Note: forwarded message attached.


Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less. __._,_.___

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************





SPONSORED LINKS
Philosophy Philosophy of Philosophy book
Citizens of humanity Citizens of humanity jeans

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
--- Begin Message ---



heri widiyastuti <heriwidiyastuti@yahoo.co.id> wrote:

To: psptigaenam@yahoogroups.com, PSP-IPBmania@yahoogroups.com
From: heri widiyastuti <heriwidiyastuti@yahoo.co.id>
Date: Wed, 8 Nov 2006 12:28:49 +0700 (ICT)
Subject: [PSP-IPBmania] Terusan: Fw: [VAS_123] Vaksin penyebab Autis


Subject: Fw: [VAS_123] Vaksin penyebab Autis
To: heriwidiyastuti@yahoo.co.id,
itekers35-ipb@yahoogroups.com
From: Hosniyanto.Sutrisno@sunlife.com
Date: Wed, 8 Nov 2006 11:50:46 +0700



Ga ada salahnya membaca ini, terutama bagi yang mau atau sudah menjadi
orangtua.



Vaksin penyebab Autis

Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan... atau
bahkan calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kepada
yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2... ..... Setelah kesibukan
yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca
buku
"Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless, MD yang
diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.

Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp.
50,000,- itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali
baru
terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme
Spectrum Disorder.

Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya
menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 - Februari 2002),
Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan
vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam
vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif
mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari
Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum
Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksin yang
mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akir
tahun 2001.Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya
selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar
yang
bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan
memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh
Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI
sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi
tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten
dan casein, harus terapi ABA, Okupasi, dan nampaknya harus
dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar
biayanya.Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak
di Indonesia, para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku
tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih
mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah
terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut diekspor
dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke
puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang
sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para orang
tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif
dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah
bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB
yang tidak mengandung Thimerosal.

Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi
orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya. Sekali
lagi,
jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa,
apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang
untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen,
terapi ABA, Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar
tunggunya sampai berbulan-bulan) , yang besarnya sampai jutaaan Rupiah
perbulannya.

Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan
teman- teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang
membebaskan diri dari belenggu Autisme.

"Let's share with others... Show them that WE care!"

------------ --------- --------- ---



Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.


--- End Message ---

Kirim email ke