keyakinan bahwa free trade-lah satu-satunya metode dalam membangkitkan perekonomian global, saya kira ini hanyalah keyakinan semu yg dibenamkan dgn segala cara kedalam otak kita oleh oknum-oknum yg ada di white house amarika maupun di IMF dan World Bank..
kemarin dalam APEC di Vietnam, disepakati perdagangan bebas antar negara asia pasific dan bisa dipastikan akan ada korban dan pemenang antara yg berkekuatan ekonomi padat modal penuh investasi terhadap kekuatan otot dari negara-negara yg meratap-ratap supaya rakyatnya yg hanya mengandalkan otot dan dengkul bisa dipekerjakan oleh investor-investor padat modal dgn mesin-mesin otomatis paling canggih... Dan itu berarti penghisapan lebih lama lagi dari para kapitalist terhadap para peratap dan pengemis calon kapitalis model Indonesia.. Pemulihan dan kejayaan ekonomi,Kuncinya bukan tersebab sistem ekonomi bebas hambatan, bebas tarif masuk dan bebas dana segar antar negara, tetapi lebih pada kemampuan olah kreativitas dan olah pemikiran dari sebagian besar bangsa yg mengandalkan tekhnik terhadap bangsa lain yg hanya mengandalkan eksploitasi alam semacam Indonesia... Belanda yg tanpa jumlah manusia yg cukup, nyatanya bisa menggagahi sekian juta penduduk pribumi melayu... dan kunci nomer satu adalah tersebab keunggulan tekhnik, termasuk disini tekhnik militer dgn segala peralatan tempurnya.. baru setelah itu gaya rakus nya yaitu tamak dan monopoly plus sistem adu domba antar pribumi.. Jadi kunci nomer satu kejayaan sebuah bangsa di era milenium ini adalah keungggulan tekhnik yg berarti kemajuan tekhnologi yg berimbas pada pertumbuhan ekonomi... contoh terbaik adalah jepang yg dgn sikap seorang samurai berupaya keras mempelajari keunggulan tekhnik dari tekhnologi lawannya yaitu haram jadah amerika serikat dan akhirnya Jepang tercatat sebagai negara eksportir ke tiga terbesar didunia.. baru setelah itu keunggulan di sistem manajemen, pola pemasaran, good governance dll.. Dan untuk menciptakan manusia-manusia yg unggul tekhnik sebetulnya gampang yaitu bikin sekolah-sekolah umum tekhnik lebih banyak dari sekolah umum tulis baca penghasil ijazah nongkrong... dan bubarkan sebagian besar dari SMP dan SMU ujian tertulis penghasil tukang-tukang duduk-duduk saja.. Artinya sekolah yg mencetak lulusan siap aksi dan aktivitas kreativ harus lebih ditekankan dibandingkan lulusan ijazah rapal tulis baca.. Dalam arti kata lain: perbanyaklah sekolah -sekolah Kejuruan di seluruh Indonesia dan lakukan pembelajaran kreativitas plus juga observasi alam sesering mungkin.. dan dgn jalan inilah kita bisa mengolah isi perut bumi Indonesia kita dgn tangan sendiri tanpa perlu menarik-narik kerah baju investor-investor mata duitan untuk mengolah kekayaan alam Indonesia... Sang The Indramayu's Men Ikranagara" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear all; Masalah utang luar negeri pemerintah kita tidak bisa diisolir sekedar urusan utang antara si peminjam dan pemberi utang belaka sebagaimana biasanya yang sehari-hari kita kenal itu. Ini ada kaitannya dengan Free Trade vs Fair Trade. Karena, IMF dan WB itu merupakan sarana terpenting dalam melancarkan jalannya model ekonomi Free Trade menjadi wacana dan praktik perdagangan dan ekonomi global. Korea Selatan yang membangun ekonominya sejak tahun 50-an, dilanjutkan dengan tahun 60-an, 70-an dan 80-an menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang bagaikan mu'jizat membawa rakyatnya dari yang tertimpa kemiskinan akibat perang saudara menjadi masyakat yang tergolong makmur. Apkah kemajuan ekonominya pada rentetan dekade itu terjadi karena Korea Selatan menggunakan model Free Trade? Justeru sebaliknya, ketika kemudian pada dekade 90-an IMF & WB serta tekanan dari AS memaksa Korea Selatan menggunakan model Free Trade, memasuki kancah Ekonomi Global (baca: Kapitalisme Neo-Liberal) maka terjadi kehancuran ekonomi, padahal semua persyaratan dalam "structural ajustment" yang dibuat oleh IMF dan WB telah dilakukannya. Jadi, model apa yang dipakai oleh Korea Selatan sebelum dekade 90- an? "... through a state interventionist model, with goventment playing a managin trade, strong role in rirecting investment, and subsidizing chosing sectors of the economy. ..." (Kevin Danaher in "10 Reason to Abolish the IMF & World Bank') Demikian juga halnya dengan dongeng promosi yang diusung oleh WB bahwa suksesnya industrialisasi di negara-negara seperti Taiwan (dan Korea Selatan tadi) adalah buah dari model kebijakan Free Trade, jelas sekali omong kosong. Dongeng seperti itu juga diceritakan oleh WB tentang Malaysia, Singapura dan RRC. Yang benar adalah, kemajuan dalam hal pertumbhan ekonomi di negara-negara Asia itu diakibatkan oleh adanya "extensive state involvement in the economy." (Walden Bello dalam "Dragons in Distress: Asia's Miracle Economies in Crisis") Kalau mau mendapatkan informasi tentang sejumlah dongeng promosi semacam itu, silahkan baca "Myths of Free Trade"karya Sherrod Brown. Ada tujuh dongeng promosi yang ditelanjangi oleh Brown: (1) Americans believe in Free Trade, (2) Free Trade Agreement are necerssary to fight the war on terrorism, (3) Free Trade in an extension of American Values Abroad, (4) Free Trade leaves most people better off - in rich and poor nations alike, (5) Free Trade will bring democracy, human rights and freedom to autoriterian nations, (6) The North American Free Trade Agreement has been a success, (7) Free Trade is a great American tradition. Dengan bukunya itu, Brown bukan saja telah menelanjangi dongeng promosi WB itu, melainkan juga menelanjang hipokrisi pemerintah AS sendiri yang getol memaksakan model Free Trade (seperti yang telah dilakukan atas Korea Selatan, juga kepada pemeriontah kita sejak Suharto berkuasa). Anehnya, masih banyak pemerintah berbagai negara yang bergantung kepada utang luar negeri yang diglontorkan oleh WB dan karenanya harus menerima model Free Trade itu! ____________________________________________________________________________________ Sponsored Link Mortgage rates near 39yr lows. $420k for $1,399/mo. Calculate new payment! www.LowerMyBills.com/lre ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
