Oh ya, Juragan Nyai Sisc..
Om Adam Smith, dalam bukunya The Wealth of Nations (1776), juga berkata : jika tukang daging menjual dagingnya kepada Anda, itu bukan karena dia berbelas kasihan atau bersimpati kepada Anda, melainkan karena dia mengejar keuntungannya sendiri. So, Bicaralah duit karena hidup adalah duit. oh .... ini kapitalisme dan liberalis. flus matrealis .. Uang, di mana uang nasi, dimana nasi... aku ... mau uangmu ...ohhhh ya. (lagu iwan fals) Penguasa .... penguasa berilah hambamu Uang... beri hamba uang .. (lagu iwan fals lagi) Cewe matre....cewe matre kelaut aje.. (ga tau lagu sape) Maaaaaak ..... minta duit buat jajan beli es dooger (minta si entong yang berumur 4 thn) duit ..duit .. duit lagi ...duit lagi.... pagi duit... siang duit sore duit ,... malem duit... ga ada bosennya ape luh minta duit mulu... (omel si emak) ----- Pesan Asli ---- Dari: non_sisca <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Selasa, 4 September, 2007 8:23:32 Topik: [filsafat] Re: Manusia harus bekerja, tulis Hesiodus kalo bicara ekonomi, tentu saja harus ingat, manusia pertama adalah Adam, ...dan ekonom pertama ya Adam Smith dengan Wealth of Nations nya dan jangan buru2 mengklasifikasikan seorang Adam Smith itu di luar filsafat, coz dia adalah seorang professor filsafat moral, weeeee... Adam Smith, dalam teorinya adalah seorang liberal moralis, coz dalam kebebasan berekonomi yang dianggap sebagai hak asasi manusia untuk memperoleh penghidupan yang layak bagi diri nya, dia juga menekankan situasi kondisi moral yang seharusnya mendukung. dan lebih jauh lagi, si Smith ini juga menekankan bahwa seseorang dalam mengejar kepentingan nya sendiri, dia sering kali juga mempromosikan kepentingan masyarakat (tanpa disadarinya) , yaitu misalnya suatu reputasi bisnis. jadi kebebasan melakukan tindak ekonomi itu yang dilakukan dengan benar dapat memacu perkembangan moral (yang baik). bahkan seorang Smith juga kurang menyetujui sistem standar upah minimum, coz menurut dia itu malahan akan membatasi kenaikan upah secara alamiah, sehingga sama sekali malahan menahan pertumbuhan ekonomi yang sehat, dan notabene menghambat kesejahteraan itu sendiri. smith juga menentang 'kesenangan kotor' dan 'semangat monopoli yang jahat' karena biasa menciptakan masyarakat politik, yang penuh tingkah laku menjilat, memperbudak, dan menipu. dan paling asyik adalah, Adam yang ini mendukung prinsip kemakmuran bagi seluruh dunia. coba bayangkan bila pekerja2 boleh bekerja lintas negara tanpa embel2 pungli dan aturan yang berlebihan, ekspor impor bisa bebas berseliweran gak mesti mengikuti aturan kepabeanan yang kadang 'ridiculous' , sehingga setiap orang dan wilayah dapat mengembangkan potensi semaksimal masing2, potensi yang gak mubazir karena disetir aturan. namun sekali lagi, kebebasan seperti ini harus bertanggung jawab, didukung sikap moral yang tinggi dari para pelaku, baik produsen, konsumen, maupun pemerintah. misalnya jangan udah jadi imigran pekerja di satu negara, eh, malahan mendatangkan ketidakamanan dan keributan di negara itu, karena issue inilah yang suka diangkat oleh negara2 yang kemudian membatasi kedatangan pendatang, karena pendatang itu seringkali dianggap sebagai sumber pencetus ketidakseimbangan dalam struktur sosial masyarakat yang sudah mapan. mampu atau tidak, itu masih merupakan tanda tanya besar (???), bagaimana mewujudkan kesejahteraan bersama, dunia. yang gak kalah asyiknya, kabarnya Adam Smith juga seorang professor linglung, beliau pernah berjalan keluar sambil melamun dengan memakai pakaian tidur dan baru berhenti setelah berjalan sepanjang beberapa mil ke luar kota. apa itu termasuk pelanggaran moral nya sendiri, yeah...mana saya tau, barangkali dia lagi memikirkan carut marut percaturan ekonomi dunia. itu kan persoalan yang berat, jadi gak heran jadi linglung. --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, abusurd mufakhir <abusurd_13@ ...