Semua yang di dunia ini, selain yang naturally built, adalah buatan manusia.
Gunakan akalmu, Lam !
Afalaaa ta' qiluuuun ?

qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Maksud kamu 
Al-quran buatan manusia 
 begitu?
 kamu meyakini para sahabat mengganti alquran ?
 sedangkan fikiran lebih utama dari al-quran?
 Ajib....
 kayanya pernah denger ya cara bicara kaya gini dimana yaa
 oh di teater hutan kayu 
 wah persis dah cara meresponnya....aku ga nuduh ya
 tapi cuma serupa...
 
 --- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Orang2 desa Wonogiri juga beriman kepada kiai Rojomolo
 > Ngasi menyan
 > Sama juga yang beriman kepada buku tanpa mau berfikir
 > Buku buatan manusia kok dijunjung tinggi
 > Menafikan fikiran manusia yang justru karunia Allah
 > 
 > qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                                Bismillah 
 >  
 >  ANTARA NAFSU DAN RASIO
 >  
 >   Jika selama ini kita meletakkan wahyu sebagai paradigma dalam 
 >  menjelaskan hakikat eksistensi manusia. Maka kali ini kita akan 
 >  mengikut sertakan eksistensi manusia dari kacamata filsafat itu 
 >  sendiri. Dan kita akan membandingkan pendapat-pendapat tersebut 
 dari 
 >  sisi dienul islam. 
 >  
 >   Mula-mula dari pandangan Descartes (1596-1650) sebagai bapak 
 >  filsafat Modern yang menempatkan manusia dengan segala kemampuan 
 >  rasionalnya sebagai subject yang sentral dalam pemecaham masalah 
 >  dunia. Rasionalitas menjadi ukuran tunggal kebenaran, tolak ukur 
 dari 
 >  segala sesuatu. Jadi pandangan descartes terhadap manusia adalah 
 >  Humanisme atau antroposenterisme. Ia memandang positif kepada diri 
 >  dan rasio manusia dalam membangun dunia kearah yang lebih baik. 
 >  Descartes mewakili semangat zamannya yakni Modernisme yang 
 memandang 
 >  cerah masa depan umat manusia seiring dengan bergulirnya 
 renaissance. 
 >  Manusia adalah mahluk yang berakal dan bertanggung jawab dengan 
 >  akalnya. Pandangan descartes terhadap manusia adalah positif ia 
 >  memandang jiwa manusia pada dasarnya baik karena didominasi oleh 
 >  fungsi akal atau intelek
 >  
 >   Sedangkan Arthur Scopenheour (1788-1868) mengemukakan pendapat 
 >  yang berlawanan, ia adalah seorang filosof pesimistis. Berlawanan 
 >  dengan  filosof-filosof sebelumnya seperti Descartes yang 
 menyatakan 
 >  bahwa  hakikat jiwa manusia adalah intelek atau rasio. Scopenheour 
 >  mengkritik pandangan tersebut yang dianggapnya terlalu 
 menyembunyikan 
 >  sisi gelap dari diri manusia. Ia beranggapan bahwa rasio dan 
 >  kesadaran pada hakikatnya hanyalah permukaan dari jiwa kita. 
 Dibawah 
 >  intelek/rasio terdapat kehendak(nafsu) yang tidak sadar. Suatu Daya
  
 >  atau kekuatan hidup yang abadi, suatu kehendak dari keinginan yang 
 >  kuat. Rasio kadang-kadang memang mengendalikan kehendak namun hanya
  
 >  sebagai pembantu yang mendorong tuannya.  "kehendak adalah orang 
 kuat 
 >  yang buta yang menggendong orang lumpuh yang melek (rasio). Intinya
  
 >  kehendak (nafsu) merupakan pusat dari organ fikiran. Artinya hati 
 dan 
 >  bukan kepala yang berkuasa. Ia memandang bahwa terjadinya perang 
 >  dalam setiap episode sejarah dan banyaknya pembunuhan dan kejahatan
  
 >  merupakan bukti bahwa rasio manusia merupakan alat dari kehendak 
 buta 
 >  (nafsu). Sehingga ia berpandangan pesimis terhadap masa depan umat 
 >  manusia yang akan cerah dan baik. Ia lebih cenderung melihat masa 
 >  depan umat manusia suram dan gelap dengan banyak pertumpahan darah 
 >  dan kekerasan. Filsafat Scopenheour merupakan filsafat yang kelam 
 dan 
 >  pesimis yang menafikan dan meniadakan unsur dan potensi kebaikan 
 yang 
 >  besar dalam diri manusia. Pandangannya terlalu berat sebelah kepada
  
 >  sisi negatif manusia.
 >  
 >   Melangkah lebih jauh lagi Friedrich Nietzsche (1844-1900) yang 
 >  disebut-sebut telah menutup proyek modernisme, dan sekaligus 
 membuka 
 >  wawasan baru yang disebut postmodernisme. Ia bergerak lebih jauh 
 dari 
 >  Scopenheour dengan mendekonstruksi oposisi biner ( yakni 
 kategorisasi 
 >  benar/salah, rasional/irasional, baik/buruk) dan membiarkannya 
 >  tercerai berai dalam kondisi nihil. Proses Nihilisme 
 mempresentasikan 
 >  suatu kondisi, kematian tuhan sebagai sumber absolut nilai-nilai 
 atau 
 >  makna. Dan proses Devaluasi nilai tertinggi tesebut (tuhan) telah 
 >  membiarkan manusia hidup dalam dunia tanpa nilai dan makna yang 
 >  disebabkan hilangnya oposisi biner. Sehingga nietzche memandang 
 bahwa 
 >  subjek (manusia) bukanlah sesuatu yang dapat menentukan landasan 
 >  diskursusnya sendiri, akan tetapi selamanya subjek berada dalam 
 bayang
 >  -bayang ada. Hal ini menandakan kehadiran kembali mitos, sebagai 
 >  bahasa simbolik pusat dunia. 
 >  Melanjutkan proyek nietzshce. Heideiger (1889- 1976) memandang 
 dengan 
 >  perkembangan teknologi informasi (TV, Internet, Game) yang semakin 
 >  maju di zaman sekarang memungkinkan manusia untuk hidup didalam 
 satu 
 >  ruang., dimana mitos atau ada telah melebur didalam dunia citraan.
   
 >  Dalam ruang postmodern representasi media massa, dalam televisi 
 >  merupakan sebuah ajang bagi subjek untuk mencari dan menyatakan 
 >  eksistensinya didunia…"hehe jadi wajar orang sekarang berebut masuk
  
 >  TV hingga rela mengerjakan segala perbuatan konyol sampai menjual 
 >  dirinya sekalipun".  Dengan didevaluasinya nilai tertinggi yakni 
 >  tuhan maka satu-satunya nilai yang mendominasi dalah NILAI TUKAR,..
 >  Alias UANG …. Jadi eksistensi manusia hanya sekedar citraan dengan 
 >  nilai yang dikejar adalah nilai tukarnya yakni rupiah atau dollar….
 >  haha edan semakin gelap aja tuh akhirnya perkembangan eksistensi 
 >  manusia dalam filsafat.
 >  Ga salah jika saya bilang bahwa filsafat adalah jalan rumit dan 
 gelap 
 >  bahkan mengerikan….ia tidak mampu memberikan solusi bagi manusia 
 >  sebaliknya hanya membawa manusia pada pemaparan akan hakikat 
 >  eksistensi dirinya yang kian lama kian menyeramkan. 
 >  Tentu saja jika kita mengikuti pandangan-pandangan tersebut maka 
 kita 
 >  akan benar-benar menjadi monster dan bukan manusia (seperti 
 >  kebanyakan koruptor saat ini), Kendati mereka berdalih bahwa itu 
 >  semua lahir dari perenungan yang bijak…Filsafat  Nietzche dan 
 >  Heideiger benar-benar filsafat Atheis yang  menutup mata dari 
 >  realitas akan kekuasaan tuhan yang absolut. Ia tidak mampu 
 menyadari 
 >  bahwa bergeraknya sejarah dan bergulirnya masa adalah atas takdir 
 >  dari Alloh SWT. Alloh MahaKuasa dalam membolak-balik hati manusia, 
 >  Alloh memalingkan hati orang-orang yang lalai atas peringatannya 
 dan 
 >  hari Akhir. Filsafat Nietzche dan Heideiger terlalu mengecilkan 
 arti 
 >  eksistensi manusia, ia mereduksi arti manusia hingga sebatas 
 citraan 
 >  dan kehidupan sebagai sesuatu yang nihil dan berada pada nilai nol.
  
 >  Tentu ini adalah sebuah penggambaran keliru dan terlalu 
 >  menyederhanakan persoalan. Karena tidak berarti arus kehidupan 
 >  dominan saat ini (materialis) akan menghapus segala bentuk nilai 
 dan 
 >  keyakinan kepada tuhan...buktinya hingga saat ini keyakinan agama 
 >  tetap ada dan bahkan ditakuti, hingga seorang propagandis dan murid
  
 >  dari orientalis kawakan yakni Samuel P hutington menganggap Islam 
 >  sebagai musuh peradaban barat. Karena mereka sadar bahwa sistem 
 >  kapitalis yang mereka dirikan diatas riba yang mencekek leher 
 setiap 
 >  bangsa-bangsa, jelas-jelas di kutuk dan diharamkan dalam Al-qur'an.
  
 >  Tidaklah setiap sistem batil dari peradaban barat yang terdiri dari
  
 >  unsur-unsur (yahudi, kristen dan greek) kecuali islam 
 menyelisihinya. 
 >  Jadi kendati bangsa-bangsa muslim telah dilemahkan oleh sekularisme
  
 >  namun ia tetap di pandang sebagai bahaya laten dan peradaban 
 >  tandingan bagi kaum kafirin materialis barat. Filsafat barat adalah
  
 >  elemen kunci dalam peradaban barat jadi apakah kita akan taqlid 
 buta 
 >  dengan barat....
 >  
 >   Sekarang kita lihat dienul islam memandang hakikat kehidupan dan 
 >  eksistensi manusia….
 >  Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka 
 >  mengabdi (beribadah) kepada-Ku. (adz-Dzariyat : 56)
 >  - Tauhid atau pengesaan alloh dalam Ibadah adalah alasan 
 >  diciptakannya manusia dan jin. 
 >  - Hakikat Kehidupan manusia adalah untuk menyembah Alloh dan tidak 
 >  menyekutukan dirinya sedikitpun.
 >  - Ayat ini secara tekstual berbicara bahwa taklif atau pembebanan 
 >  dalam (pengtauhidan kepada Alloh) beribadah   adalah kepada Jin dan
  
 >  Manusia
 >  - Ibadah Atau taklif ini adalah dalam bentuk menjalankan perintah 
 >  dan menjauhi larangan. Menjalankan Syariat. Karena perintah dan 
 >  larangan tertuang didalam syariat
 >  - Penegakan Risalah dan syariat Alloh merupakan kata lain dari 
 >  tauhid
 >  - Syariat ini tidak diperoleh kecuali dengan perantaraan wahyu 
 >  yang diturunkan dari Alloh kepada Para Nabi. 
 >  - Secara tersirat ayat ini berbicara akan kedatangan para nabi dan 
 >  eksistensi dakwah dari para nabi sebagai sebuah implikasi tujuan 
 >  penciptaan jin dan manusia. 
 >  
 >  36. dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat 
 >  (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut. 
 (An
 >  -Nahl:36)
 >   
 >  - Ayat ini menyatakan bahwa alloh mengutus para nabi yang diberi 
 >  petunjuk (wahyu) untuk menegakkan tauhid. 
 >  - Manusia tidak dibiarkan hidup tanpa petunjuk pasti alloh 
 >  mengutus para nabi untuk menyeru manusia kepada keselamatan. Jadi 
 >  manusia tidak dibiarkan mencari-cari kebenaran hanya lewat 
 fikirannya 
 >  belaka (filsafat), namun ia di beri petunjuk yakni Wahyu dan Dienul
  
 >  ISLAM…
 >  - Dan disuruh manusia menjauhi toghut yakni apa-apa yang disembah 
 >  selain alloh. 
 >  - Dan syirik yakni penyembahan kepada selain alloh merupakan dosa 
 >  terbesar…
 >  
 >  janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan 
 kamu 
 >  dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan 
 >  Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari 
 >  perhitungan.
 >  (Shaad : 26)
 >   
 >   Alloh melarang kita mengikuti hawa nafsu dan nafsu bukanlah 
 >  hakikat hidup kita.
 >  Dan alloh Mahasuci dari perkataan manusia. Tidaklah manusia dapat 
 >  menihilkan tuhan tapi manusia itu sendiri yang nihil dengan 
 melupakan 
 >  tuhan. Dan tidaklah manusia dapat merugikan Alloh sedikitpun karena
  
 >  ia yang mahaPerkasa Lagi MahaKuasa. Justru ia akan di Azab kelak 
 >  karena melupakan hari perhitungan.
 >   
 >  ..Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa 
 >  nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. 
 Sesung-
 >   guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
  
 >  (al-qoshash:50)
 >  
 >  Hanya orang-orang yang yakin saja yang dapat mengambil manfaat dari
  
 >  keterangan dan ayat-ayat alloh. Dan Alloh itu maha benar dengan 
 >  segala perkataannya.
 >  
 >  Waulohu a'lam 
 >  
 >  
 >      
 >                                
 > 
 >        
 > ---------------------------------
 > Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel 
 today!
 >
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on 
Yahoo! TV.    

Kirim email ke