Don Quixote dikecam orang tak dikenal selama tinggal di Barcelona :
"Setan, kau Don Quixote de la Mancha ! ... Kau gila, dan andaikan kau tahan kegilaanmu bagi dirimu sendiri saja, dan kau tutup pintu kegilaan itu bagi kami, takkan ada bencana menimpa kami ; tapi kau punya bakat untuk membuat gila dan konyol siapa saja yang punya urusan dengan kamu. Buktinya tak usah jauh2, lihatlah orang2 terhormat yang kini membuntutimu." Orang bisa menjadi mediator bagi sesamanya tanpa menyadarinya, meniru tiruan hasratnya sendiri. Proust menulis, Oh andaikan kita tidak punya rival, andaikan kita percaya mereka tidak ada... sebab sesungguhnya mereka itu tak perlu ada. Sikap ramah tamah, telah berubahkah menjadi gaya snob. Menurut Proust, snobisme hanyalah kata lain buat cinta yang cemburu, cinta yang membenci. Kita mencinta sesama dengan gaya snobis, berarti mencinta dengan mencemburu. Max Scheller menerangkan suatu resentiment, suatu fenomena kedengkian di zaman modern, dikarenakan kegagalan dalam memiliki sendiri. Proust menggambarkan lebih jauh, ... apa saja yang bukan diriku, dunia beserta ciptaan di atasnya, tampak dengan lebih indah dan penting, dianugerahi dengan eksistensi yang lebih real. Orang modern cenderung merasa mempunyai harga diri yang tinggi. Tapi pada saat yang sama, merasa begitu tidak mampu, sehingga makin kehilangan harga diri, tersudut dan terasing, sepi sendiri. Persoalan akan menjadi lebih ringan, jika tiap orang bisa merasa bahwa orang lain juga mengalami kepahitan yang sama. Dia tidak sendiri. Namun orang terkadang tidak berpikir demikian. Aku tidak percaya, hal yang sama juga menimpa orang lain,.. I am alone, and they are together.. Tiap orang adalah mangsa kekhawatiran dan tak mengerti satu sama lain. Tapi tiap orang percaya, dirinya sendiri yang tahu kebenaran dan mengamuk atas pendapat orang lain. Mereka tak dapat setuju akan segala patokan yang baik dan yang jahat dan mereka tidak tahu siapa yang harus dihukum dan siapa harus dibebaskan. Mereka membunuh satu sama lain dalam amarah yang absurd. Afirmasi diri ternyata berakhir dengan negasi diri. Perselisihan yang mengerikan, adalah pelajaran terpenting yang untuk itu kita perlu saling memaafkan kesalahan2 kita. Pertikaian adalah angkara terbesar umat manusia, dan toleransi adalah satu2nya obat penawarnya (Voltaire). Bertindaklah sedemikian rupa sehingga kau selalu menghargai kemanusiaan, baik yang terdapat dalam dirimu sendiri maupun sembarang orang lain, bukan hanya sebagai sarana, melainkan sekaligus sebagai tujuan (Kant). ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
