Pers Release


Mohon disebarluaskan


OPERA ZAMAN, BUKU FENOMENAL DARI KOMUNITAS MERAPI


Buku yang cukup fenomenal dari Komunitas Merapi dengan judul OPERA ZAMAN adalah buku kumpulan cerita pendek dari rekan-rekan penulis di Komunitas Merapi. Sebuah penggarapan isi buku yang cukup cerdas dengan mempertimbangan nilai-nilai kehidupan, citra lokalitas dan makna edukasi bagi pembaca.


Cover buku yang sangat representatif menandai makna petualangan, edukasi dan opera digarap oleh seniman merapi yang tidak asing lagi bagi kita yaitu seniman dan pematung Ismanto. Ia melukis kaki, tapi bukan kaki artis yang mulus, melainkan kaki seorang entah, petani, penambang pasir, tukang batu, kuli bangunan, atau tukang becak. Yang jelas kaki tersebut kaki seorang petualang-pekerja keras.


Buku seharga Rp. 20.000 ini mulai beredar di pasaran mulai satu minggu ke depan. Hasil penjualan buku ini akan disumbangkan untuk penyediaan buku-buku bacaan anak sekolah. Memang seharusnyalah penulis itu seperti ini, peduli terhadap pendidikan. Para penulis cerpen dalam buku ini tidak akan mendapatkan royalty sedikit pun. Buku setebal 200-an halaman ini diterbitkan oleh penerbit Grafindo Yogyakarta.


Buku ini bisa didapatkan di toko toko terkenal mulai satu minggu ke depan.


Yogyakarta , seminggu setelah pengumuman ini.

Gramedia, Togamas, Social Agency, Galaxy, Alfa Media, Megasupermarket, Pamela. Dll


Luar Yogya dan Luar Jawa, baru mulai 2 -3minggu ke depan

Gramedia, Togamas, Rajadiskon, Stein Purwokerto, UMP


Bagi rekan-rekan komunitas merapi yang ingin pesan banyak akan mendapat diskon khusus. Baya kirim ditanggung pembeli. Pembelian dalam jumlah banyak langsung ke penerbit hubungi Mbak Elissiti J. di Grafindo

Email: [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]

Hp 08156851191


Komunitas Merapi adalah kumpulan non-formal budayawan, seniman, sastrawan dan penulis ndeso yang kebanyakan bermukim di lereng gunung Merapi wilayah barat. Komunitas Merapi di wilayah barat ini hadir dengan sikap dan semangat warga Merapi dalam usaha melestarikan kesenian dan kebudayaan Merapi. Hidup keseharian mereka kebanyakan sebagai petani. Meski demikian, mereka ini tetap berusaha mengedepankan pelestarian warisan lelulur seperti: wayang orang, komposisi gamelan, jathilan, jalantur, seni pahat, seni lukis, jangkrik ngentir, slawatan, kobro dan kawan-kawan lainnya.

Tokoh Romo Yoso Sudarmo menghidupi kesenian secara "sistematis" dengan mendirikan padepokan "Cipto Budoyo" yang memiliki irama acara secara teratur sepanjang tahun dengan pentas-pentas kesenian, baik pentas panggung, lapangan atau kolaborasi dengan seniman-seniman luar.

Tokoh Komunitas Merapi di wilayah barat yang tidak asing lagi bagi kita semua dewasa ini yaitu Sitras Anjilin, Pimpinan Padepokan "Cipto Budoyo" dusun Tutup Ngisor. Sitras Anjilin adalah putra ke delapan dari Romo Yoso. Selain Sitras sebenarnya masih banyak tokoh kesenian lainnya yang berada di tiap dusun seperti di dusun Tangkil, Gemer, Ngandong, Braman, Karanganyar, Sumber dan dusun lain di Merapi wilayah bagian barat. Hanya mereka ini jarang dipublikasikan oleh media. Seniman-seniman lainnya di Merapi wilayah barat yaitu Waskito, Wenti, Pak Eko, Pak Goro, Mbah Dogol dan lain-lainnya.

Tokoh Rm. V. Kirdjito Pr adalah seorang budayawan ndeso, penggagas dan pemrakarsa gelar-gelar budaya Merapi di wilayah Barat. Romo Kirdjito berusaha mendidik generasi muda untuk berkomitmen dan peduli terhadap lingkungan. Baginya, seni bukan untuk seni, melainkan sarana untuk melestarikan jagat seni Merapi, mengenali keindahan dan kekayaan alam Merapi. Sebagai seorang Padri Katolik Roma, ia mengintegrasikan kesenian Merapi dalam liturgi, pastoral, wacana, diskusi hingga protes pada pemerintah karena lalai memperhatikan lingkungan.

Seniman Tanto Mendut juga bertahun-tahun lamanya di Merapi dan sering membawa penyegaran baru berupa ide-ide menukik bagi warga merapi, menggagas pentas-pentas berskala nasional hingga internasional.

Seniman yang mewakili generasi muda yaitu Ismanto, pematung, pelukis dan pemain teater dari Lor Senowo. Dengan semangat mudanya ia menggebrak dunia seni pahat, seni lukis dan seni teater hingga ia dikenal dalam skala nasional. Ia tanpa tedeng aling-aling juga berani mendekonstruksi pemikiran di wilayah seni lukis, pahat dan teater.

Atas dasar keiginan untuk menyatukan anak-anak Merapi dan pecinta seni dan budaya Merapi maka melalui dunia maya (internet) tercetuslah sebuah kelompok dengan nama "Komunitas Merapi". Komunitas milis ini aktif di dunia tulis-menulis dan apresiasi seni, sastra dan budaya. Belum satu tahun umurnya, Milis Komunitas Merapi akhirnya dapat menerbitkan sebuah buku dengan judul "Opera Zaman" yang diterbitkan oleh Grafindo. Saat ini milis Komunitas Merapi dimoderatori oleh Gendhotwukir (pemuda dusun Gemer, Muntilan-Merapi yang sedang belajar di Jerman), Winarto A. Rasul ( Wina, Austria), Tarsih Ekaputra (Jakarta), Eko Sugiarto (Kompas biro Semarang), Stevi Yean Marie (Yogyakarta) dan Rm. Kirdjito Pr. selaku pendukung (Sumber, Muntilan-Merapi).

Alamat milis komunitas merapi : http://groups.yahoo.com/group/komunitas_merapi



Sayang kalau tidak beli! Mari Membeli sekaligus beramal!



Salam Hangat dari Komunitas Merapi

Minggu,10 September 2006

Gendhotwukir, Kirdjito, Stevi, Ismanto, Ugie, Wina dkk

__._,_.___

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************





SPONSORED LINKS
Philosophy Philosophy of Philosophy book
Citizens of humanity Citizens of humanity jeans

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke