Jadi khawatir, jangan-jangan saya termasuk orang yang menyampah disini. Soalnya saya memang tidak tau teori-teori filsafat. Tadinya saya pikir berfilsafat itu berfikir apa saja.
Mungkin karena itu juga, akhirnya saya kesulitan juga memahami paparan mba dari cairo ini. Tapi saya coba menceritakan kembali berdasarkan tangkapan orang awam, guru saya waktu SD menyuruh mengulang pertanyaan karena biasanya, jawaban suatu pertanyaan justru ada pada pertanyaan itu sendiri Pertama, yang saya tangkap adalah tentang feminisme dan sejarahnya yang datang dari budaya barat, lalu ada pertanyaan retoris."apa yang sudah kita dapatkan hingga detik ini ". Dan mba ini juga tampak curiga jangan-jangan kita sudah mengadopsi sejarah dan membungkusnya dengan kajian kontemporer, apakah demikian ? Kalau tangkapan saya itu tidak salah maka jawabannya (seperti guru SD saya dulu katakan) memang terdapat pada pertanyaannya itu sendiri. Dan karena saya ini orang awam yang tidak kenal teori filsafat maka kajian feminisme ini cuma bisa saya komentari dengan teori saya sendiri juga. Bahwa manusia itu diciptakan (teori 1) Bahwa manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan (teori 2) Bahwa laki-laki punya bagian yang tidak dimiliki perempuan dan perempuan bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan laki-laki (teori 3). Sejauh ini, apakah ada yang tidak sependapat? ( mungkin ada beberapa yang tidak sependapat dengan teori 1 tapi tdk apa-apa). Manusia kemudian mulai mengembangkan cara hidup mereka. Perempuan yang ternyata bisa melahirkan begitu terpesona dengan sesuatu yang keluar dari tubuhnya. Sementara laki-laki yang ternyata memiliki badan yang lebih kuat mulai bisa melakukan hal-hal kasar seperti mencangkul, membunuh binatang dan-lain-lain. Tentu saja, perempuan pun bisa melakukan itu. Tapi, sepertinya mereka terlalu sibuk, jadi biarlah hal-hal kasara itu dikerjakan oleh laki-laki, karena perempuan sidah sangat disibukkan dengan urusan yang amat sangat penting, yaitu membangun peradaban. Apakah dengan demikian menjadikan laki-laki dan perempuan berbeda. Jelas sekali. Lalu apakah itu masalah ? Kalau saya pikir sih, kesetaraan gender harus bersamaan dengan semangat menghargai perbedaan. Bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda. Lalu juga semangat anti penyamarataan. Karena selain laki-laki dan perempuan itu berbeda, bbrpa laki-laki juga berbeda dgn laki-laki lainnya, pun bbrpa perempuan juga berbeda dgn perempuan lainnya. Intinya setiap individu itu berbeda. (apakah saya sedang menyampah lagi ?) (kayaknya ini mungkin sampah terpanjang yg pernah sy buat) Lalu pertanyaan mba ini tentang....tanpa mengindahkan apa yang terjadi di sekitar kita ? Apakah itu tentang TKW ? (mengingat mba ini dari cairo). Yang terjadi di sekitar kita disini mungkin berbeda dengan di sana. Tapi mungkin juga gak beda-beda amat. Tapi saya yang masih perempuan ini merasa bersyukur karena cukup disetarakan di negeri tercinta yang dikhawatirkan mengalami pendarahdagingan kejumudan oleh mba ini. Tapi bagi perempuan Indonesia yang entah atas dasar feminisme atau himpitan ekonomi, kemudian harus tersaruk-saruk di negeri orang, mungkin melihat wajah anaknya dirumah lebih mereka harapkan daripada apapun di dunia ini. salam --- In [email protected], Diska Amalia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > salam pencerahan ilmu!! > > teruntuk tema-teman mailis filsafat. sebuah ide yang mungkin bisa kita kaji bersama untuk sama-sama mendiskusiakan perihal penting dalam perkembangan ilmu ????? kita jadikan sarana dunia maya ini untuk berbagi pengalaman dan ilmu, tidak sekedar menulis "sampah" yang tidak dapat dipahami. > jika pada abad ke-19 ferakan kesetaraan gender sebagai proses penuntukan hak atas hegemoni laki-laki dan patruarkal betapa kita sekarang dituntut untuk mengembangkannya. agar kejumudan dalam berpikir tidak mendarah daging di Negara Indonesia kita yang tercinta. > jika :teman-teman" sekalian tidak keberatan saya mau ikut berbagi: jika feminisme yang diusung dari peradaban barat khususnya Eropa setelah terjadinya revolusi Industri besar-besaran seperti yang terjadi di Amerika,Inggris, dan Paris saat itu, telah memberikan bias yang luar biasa paga gerajan kesetaraan gender. ditambah dengan konsep liberalisme pada saat itu yang diusung oleh John Lock yang mengaungkan hak hidup, memiliki, berbuat dan lain sebagainya. > itu kacamata sejarah yang memberikan kita semangat berpikir yang luar biasa. saat ini, apa yang kita dapat jika itu baik maka kewajiban kita untuk memancarkannya kepada khalayak, akan tetapi permasalahnnya adalah "apa yang sudah kita dapatkan hingga detik ini " apakah hanya mengadopsi sejarah dan membungkusnya dengan kajian kontemporerdangan tidak mengindahkan apa yang terjadi disekitar kita ??? > Filsafat memang bukan pandangan ilmu yang lebih baik dari disiplin ilmu yang lain akan tetapi dia menjadi sebuah framework/rujukan untuk meluruskan pemikiranakal lebih masuk akal. > > Thanks > > Me at Cairo......... > > > > > > > --------------------------------- > Luggage? GPS? Comic books? > Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search. > ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
