Kompatiologi dan Perubahan Paradigma Berpikir, dari
Normatif ke Adaptif
ditulis oleh: Vincent Liong / Liong Vincent Christian


Daftar Isi Email ini:
* Bagian I : Konstruksi & Sebab-Akibat: Area Bumi,
Manusia & Langit.
* Bagian II : Operating sistem pada Otak dan Jaringan
Penghubung.
* Bagian III : Dekonstruksi Sistem Pengambilan
Keputusan dan Instalasi Penghubung.
* Bagian IV : Dekonstruksi berbeda dengan
ReProgramming.
* Dokumenter Kompatiologi di Metro TV dan Trans7. 
* Proyek Percontohan Kompatiologi di komunitas
Pengusaha.
* Contact Person Kompatiologi.
* Maillist-maillist tempat diskusi Kompatiologi
* Download ebook Kompatiologi.
* Kumpulan link tulisan yang perlu dibaca.



=======
Bagian I
=======

Konstruksi & Sebab-Akibat: Area Bumi, Manusia & Langit


 “Manusia mengikuti aturan bumi, Bumi mengikuti aturan
Langit. Sementara langit itu mengikuti aturan Tao.”
Dikutip dari Tao-TE Ching.


Dalam hukum sebab akibat yang berlaku di kehidupan
manusia ada area yang sistemnya ada pada manusia, bumi
dan langit.

Yang dimaksut manusia dalam analogi ini adalah segala
yang termasuk ilmupengetahuan sosial. Yang dimaksut
bumi dalam analogi ini adalah segala yang berhubungan
dengan ilmupengetahuan alam termasuk didalamnya ilmu
pengukuran & ilmu kedokteran. Yang dimaksut langit
dalam analogi ini adalah segala yang berhubungan
dengan ilmu keyakinan (ketuhanan & keagamaan).

Dalam membahas tiap area ini (manusia, bumi dan
langit) dalam konteks hubungannya dengan manusia, maka
ada dua hal yang penting:
* Pertama adalah ‘konstruksi bangunan’(operating
sistem) tiap area tsb dalam diri seorang manusia.
* Kedua adalah ‘sebab-akibat’(program) yang berlaku
dalam kehidupan si manusia bilamana seorang individu
manusia (yang unik) memilih / memberlakukan konstruksi
bangunan tertentu pada dirinya.


Misalnya dalam area Bumi:
* [Konstruksi bangunan] Seorang ahli ilmu tataletak
bangunan membangun rumah dengan arah, tataletak,
bentuk, pembagian ruang tertentu.
* [Program] Sebuah keluarga pindah rumah dari rumahnya
yang lama ke rumah yang baru dibangun tsb. Sebagai
sebab-akibat langsung dari ‘perpindahan dari
konstruksi bangunan rumah yang lama, ke konstruksi
bangunan rumah yang baru’ (dekonstruksi) maka ada
akibat langsung, misalnya; kesan seperti perubahan
tingkat kenyamanan, pengaruh terhadap perasaan
terhadap tiap penghuni rumah atas konstruksi kamarnya
yang baru. Sebagai akibat tidak langsung, misalnya;
disebabkan oleh hal tsb sebuah keluarga mengalami
proses semacam stress, bisa dengan bertengkar atau
malah evoria berlebihan menikmati rumah yang baru,
hingga mencapai titik keseimbangan yang baru; yang
berbeda dengan titik keseimbangan ketika keluarga tsb
menempati rumah yang lama.

Misalnya dalam area Manusia:
* [Konstruksi bangunan] Seorang ahli dekonstruksi
Kompatiologi melakukan instalasi operating sistem
dengan konfigurasi rumus tertentu.
* [Program] Seorang individu manusia mengalami
dekonstruksi dimana mengalami uninstall operating
sistem yang lama dan install operating sistem yang
baru. Sebagai sebab-akibat langsung, misalnya; orang
tersebut mengalami stress entah berupa evoria karena
ada kekaguman dengan kondisi diri sendiri yang baru,
atau mengalami lepas kontrol atas ego dari diri
sendiri. Sebagai akibat tidak langsung, misalnya;
orang tersebut mengambil keputusan hidup dengan cara
yang berbeda, memilih teman dengan persyaratan yang
berbeda, memilih tujuan hidup yang berbeda karena
pemposisian diri terhadap masalah menjadi berbeda.

