Dear Friends, Berikut percakapan di Yahoo Messenger antara Jacky Chen (nickname, mahasiswa, 20 tahun) dan saya tentang MATA KETIGA dan PENGALAMAN HIDUP. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan lainnya. (Leo).
+++++++++++++ J = Jacky L = Leo J: Katanya mao online ntar malem? L: Ya online ntar malem, sekarang lagi offline. J: Koq bisa Yahoo Messenger-an? L: Ya bisa aja, kalo mao. Offline, gak keliatan. tapi sebenernya online, ngumpet2 kayak hantu, gak keliatan... Hm, besok mao ketemu gw yah? Dimana? Ha ha... Ketemu di internet aja ya? J: Di rumah kamu aja deh.. L: Oops, rumah gw jauh, di Pondok Cabe. J: Bintaro? L: Well, bukan, Pondok Cabe itu yang ada Kampus UT (Universitas Terbuka). Ada Lapangan Terbang Pondok Cabe, deket2 situ. J: Jakarta mana? L: Jakarta Selatan, deket Lebak Bulus. Antara Lebak Bulus dan Pamulang. J: Ow, gak tau deh. He..he.. L: Hm.... J: Pulang dari tempat Vincent jadi pusing. L: Well, dulu si Arry sempet pusing sampe 2 minggu, tiap hari minum paramex. It's ok, nanti lama2 ok aja. J: Itu mang karena apa ya? L: Karena masuk angin kebanyakan begadang en kurang tidur, apa lagi? Kebanyakan minum teh juga bisa. J: Ow, btw.. L: Hm. J: Yang di milis namanya Lulu, kalo ga salah.. bapak ngasi tips buat wirid kan. Kalo orang kristen tipsnya apa donk? L: Doa Bapa Kami. J: Dibaca pada saat apa pak? L: Setiap saat. Aku setiap saat, kalo lagi blank suka bacain doa, dalam hati aja. Sambil jalan,... sambil nge-blank, sambil liatin cewek cakep, sambil liatin cowok cakep, siapa aja. Whatever I like, I do it, jalan sendiri. J: I see.. Gak perlu meditasi? L: Kalo mao meditasi juga bisa, baca Doa Bapa Kami sambil meditasi. Aku always meditasi sambil doa. doanya apa saja yang aku suka. Doa Bapa Kami is always included walaupun kadang2 pake Doa Bapa Kami yang versi Bahasa Inggris. J: Oh gitu... Mang si Lulu tadinya juga orang biasa2 aja ya? L: Sampe sekarang juga orang biasa2 aja. Emangnya napa? J: Ya maksudnya Mata Ketiganya itu loh.. L: Mata Ketiganya is ok2 aja, melek, rada belo,.. bulet, bercahaya, bersinar, menyejukkan seperti mata orang penuh kasih terhadap sesama manusia. So what? J: Bagus donk... L: Hm... Emang dari sononya kayak geetuh. J: Tapi kayaknya dia juga menemui kesulitan dalam mengembangkan kemampuannya Mata Ketiganya itu deh.. L: Ya mas, jatuh bangun mas. Kita semua harus jatuh bangun, sakit kejedat jedut. Semua mengalami itu, bahkan Vincent Liong yang sok tau itupun mengalaminya juga. Semua orang mengalaminya, kalo gak geetuh gak bakalan mensyukuri adanya campur tangan yang Illahi di dalam diri kita yang ternyata luar biasa sekali, yang datangnya itu tanpa usaha kita sama sekali. Tanpa susah payah, tetapi cukup dengan Ikhlas dan Pasrah belaka. Kalau kita tidak jatuh bangun, bagaimana mau mensyukuri segala karunia Illahi itu kalau akhirnya datang pula. Dan pada saat datang, itupun setelah kita jatuh bangun kejedat-jedut dan menyadari bahwa kita tidak layak menerimanya, tetapi Tuhan datang dengan segala keagungan-Nya dan bilang bahwa: Yes, I love you. Aku mencintainmu, aku mengasihimu, whoever you are. No matter how big your sin is, I always love you, I never leave you. And from now on, you will never again feel apart from Me. You will always feel that you are part of Me, and I am part of you... Itulah yang akan dikatakan oleh Bapa kita di Surga kepada anak-anak-Nya di bumi ini yang telah menyerahkan hidup mereka kepada-Nya dengan Ikhlas dan Pasrah... Very easy kan? Yes, jatuh bangun dulu. Itu adalah jalan kehidupan di dunia. Jalan manusia yang harus dilewati