Refleksi:

Rumah yang Sempit Tapi Longgar


Orang bilang, karakter seseorang menentukan pekerjaannya. Ini benar sekali, 
seorang dokter bedah misalnya, haruslah orang yang berhati dingin, bayangkan 
jika seorang dokter bedah adalah seorang yang temperamental, emosional dan 
cenderung histeris... bisa jadi organ tubuh pasiennya yang ia operasi bukannya 
beres, malah amburadul. Seorang salesman biasanya adalah orang yang easy going, 
mudah bergaul dengan siapa saja, banyak omong, suka berteman, pintar menyajikan 
cerita-cerita lucu yang menyenangkan. Seorang dalang, cenderung mendalam dan 
spiritual, meyukai klenik dan hal-hal mistik.... Namun bagaimana dengan seorang 
tukang cukur? Seorang tukang cukur, atau seorang yang pandai mencukur rambut 
temannya dari pengamatan saya biasanya adalah seorang yang bersahaja, memiliki 
pandangan hidup yang begitu simple, menghargai hal-hal yang sederhana, rendah 
hati, suka melayani orang lain. Ya, seorang tukang cukur yang baik bukan saja 
dapat merapikan rambut kita, tapi juga membantu kita menata pikiran kita yang 
kusut di kepala, dengan sikapnya yang rendah hati dan cerita-ceritanya yang 
ringan dan menghibur.

Seorang tukang cukur langganan saya memiliki aura seperti itu. Dia seorang ayah 
muda yang belum lama hijrah ke kampung kami. Dia aslinya berasal dari Klaten, 
Jawa Tengah. Dan meski dia tergolong baru, pelanggannya sudah banyak sekali. 
Bahkan seringkali kami harus antri untuk mendapatkan layanannya. Dan saya lihat 
para pelanggannya bersedia antri tanpa mengeluh. Mereka memilih antri daripada 
pindah ke tempat tukang cukur yang lain. Pernah suatu ketika kami harus 
menunggunya karena dia sedang tahlilan di rumah tetangga, dan kami tetap sabar 
meski harus menunggunya cukup lama.

Apa sebabnya dia memiliki pelanggan yang begitu setia? Pertama, mungkin karena 
murah. Jika tukang cukur lainnya mematok harga sekitar Rp 3.000,- sampai Rp 
4.000,-, tukang cukur yang satu ini tetap bertahan pada tarif Rp 2.000,- per 
kepala. Mungkin juga karena pekerjaannya memang rapi, meski modelnya 
begitu-begitu saja. Tapi janganlah kita membandingkan seorang tukang cukur 
kelas kampung dengan seorang Johny Andrean. 

Tapi selain sebab-sebab di atas, saya yakin ada sebab yang lain, yaitu: 
karakternya. Dia seorang yang sungguh rendah hati, semanak, sikapnya pada orang 
lain sungguh baik, suka menyajikan cerita-cerita ringan yang menghibur, seorang 
ayah dan suami yang baik, rajin sholat dan hidup rukun dengan tetangganya. Dia 
juga memiliki memiliki perhatian yang tulus terhadap penampilan para 
pelanggannya. Saya sungguh menghargai pandangan hidupnya yang begitu sederhana 
dan sikapnya yang menghargai hal-hal yang sederhana: dia menanam anggur dan 
memelihara seekor dua ekor burung kicauan di depan rumahnya. Dia selalu dapat 
mengingatkan saya bahwa bagaimanapun life is simple and easy.

Dia tinggal di rumahnya yang sangat sempit bersama seorang anak dan istrinya. 
Rumah tersebut sungguh sempit, yang bahkan harus ia bagi lagi karena sebagian 
ia gunakan sebagai kios cukurnya. Jadi sebenarnya rumah tersebut hanya terdiri 
dari dua ruang utama: kios cukurnya dan kamar tidur. Dan lorong sempit di depan 
kamar tidur yang langsung menuju dapur. Di lorong sempit tersebut terdapat satu 
set pesawat televisi, galon air isi ulang, beberapa perkakas, dan satu dua 
kursi. Kesempitan akan lebih terasa lagi ketika sepeda motornya harus masuk ke 
dalam rumah. Tapi anehnya, meski sempit rumah tersebut terasa longgar. Dan 
meski saya tidak paham hal-hal supranatural atau hal hal hal gaib di luar sana, 
saya dapat merasakan rumah tersebut terasa sejuk dan dingin. Sementara saya 
juga tahu ada rumah lain, meski rumah tersebut besar dan luas, bahkan terdapat 
banyak kamar kosong yang tidak terpakai, rumah peninggalan orang tua tersebut 
terasa sempit dan panas, karena para penghuninya saling membenci, mendengki, 
saling curiga-mencurigai, bahkan saling siap melancarkan serangan dengan segala 
macam intrik dan cara... demi memperebutkan warisan tersebut.


Salam,
www.catatanrenungan.blogspot.com
  



Kirim email ke