Misalnya dalam area Manusia tetapi dalam analogi
Komputer:
* [Konstruksi bangunan] Seorang programmer
meng-uninstall Windows 95 pada sebuah
‘komputer’(hardware) dan meng-install Windows XP pada
komputer tsb.
* [Program] Seorang pengguna komputer merasa puas pada
komputernya yang telah terinstall Windows XP setelah
sebelumnya menggunakan Windows 95. Sebagai akibat
langsung, misalnya; Ada perhatian lebih terhadap
komputer tsb untuk mencoba aplikasi yang belum ada
pada tekhnologi Windows 95, ada kesulitan menggunakan
aplikasi yang baru karena belum mengenal benar cara
kerjanya. Sebagai akibat tidak langsung, misalnya;
Kemampuan komputer biasanya mampu hanya menjalankan
dua program bersamaan bilamana menggunakan Windows 95,
dapat menjalankan enam program bersamaan dengan
Windows XP dengan kecepatan yang sama.

Misalnya dalam area langit:
* [Konstruksi bangunan] Seorang umat agama X pindah
agama ke agama Y.
* [Program] Sebagai akibat langsung, misalnya; Umat
agama X yang pindah agama ke agama Y ini menjadi
fanatik dengan agama Y dan dengan semangat mencoba
belajar dari nol tentang norma-norma yang berlaku di
agama Y. Sebagai akibat tidak langsung, misalnya;
Perilaku individu manusia di umat beragama tsb berubah
dari satu pola ke pola yang lain.


Dalam membahas ilmupengetahuan pada tiap ‘area’ tsb
(manusia, bumi dan langit) ada dua titik reverensi
yang dijadikan paradigma dasar tumbuhnya sebuah
ilmupengetahuan. Masing-masing memiliki keunggulan dan
kelemahannya sendiri-sendiri:

Konstruksi Bangunan
Bilamana sudutpandang ilmupengetahuan yang kita anut
adalah pada Konstruksi bangunan-nya (bersifat
relatif), maka:
* Hanya mampu menjelaskan secara logis proses
installasi (dekonstruksi pada konstruksi bangunan),
tetapi tidak mampu menjelaskan secara ilmu pasti soal
kepastian pola ‘sebab-akibat’(Program) yang jelas.
* Waktu yang dibutuhkan untuk menguasai
ilmupengetahuan jenis ini adalah tergantung jam
terbangnya bukan jumlah waktu di ruang kelas. Jumlah
waktu belajar yang dibutuhkan di ruang kelas amat
sangat singkat tetapi sistematikanya jelas dalam
hubungan satu hal dengan yang lain sebagai sebuah
operating sistem (lalulintas informasi).
* Mudah diadaptasikan pada berbagai macam kebutuhan
secara costumize, tetapi kurang mampu menjelaskan jika
diminta menjelaskan hukum sebab-akibat (program) yang
akan terjadi dalam tiap kasus dengan logika ilmu pasti
yang sistematis.
* Penggunaan ilmu bersifat kreatif & independent
karena terbiasa untuk mempelajari dan mencari
penyelesaian dari nol atas ‘kasus-kasus baru’ (unik /
costumize) yang dihadapi.

Program
Bilamana sudutpandang ilmupengetahuan yang kita anut
adalah pada Program (bersifat ilmu pasti & ilmiah),
maka:
* Hanya mampu menjelaskan secara logis kumpulan daftar
kebenaran yang isinya sejumlah hukum sebab-akibat yang
berlaku secara ilmu pasti yang kongkrit dan tidak
memahami hubungan satu kebenaran dengan kebenaran
ilmiah yang lain. Tidak mampu menjelaskan konstruksi
bangunan (operating sistem) yang digunakan.
* Waktu yang dibutuhkan untuk menguasai
ilmupengetahuan jenis ini adalah tergantung pada
jumlah jam belajar di ruang kelas untuk menghafalkan
sebanyak mungkin kebenaran-kebenaran (fakta) yang
telah dibuktikan secara ilmiah. Jadi jumlah waktu
belajar di kelas untuk menghafalkan sejumlah fakta
menjadi amat sangat panjang bahkan hingga
bertahun-tahun.
* Mampu menjelaskan jika diminta menjelaskan hukum
sebab-akibat (program) yang akan terjadi dalam tiap
kasus dengan logika ilmu pasti yang sistematis, tetapi
tidak mampu menjawab dan mengadaptasikan secara
costumize bilamana kasus tsb belum terjelaskan dalam
catatan ilmiah / kebenaran hukum sebab-akibat yang
bersifat ilmu pasti yang dihafalkannya. Jadi hanya
berlaku di kondisi ideal saja.
* Penggunaan ilmupengetahuan bersifat tidak kreatif &
hanya menurut aturan karena sekedar mencocokkan data
dengan daftar kebenaran. 