> wrote: > > > > Manusia harus bekerja, tulis Hesiodus, > > "lantaran dewa2 membuat makanan tetap tersembunyi; karena jika tidak, > dengan mudah kamu akan memperolehnya dalam sehari apa yang kamu butuhkan dalam > setahun" > > > > Istilah ekonomi pertama kali diperkenalkan oleh filsuf yunani kuno bernama > Xenophon (430-354 SM), dalam karyanya yang berjudul oikonomikos. Istilah > oikonomikos awalnya hanya berarti urusan tata kelola rumah tangga. waktu itu, > walaupun kegiatan komersial terus berkembang, perdagangan dalam sistem ekonomi > pasar belumlah lazim. Dan salah satu yang paling dianggap penting dalam > oikonomikos, adalah soal efisiensi, dan unsur terpenting dalam efisiensi > menurut Xenophon adalah pembagian kerja (divison of labour) dan spesialisasi. > dan inilah yang kemudian mendapat perhatian khusus dalam ekonomi modern. > > Plato walaupun tidak banyak, pernah membahas tema yang berkaitan dengan > kegiatan ekonomi, yang terkait kondisi ideal sebuah negara dalam menghadapi > kemelut politik, ketika menyusun blueprint untuk Athena dan negara2 kota Yunani lainnya. > > > Aristoteles dalam karyanya ethica > nicomachea, melihat keadilan dalam pihak2 yang bersengketa menjadi prasyarat > kehidupan yang baik dalam sebuah negara. dan terkait itu ia membedakan tiga > jenis keadilan, komutatif, distributif dan pemulihan. Prinsip2 dalam keadilan > komutatif inilah yang kemudian mengatur urusan transaksi pihak2 yang terlibat > pertukaran. > > Dan Aristoteles memandang riba sebagai "jenis tindakan paling tercela,... > mengambil keuntungan dari uang itu sedniri dan bukan dari pertukaran alami > barang" dan pandangan ini ingin menjelaskan bahwa nilai ekonomi suatu > barang tidak terletak pada nilai tukar (exchange value) tapi pada nilai guna > (use > > value). Ini sangat terkait dengan prinsip2 teologis dari Aristoteles itu > sendiri. Karena para filusf waktu itu banyak memandang persoalan ekonomi dari > sudut pandang prinsip teologis, maka ilmu ekonomi dianggap berasal dari > filsafat moral dan teologi skolastik. Salah satu contohnya adalah, sebuah karya > dari Thomas Chobham, Summa Confessorum, yang mengkaji mengenai resiko2 moral > dari profesi seorang pedagang, lengkap dengan daftar dosa berat yang menjadi > resikonya, seperti riba dan keserakahan. > > Dari salah satu pemikir besar Islam yang berbicara soal ekonomi adalah Ibnu > Khaldun (1332-1406), pada zamannya ia sudah menunjukkan banyak persoalan2 ekonomi, seperti, > dampak pembagian kerja pada produktivitas, pengaruh selera pada permintaan, > dilema antara konsumsi dan akumulasi modal, serta dampak keuntungan pada > produksi; yang akan mengisi kehidupan manusia kemudian hari. > > > > > > Gagasan2 para filsuf pada masanya mengenai > ekonomi, bukanlah cara berpikir ekonomi akan tetapi cara berpikir filsafat > moral. Dalam upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya ditengah2 kondisi > kelangkaan sumberdaya. Nah, menurut teman2 apa yang terjadi sekarang dengan > cara berpikir kita dalam memenuhi kebutuhan hidup kita pribadi (bagi yang belum > punya tanggungan) dan siapapun tanggungan kita? > > > > > > Semoga bisa menjadi diskusi yang menarik. > > > NB: Tulisan diatas diambil dari beberapa > sumber. > > > > > > > > > > > > > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ ____________ __ > Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo! Games. > http://sims. yahoo.com/ > <!-- #ygrp-mkp{ border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;} #ygrp-mkp hr{ border:1px solid #d8d8d8;} #ygrp-mkp #hd{ color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;} #ygrp-mkp #ads{ margin-bottom:10px;} #ygrp-mkp .ad{ padding:0 0;} #ygrp-mkp .ad a{ color:#0000ff;text-decoration:none;} --> <!-- #ygrp-sponsor #ygrp-lc{ font-family:Arial;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{ margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{ margin-bottom:10px;padding:0 0;} --> <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;} #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a{ text-decoration:none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc{ background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o{font-size:0;} .MsoNormal{ margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq{margin:4;} --> ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/