sebelum kita bertemu dengan Koneksi kita yang asli, yaitu Jalan Ketuhanan, Jalan Spiritual. J: Berarti dalam pengembangan Mata Ketiga gak ada yang instant ya pak? Kita bisa menerimanya dengan instant. Tetapi, untuk bisa menerima dengan instant itu, ada pengalaman batin tertentu yang harus dilewati. Kalau belum ready, kita gak mau menerimanya. Kita pikir kita bisa dapat itu dengan kerja keras, seperti bekerja bagi seorang majikan dan mengharapkan upah... Tapi, kalau sudah ready, kita akan datang dengan tangan kosong belaka dan bilang: Ya Tuhan, saya tidak layak. Saya tidak layak Kau bukakan Mata Batinku. Tetapi Kau bisa kalau Kau mau... Kita akan datang dengan sikap Ikhlas dan Pasrah. Dan Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang itu akan menjulurkan tangannya kepada anda, kepada kita, kepada saya ... dan membukakan Mata Batin kita. Mata Ketiga kita. Semudah itu saja. Tapi, itu hanyalah apabila kita telah ready, telah membuktikan dengan segala upaya dan tenaga manusiawi kita bahwa kita ternyata tidak bisa. Dan yang bisa membukakannya hanyalah sang Pencipta, sang Khalik Semesta Alam ini. J: Saya sudah ready belum pak? L: Lho, kan udah dari kemaren? Kan udah minta, dan udah dibukain. Apanya lagi yang mao dibukain? Celananya? Buka sendiri ah, udah gede. J: He he, berarti mesti lebih pasrah ya? L: Hm, pasrah mao diapain aja ya! Sama Tuhan, bukan sama saya. Geetuh lho! J: Wah kalo itu tergantung.... L: Lho, kok tergantung, sama Tuhan kok tergantung, berarti conditional dunk! J: Ya, kalo sama Tuhan sih kita kan gak bisa nolak, jadi ya trima aja... L: Hm... Kalo sama saya bisa nolak, tapi kalo sama Tuhan gak bisa nolak. Hm... diskriminasi nih ye! Well, bukan itu maksudnya adikku. Sama Tuhanpun kita bisa nolak. Banyak orang yang nolak intervensi Tuhan dalam hidupnya. Kita bisa menolak bantuan Tuhan. Kita bisa menolak himbauan Tuhan. Dan Tuhan tidak pernah memaksa manusia. Kita manusia punya free will. Dan Tuhan, bahkan Tuhanpun tidak pernah memaksakan kehendak-Nya. Kalau kita mau nolak, yo wis,... gak apa2. Resikonya tanggung sendiri. J: Tapi kayaknya Tuhan agak memaksa Paulus deh.. kalo kata saya... L: Hm,... well, aku bisa nulis panjang lebar tentang jalannya Rasul Paulus hingga menemukan Tuhan dalam perjalanan menuju Damaskus itu. J: Lain kali aja deh pak diceritain,,, sekarang lagi pusing banget. Tadi saya coba2 baca tarot, tapi masih fokus sama gambarnya, belum bisa spontan gitu pak.. Komentar donk! L: Good, nanti aku ajari tarot ya! Ajarinnya sambil bisik2, transfer ilmu tarot. Langsung. Sekali ketemu langsung bisa, mao gak? J: Mau donk.. siapa yang gak mau dikasih hal baru? L: Ok, talk to you later yah? Aku ada tamu nih. Mao praktek "dukun" dulu. Ngomong lagi ntar malem yah? Bye! Bye! J: Ok thanx ya! +++++++++++++ [Leo adalah alumnus UI dan PennState, seorang praktisi Psikologi Transpersonal. Untuk membuat appointment REKON MATA KETIGA please contact him at HP: 0818-183-615. E-mail: <[EMAIL PROTECTED]>. Tentang REKON MATA KETIGA, please see these links: <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1046>, <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1047>, <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1055>. Tentang LEONARDO RIMBA, please see this link: <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/992>. Tulisan2 saya dengan TOPIK MATA KETIGA bisa ditemukan di milis SPIRITUAL-INDONESIA; untuk bergabung, please click this link: <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join>]. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