=======
Bagian II
=======

Operating sistem pada Otak dan Jaringan Penghubung

Pada area manusia, manusia sebagai makhluk yang
individual yang memiliki diri yang terpisah dengan
yang lain tentu tidak bisa dibahas sekedar dengan
membedakan soal ‘Konstruksi bangunan’(operating
sistem), dan berbagai macam variasi programnya.
Membahas dua hal ini saja maka kita baru sampai pada
pembahasan manusia sebagai otaknya / pikirannya saja.
Untuk mendayagunakan pikiran / otak manusia maka perlu
ada tubuh manusia dengan penghubung entah berupa
syaraf, pembuluh darah, dlsb.

Bilamana kompatiologi bekerja sebagai operating sistem
pada otak manusia, maka agar kerja operating sistem
dapat bekerja dengan baik maka perlu juga
memperhatikan penghubung antara kerja pikiran / otak
dengan output da input device (5 indra yang ada di
manusia). Untuk memanage bagian ‘penghubung’ ini maka
dibutuhkan ilmu salah satunya ilmu Kundalini.

Ilmu Kundalini juga seperti ilmu Kompatiologi juga
sama-sama operating sistem. Kalau ilmu Kompatilogi
mengatur lalulintas informasi antara input dan output
pada proses pengambilan keputusan (konstruksi di
pikiran / otak), maka ilmu Kundalini mengatur
lalulintas pada tubuh (konstruksi hardware/ syaraf,
pembuluh darah, dlsb) maka dari itu efek samping
jangka pendek-nya ketika proses penyesuaian terjadi
berupa reaksi fisik pada seluruh bagian tubuh.
Sedangkan kompatiologi efek samping jangka pendek-nya
cenderung pada bagian kepala (otak) dan pada
pengambilan keputusan (pemposisian diri di keadaan)
saja.




========
Bagian III
========

Dekonstruksi Sistem Pengambilan Keputusan (Operating
Sistem) dan Instalasi Penghubung (Hardware)


Bilamana anda memiliki sebidang tanah yang telah
dibangun rumah di atasnya dan berniat membongkar /
merenovasi untuk mengubah bentuk tataletak, pembagian
ruang, dlsb maka anda melakukan dekonstruksi di
konstruksi bangunan (posisi peran kompatiologi pada
manusia).

Bilamana anda memiliki rumah dan berniat memperbaiki
atau mengganti jaringan kabel, pipa air, dlsb tanpa
merobohkan atau merenovasi rumah (seperti dibahas di
paragraf di atas) maka anda melakukan dekonstruksi di
instalasi penghubung saja.

Jadi dekonstruksi adalah pengubahan dari konstruksi
yang lama ke konstruksi yang baru (yang lama
dihancurkan dan kemudian dibangun kembali ke kondisi
yang baru).




========
Bagian IV
========

Dekonstruksi berbeda dengan ReProgramming


Operating Sistem bertugas mengatur lalulintas
informasi antara masukan (input) dan keluaran
(output). Contoh; Dos, Windows, Linx, dlsb.
Sedangkan Program adalah kumpulan perintah yang
memanipulasi data input untuk menghasilkan output yang
diinginkan. Maka sebuah operating sistem bisa memiliki
banyak variasi program yang bisa saja dipilih untuk di
jalankan, tetapi tidak terikat pada satupun program
karena sifat operating sistem adalah pengaturan
lalulintas informasi bukan pemodelan / pem-pattern-an
/ penyeragaman kegiatan input, proses & output.

Para pengamat kompatiologi non user sering secara
sengaja atau tidak sengaja men salah artikan
kompatiologi yang bersifat operating sistem
(konstruksi bangunan) sebagai program. Para pengamat
ini membandingkan Kompatiologi dengan ilmu; NLP
(Neuro-linguistic Programming), ilmu-ilmu versi
lembaga resmi Psikologi yang semuanya bersifat
program.

Ilmu NLP (Neuro-linguistic Programming), ilmu-ilmu
versi lembaga resmi Psikologi adalah bersifat
ReProgramming tetapi bukan Dekonstruksi karena
ilmupengetahuannya berada di taraf sebagai program.
Sifat program adalah ada pattern, model, penyeragaman
urutan kegiatan input proses output. Sebuah program
adalah sebuah rumus baku yang mengatur tentang
bagaimana memproses input sehingga menghasilkan output
secara benar sesuai aturan norma / persyaratan yang
berlaku pada program tsb untuk menghasilkan sifat
disiplin mengikuti norma tertentu yang dianggap
sebagai yang paling benar atau baik dalam lingkungan
yang dianggap selalu bersifat ideal.

Kelemahan program adalah karena program itu hanyalah
satu diantara sekian banyak program, sehingga untuk
mengetahui banyak program perlu waktu belajar yang
lama untuk menguasai satu demi satu program. Seperti
anda belajar satu jenis resep masalahn misalnya resep
memasak Ayam Goreng Standart ala resto Kentuky Fried
Chicken dengan lama waktu memasak tertentu, bumbu
tertentu yang harus sesuai standart, maka untuk
belajar memasak makanan yang lain anda perlu belajar
satu demi satu dari nol.

Untuk menghadapi kondisi at the present time yang
berbeda orang yang menguasai program sering terlalu
membela / melekat pada program tertentu yang sudah
diyakini (seperti meyakini agama) dianggap paling
benar untuk segala kondisi baik ideal maupun tidak
ideal. Jadi proses ‘kalibrasi’(kegiatan antisipasi
sehingga berevolusi / berubah untuk tujuan beradaptasi
pada keadaan yang baru) tidak dapat terjadi. Pattern,
model yang seragam menyebabkan pengguna hanya mampu
sampai tahap menjadi pekerja dengan pekerjaan dan
hasil kerja yang standart tetapi tidak mampu menjadi
penguasa yang bertugas mengambil keputusan dan
menerima segala resiko baik dan buruknya di segala
kondisi. Itu reasoning mengapa banyak pengusaha yang
benar-benar sukses bukanlah yang lulusan universitas
melainkan yang lulusan SD hingga SMU, sedangkan yang
lulusan universitas dalam negeri hingga yang lulusan
Amerika hanya berakhir jadi karyawan / pekerja yang
menerima gaji dari bos / perusahaan tempatnya bekerja.

Maka dari itu NLP (Neuro-linguistic Programming),
ilmu-ilmu versi lembaga resmi Psikologi hanya laku
dijual untuk orang / pihak yang ingin tetapi belum
merasa sukses, mampu, evisien, dlsb tetapi tetap saja
meski berjudul; kepemimpinan, motivational trainning,
test IQ, standart karyawan yang ideal, lingkungan
kerja yang ideal, iklan yang ideal, sifat dan prilaku
yang ideal, keluarga yang ideal, teman yang ideal,
dlsb ;tetap mereka terkondisikan oleh penyeragamannya
sehingga tidak akan mampu menjadi pemimpin yang
mengambil keputusan karena yang diajarkan adalah
konsep yang ditujukan untuk diyakini seperti agama
yang menghasilkan keyakinan akan konsep (seperti orang
belajar teologi menghasilkan paham akan agama tetapi
bukan pada hal kongkrit untuk bertahan hidup). Banyak
praktisi yang mengajar, memberikan trainning,
memberikan konseling, pelatihan, penyembuhan kejiwaan
tetapi tidak pernah mengalami menjalankannya di
realitas diri sendiri selalu konteksnya “Untuk Anda”.
Maka dari itu ilmu-ilmu yang bersifat program hanya
laku selama ada manusia tidak bersifat independent
alias manja.

Manusia seharusnya lebih mampu beradaptasi dari
binatang, tetapi untuk memuaskan egonya untuk merasa
benar, manusia megusahakan untuk mengikuti norma yang
secara langsung tidak langsung mematikan kemampuan
beradaptasi yang ada sejak lahir.


Pada ilmu Kompatiologi yang sifatnya Konstruksi
(Operating Sistem), tidak ada pattern, model,
penyeragaman urutan kegiatan input proses output
standart yang dihasilkan. Para penggunanya memiliki
kebebasan untuk memilih program apa yang digunakan at
the present time pada kondisi yang unik (costumize).
Kegiatan memilih program ini didasarkan bukan untuk
mengikuti norma melainkan memperhatikan keuntungan
yang didapatkan dan kerugian harus dibayar oleh pelaku
bilamana memilih program tertentu.

Bisa saja program tsb tidak sesuai dengan program yang
dianggap benar oleh NLP (Neuro-linguistic
Programming), ilmu-ilmu versi lembaga resmi Psikologi,
tetapi dianggap sebagai pilihan yang paling tepat
bilamana ditimbang untung ruginya oleh pelaku at the
present time. Praktisi Kompatiologi sebagai manusia
memang masih memiliki ‘special issue’ (masalah /
perhatian khusus secara pribadi yang individual /
khas), tetapi mereka tidak memiliki pattern, model,
penyeragaman urutan kegiatan input proses output. Ini
terjadi karena dalam menghadapi setiap situasi at the
present time maka di saat itu juga si individu
melakukan pemetaan, pengukuran, pertimbangan
pertimbangan yang sifatnya sebagai antisipasi untuk
keadaan at the present time, yang mengakibatkan si
individu berevolusi demi tujuan terus beradaptasi
untuk survive (menjaga atau memperbaiki kwalitas
hidup).

Ilmu Kundalini sebagai ilmu yang berbeda dengan
Kompatiologi karena perannya pada bagian instalasi /
jaringan penghubung (hardware) maka masalah yang
timbul adalah bagaimana mencari posisi keseimbangan
(penyetelan/pengkondisian) yang paling baik untuk
hardware si pengguna ilmu kundalini tsb. Kundalini
syndrom terjadi ketika kegiatan mencari hal yang
paling pas dan proses membongkar instalasi / jaringan
penghubung yang lama diganti dengan aturan/pemposisian
yang baru.




======================================
Dokumenter Kompatiologi di Metro TV dan Trans7
======================================
* Kick Andy di Metro TV ; topik: Fenomena Indigo
Ditayangkan pada Kamis, 8 Maret 2007 jam 22.30 WIB 
dan ditayangkan ulang pada Minggu, 11 Maret 2007 jam
15.05 WIB.
* Fenomena di Trans TV ; topik: Indigo
Ditayangkan pada Senin, 5 Maret 2007 jam 23.30 WIB

(Bilamana ada perubahan jam tayang maka akan
di-informasikan di
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/messages
http://groups.yahoo.com/group/komunikasi_empati/messages
)



===========================================
Proyek Percontohan Kompatiologi di komunitas Pengusaha
===========================================

Proyek Percontohan Penerapan Kompatiologi ke Komunitas
Pengusaha 
Update terakhir, Project Kompatiologi cabang Bandung
sudah siap untuk menjadi Pilot Project (Proyek
Percontohan) untuk penerapan Kompatiologi ke komunitas
Pengusaha. Jadi kalau ada komunitas pengusaha di
berbagai provinsi di Indonesia maka bisa mengirimkan
wakil sebagai pemantau untuk mengunjungi percontohan
project Kompatiologi cabang Bandung dan melihat
sendiri result yang sudah dihasilkan sebelum
menerapkan Kompatiologi di Komunitas Pengusaha di
kotanya. Untuk mengetahui proyek Percontohan Penerapan
kompatiologi ke Komunitas pengusaha hubungi
Kompatiologi cabang Bandung.



======================
Contact Person Kompatiologi
======================
cabang JAKARTA: Adhi Purwono 021-68812660, Ondo Untung
08128599710, Cornelia Istiani 081585228174 &
021-68358037, Juswan Setyawan 08159162193, Vincent
Liong 021-70006775, 021-98806892, 08881333410,
021-5482193, 021-5348567, cabang BANDUNG: Omen
022-70108828 & 08157179292, Iwan 0811200270, cabang
PURWOKERTO: Bimo Wikantiyoso 0816746770 & 08888405843.

Note: Kompatiologi tidak memiliki badan kelembagaan
yang resmi, kantor yang resmi, dlsb. Para praktisi
baik itu: Pendiri kompatiologi (Vincent Liong), Guru
Besar / Sesepuh Kompatiologi, Donatur tetap
Kompatiologi, Guru bagian menjelaskan teori dan
aplikasi, Bagian publikasi, Jaringan pekerja-pekerja
tukang dekon, dlsb semuanya memiliki latarbelakang
pekerjaan utama masing-masing dimana Kompatiologi
hanya sebagai pekerjaan sampingan atau hobi semata.
Segala sumbangan berupa uang atau barang kepada
kompatiologi sifatnya pribadi ke pribadi karena semua
penelitian dan pengembangan kompatiologi dilakukan
dengan inisiatif, biaya dan tenaga tiap peneliti dan
penggunannya sendiri-sendiri. Untuk hasil
penelitiannya digunakan sendiri atau dishare dengan
sesama pengguna kompatiologi.


=================================
Link maillist-maillist tempat diskusi Kompatiologi
=================================
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/
http://groups.yahoo.com/group/komunikasi_empati 
http://groups.google.com/group/komunikasi_empati/about

http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/
http://groups.yahoo.com/group/r-mania 



==============================
Kumpulan Link tulisan yang perlu dibaca
==============================


* Download ebook-ebook & file Kompatiologi klik: 
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/files/

* Foto-Foto Tour Kompatiologi Bersenjata
http://ph.groups.yahoo.com/group/vincentliong/photos 


* Link tulisan yang berhubungan dengan pembahasan:
”Kompatiologi dan Perubahan Paradigma Berpikir, dari
Normatif ke Adaptif”

Subject: Fwd: Re: Misi Mesianik Anak Indigo (Vincent
Liong) - Tanggapan Harez
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1013

Subject: Re: Misi Mesianik Anak Indigo (Vincent Liong)
- Tanggapan Harez
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1014

Subject: Kompatiologi ilmu Kebinatangan (Re: Misi
Mesianik Anak Indigo...)
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1015

Subject: Kompatiologi ilmu Kebinatangan (Re: Misi
Mesianik Anak Indigo...)
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1018

Subject: Re: Kompatiologi ilmu Kebinatangan >
Tanggapan Harez
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1022


Subject: Drop Out atau Mahasiswa Abadi ?!
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1023

Subject: Re: Kompatiologi ilmu Kebinatangan >
Tanggapan Harez
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1025

Subject: Kompatiologi untuk Segala Kelas / Tingkat
Ekonomi
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1026

Subject: Re: FWD: IKLAN: TALKSHOW INDIGO + Kritik &
Saran Vincent Liong
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1036

Subject: Eksklusifisme dalam ‘Psikologi’ (sebagai
lembaga)
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1037

Subject: Re: Fwd: [R-Mania] Fwd: IKLAN: TALKSHOW
INDIGO
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1038

Subject: Fwd: Re: [psiindonesia] Menanggapi Kritik
Vincent Liong Terhadap 
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1039


Subject: Fwd: Re: [psiindonesia] Menanggapi Kritik
Vincent Liong Terhadap
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1040

Subject: Fwd: Re: [psiindonesia] Menanggapi Kritik
Vincent Liong Terhadap
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1042

Subject: Definisi Ilmiah; Sebuah pembodohan !?
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1043

Subject: Untuk ‘Revolusi Diam’ di Psikologi &
Ilmupengetahuan Sosial
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1047

Subject: Re: [KomPati] Untuk ‘Revolusi Diam’ di
Psikologi
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1048

Subject: Fwd: Re: dual hard disk
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1049

Subject: Re: [KomPati] Untuk ‘Revolusi Diam’ di
Psikologi
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1050

Subject: Re: Fwd: [psiindonesia] Psikolog untuk Proyek
Psycho_Sosial Aceh
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1055

Subject: Kompatiologi dan Kekhawatiran akan "Bencana
Kundalini"
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1057

Subject: Re: Kompatiologi dan Kekhawatiran akan
"Bencana Kundalini"
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1056

Subject: Fwd: Re: Untuk ‘Revolusi Diam’ di Psikologi &
Ilmupengetahu
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1061



Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/hOt0.A/lOaOAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke