Sakit Hati
Tetanggaku meraba-raba mobil kesayangannya yang kinclong kini
baret-baret karena telah digores dengan batu oleh salah seorang anak TK
kawan sepermainan anaknya. Dia menyesalkan kejadian ini karena sempat
terlepas perhatiannya dari mobil kesayangannya itu.
Kekesalan dia terhadap perilaku orang lain terhadap mobilnya ini bukan
merupakan kali pertama, karena sebelumnya ada juga orang yang mencuri tape
recordernya. Aku hanya bisa mendengar cerita-ceritanya tentang mobil
kesayangannya itu.
Saking cintanya terhadap mobil barunya itu, memandikannya sampai dua kali,
bahkan tak ada waktu senggang lagi lantaran waktunya dihabiskan untuk apa
yang dicintainya itu.
Kekecewaannya baru sedikit berkurang bila kekesalannya dilimpahkan kepadaku
melalui curhatnya, agar aku menampung ceritanya bilamana perlu memberikan
sedikit komentar atau menjadi gongnya.. agar tambah seru.
Kusampaikan kepadanya bahwa memang sangat sulit bila hati sudah dipenuhi
kecintaan akan materi, sehingga tidak ada tempat lagi untuk Yang Memberi
Rezeki. Dzat Pemberi rezeki terkadang memberikan ujian terhadap hambanya
itu, melalui cobaan-cobaan kecil agar kita tersadar akan kekeliruan kita.
Kita sebagai manusia kadang-kadang lalai untuk mengosongkan dan melapangkan
hati ini dari keterikatan-keterikatan materi, mengisi kekosongan hati
dengan Cahaya Nya, karena hati yang bersih dan lapang mudah menerima
Petunjuk-Petunjuk Nya, yang direntaskan ke dalam qolbu (hati) melalui
ilham kebaikan.
Semoga Allah selalu memberkahi dan memberi petunjuk kepada kita,
Amin.
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com