Apaupun adanya FPI merupakan keniscayaan di negara ini ..
perbedaan tata cara penerapan ideologi dan tindakan merupakan akar dari 
sebuah perubahan sosial (budaya) yang tumbuh dan berkembang secara konstan.

Perubahan sosial akan melahirkan semacam Pendukung FPI-FPI atau semacamnya.
Dan akan pula melahirkan Penentang FPI-FPI atau semacamnya.
bukan hanya di Indonesia, di seantero bumi ini akan ada.
Perubahan sosial merupakan pintu utama adanya tatacara penerapan 
yang dilihat dari berbagai sudut pandang.

Selama itu ada dan akan terus ada,
seiring itu pula sudut pandang yang datang dari berbagai arah akan muncul.

Apa yang salah dengan FPI?
ia hanya menjaga tatanan yang dianggap benar dari sudut pandangnya.
apa yang salah dengan polisi?
ia melihat dari sudut pandang yang lain.
apa yang salah dengan orang yang tidak puasa?
ia pun melihat dari sudut pandang lain...
apa yang salah dengan kita?
kita memilki sudut pandang yang lain pula.

Jhon Gillin bersaudara mendefinisikan perubahan sosial budaya ini sebagai 
suatu variasi dari cara-cara hidup yang diterima, yang disebabkan adanya 
perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, 
 ideologi, serta karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat.
Gillin juga berpendapat bahwa kelompok seperti FPI ini merupakan Basic 
Institution, yaitu lembaga sosial yang didasari atas upaya untuk memelihara dan 
mempertahankan tata tertib  dalam masyarakat, dalam hal ini nilai-nilai agama 
(Islam) khususnya. 

Suka atau tidak suka ... ini adalah fenomena..
karena ia hadir sesungguhnya dari kehidupan sosial kita juga.

Permasalahannya hanya ada pada pemaksaan atas perubahan sosial  saja.
Kehidupan modern (beserta perangkat yang mengusungnya) memaksakan  ideologi 
yang seakan-akan mengarah sekuler, tak memandang bulu siapapun.
Sementara sekaliber FPI memaksakan keyakinannya untuk menjaga nilai-nilai dan 
tata cara agama (keislaman) dari pengaruh sekuler tersebut, tak peduli pada 
siapapun.

Dampak dari keduanya bisa berbentuk adjusment, yang berarti integrasi.
atau sebaliknya maladjusmen, yang berakibat disintegrasi. 

Seperti Yin dan Yang .... begitulah adanya.
semua tergantung kita bagaimana melihat itu semua.
Sekalipun milis ini memuat ribuan pengaduan ..
perubahan sosial budaya akan terus bergulir ..

Yang dapat dilakukan hanya menata,
itu saja ...

makasih,
mamat peci buluk
(sebenarnya Q malas tuk membahas ini)









      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke