ketika tangan kita terangkat, Tuhan akan menurunkan tangan untuk mewartakan kebenaran, keadilan yang sesuangguhnya.
 
Sekedar contoh ini analisa Jowo othak-athik-gathuk:
Ketika Udin wartawan Bernas dibunuh tanpa sebab oleh konspirasi Bupati Bantul saat itu, buahnya apa ? Bantul diratakan dengan gempa. Ketika Marsinah diculik, disiksa, vaginanya dimasuki benda keras siksaan aparat, dan jenasahnya dibuang di hutan Nganjuk, buahnya apa ? Lumpur mengenangi Porong tanda darah yang tak berhenti berteriak...Cukuplah satu orang yang bertobat semestinya dan tidak akan ada kehancuran yang menyengsarakan orang-orang Bantul dan Porong yang tidak berdosa...
 
Indo + Indi: Berpelukan....
 


All new Yahoo! Mail "The new Interface is stunning in its simplicity and ease of use." - PC Magazine __._,_.___

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************





SPONSORED LINKS
Philosophy Philosophy of Philosophy book
Citizens of humanity Citizens of humanity jeans

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke