Agama di Mata Para Filsuf,
  Membedah Teks-Teks Kunci Filsafat Mengenai Agama.
   
  Dalam tradisi filsafat Barat modern status dan peranan agama kerapkali 
menjadi bahan dasar atau “subject matter” bagi lahirnya serangkaian perdebatan 
seputar pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana pengalaman dan kesadaran 
beragama ditinjau dari apa yang ada (das Sein) maupun apa yang semestinya (das 
Sollen).  Agama bukan ranah tabu di mana hanya otoritas tertentu yang berhak 
menentukan corak dan karakter perwajahannya. Agama, dengan kata lain, kini 
dapat menjadi “konsumsi” publik khususnya bagi figur-figur yang memiliki 
kapasitas exegese tingkat tinggi, dan terbiasa berfikiran kritis dan radikal 
(radix = mengakar).   
   
  Para filsuf dengan sengaja maupun tidak disengaja dalam arti hanya 
menempatkannya sebagai ephiphenomena, memperkarakan peran dan keduduakan agama 
terutama dalam kaitannya dengan sistem-sistem pengetahuan, sosial, seni, 
budaya, kekuasaan, kekerasan, dan lainnya. Hal tersebut tampak dalam artikulasi 
gagasan beberapa filsuf seperti, untuk menyebut beberapa, David Hume dalam 
karyanya Natural Religion; Immanuel Kant Religion within the Limits of Reason 
Alone; G.W F. Hegel Lecture of Philosophy of Religion; Ludwig Feuerbach Essence 
of Christianity; SØren Kierkegaard Fear and Trembling; Karl Marx Holy Family; 
Friedrich Nietzsche Genealogy of Morals; William James Varietes of Religious 
Experience; Sigmund Freud Religion as Illusion; A.N Whitehead Religion in the 
Making; Ludwig Wittgenstein Lecture on Religion.
   
  Sayangnya, karya-karya besar dari para filsuf tersebut di atas tidak 
sepenuhnya diketahui dan dipahami “dengan benar” khususnya oleh pihak-pihak 
yang mengklaim diri sebagai intelektual dengan spesialisasi pada bidang agama 
berikut segala persoalan di dalamnya. Mereka, ironisnya, bahkan cenderung hanya 
mengutip jargon-jargon yang diwartakan sang filsuf.
   
  Bersama ini, PSIK Universitas Paramadina mengundang anda menghadiri serial 
diskusi tersebut dengan tema besar ”Agama di Mata Para Filsuf”. Seluruh 
rangkaian diskusi ini akan dilaksanakan di Ruang Granada (Rektorat) Univ. 
Paramadina, Jakarta. Berikut jadwal serial diskusi tersebut:
   
  STUDENT CIRCLE
  “AGAMA DI MATA PARA FILSUF”
   
  Immanuel Kant: “Religion within the Limits of Reason Alone”
  Fitzgerald K. Sitorus
  Kamis, 21 Juni 2007
  Jam. 10.00-12.00
   
  G.W.F. Hegel: “Lecture of Philosophy of Religion”
  Firzgerald K. Sitorus
  Kamis, 28 Juni 2007
  Jam. 10.00-12.00 
   
  Ludwig Feuerbach: “The Essence of Christianity”
  Dr. S.P.Lili Tjahjadi
  Kamis, 5 Juli 2007
  Jam. 10.00-12.00 
   
  Karl Marx: “The Holy Family”
  Prof. Dr. Franz Magniz-Suseno
  Kamis, 12 Juli 2007
  Jam. 10.00-12.00
   
  Leibniz: “Theodice”
  Dr. A. Sunarko
  Kamis, 19 Juli 2007
  Jam. 10.00-12.00
   
  Caputo: “On Religion”
  Prof. Dr. Sastrapratedja
  Kamis, 26 Juli 2007
  Jam. 10.00-12.00
   
  Friedrich Nietzsche: “The Genealogy of Morals”
  Dr. F. Budi Hardiman
  Rabu, 1 Agustus 2007
  Jam. 11.00-13.00 
  S. Kierkegaard: “Fear and Trembling”
  Dr. S.P.Lili Tjahjadi
  Kamis, 9 Agustus 2007
  Jam. 10.00-12.00
   
  Ellias Canneti: “Mass and Power”
  Dr. F. Budi Hardiman
  Rabu, 15 Agustus 2007
  Jam. 11.00-13.00
   
  A.N. Whitehead: “Religion in The Making”
  Dr. A. A. Nugroho
  Kamis, 16 Agustus 2007
  Jam. 10.00-12.00


PUSAT STUDI ISLAM DAN KENEGARAAN (PSIK)
CENTER FOR ISLAM AND STATE STUDIES (CISS)

Jl. Gatot Subroto, Kav.96-97 Mampang, Jakarta 12700
Tlp. 021-686 543 72 Fax: 021-799 33 75
Email: [EMAIL PROTECTED]
Web: www.psik-paramadina.org
       
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.

Kirim email ke