--- In [email protected], "ari_banzar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], "wahyudibaca" <wahyudibaca@> wrote: > > > > Seminnggu ini berita-berita banyak diisi dengan masalah poligami Aa > > Gym sampai SBY dan para menteri kerepotan dengan masalah ini. Banyak > > intelektual dengan berbagai disiplin ilmunya menganalisa dengan tajam > > hingga jidat berkerut media cetak media elektronik saling memberikan > > informasi yang terbaru dengan banyak nara sumber dari orang miskin, > > menegah dan kaum punya semua berbicara tentang poligami. Sesama > > agamapun saling perang pendapat dengan penafsiran masing-masing > > mengenai penolakan atau pembenaran tentang poligami dengan berbagai > > contoh negara islam atau negara yang warganya mayoritas beragama > > islam. Tetapi mengapa suara perempuan tidak mengangkat masalah > > poligami ini khususnya yang telah menjadi isteri pertama atau kedua > > atau ketiga atau yang kesekian. Perempuan perlu mengeluarkan > > pendapat tentang poligami atau suka dukanya dipoligami oleh seorang > > laki-laki yang masih mempunyai ide-logi paternalistik bahwa laki- laki > > itu yang berkuasa dan perempuan itu yang dikuasai oleh laki-laki. > > Perempuan yang dimadu apakah semanis kata dimadu. Pengalaman saya > > waktu pendidikan di pesantren bila mendengar ceramah KH bila belum > > punya isteri lebih satu belum bisa disebut KH ini salah satu foklor > > dilingkungan pesantren dan Kyai saya dulu punya isteri lebih satu > > itu saya lihat memang ternyata sulit adil saya lihat. contoh apabila > > Kyai saya itu pulang dari isteri kedua dan membawa makanan untuk > > dibawa pulang kepesantren isteri pertamanya tidak mau makan. ini > > salah satu contoh kecil saja. > > > > saya setuju kalo negara ini akhirnya hany menjadi negara bodoh tanpa > adanya pakar filsafat yang keren untuk menyeklesaikan semua persoalan > dalam pencarian soludsi yang adil menurut tuhan dan manusia > poligami sekarang sudah menjadi isu hangat hingga melupakan masalah yang nyata sekarang ini dimasyarakat tentang kemiskinan, pengangguran dan beras mulai langka. salam yudi
****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
