KEGAGALAN AMERIKA MELINDUNGI WARGANYA
Judul Asli : A Graphic Adaptation (2006)
Genre : Novel Grafis , Literal Illustration.
Penerbit : Pustaka Primatama
ISBN : 9-793-93016-0, 978-9-793-93016-9
Penerjemah : Andrea K Iskandar
Penyelia : Pandu Ganesa
Sama seperti di Indonesia, di Amerika juga publik awam secara luas
tidak pernah menganggap komik sebagai satu bacaan serius; komik
adalah bacaan untuk anak anak; sampai kemudian tersadar bahwa komik
dapat berperan sebagai satu media penyederhana satu hal serius dengan
kemampuan diakses yang lintas usia.
Seperti yang sudah kita ketahui, membaca novel grafis tidak sama
dengan membaca buku text. Walau dalam hati membaca, tapi mata harus
digunakan untuk menelusur panel gambar dan memerhatikan apa yang
terjadi dalam panel gambar tersebut. Tentu saja ada beberapa kalimat
yang harus di edit atau ditambahi dengan bantuan imajinasi. Misal
saja, tidak ditulis dalam versi buku asli mengenai percakapan antara
penumpang atau percakapan [tanya jawab] di antara mereka ketika
pesawat sedang dibajak, tapi karena ini adalah bentuk komik , maka
bisa kita temukan berbagai kalimat tanya jawab dalam bentuk balon
percakapan di antara semua karakter yang terlibat dalam semua panel.
Balon percakapan sebagai ciri khas komik, ternyata masih dirasa perlu
untuk tetap dihadirkan oleh duet Jacobson dan Ernie ini.
Sadar akan ketidak mampuan sebagian besar rakyat Amerika untuk
membaca laporan hasil kerja Komisi September Sebelas ini, juga sadar
bahwa versi buku hasil laporan itu sangat rumit dan mungkin sulit
dibaca, maka dengan versi grafis, diharapkan agar lebih banyak lagi
masyarakat Amerika [dan dunia] yang terjangkau untuk memahami semua
peristiwa dan latar belakang kejadian September Sebelas, karena
urusan terorisme adalah nyata urusan dunia.
Buku ini digambar dengan pewarnaan cerah, menambah asyik pembacaan.
Membaca halaman per halaman buku ini, tidak berbeda ketika kita
sedang membaca sebuah komik ringan dengan para superhero beterbangan,
atau para jagoan silat berloncatan.
Halaman per halaman di gambar secara sederhana dengan text yang tidak
begitu dominan, semua mengalir tanpa disadari bahwa sesungguhnya yang
sedang kita baca ini adalah sebuah laporan maha penting dari sebuah
komisi yang bertanggung jawab terhadap penyelidikan sebuah peristiwa
kejahatan paling dahsyat di dataran Amerika sepanjang sejarahnya.
Bermula ketika Ernie –seperti halnya masyarakat Amerika lainnya- yang
ingin membaca laporan hasil penyelidikan Komisi September Sebelas,
merasa kesulitan dan bingung dengan ratusan detil, nama dan hal hal
lainnya, maka terciptalah buku ini. Dalam sebuah sidang diskusi komik
baru baru ini, seorang artis / illustrator Indonesia mengeluh
mengenai kesulitan para illustrator dalam melakukan kompromi dengan
para penulis cerita ketika naskah mereka akan diadaptasi menjadi
komik. Para illustrator itu mengeluh mengenai naskah yang ngotot
untuk tetap diterjemahkan dalam bahasa grafis walau pun dirasa tidak
mungkin. Dalam hal ini, terbukti para illustrator itu salah. Jacobson
dan Ernie dalam buku ini membuktikan bahwa sebuah naskah sulit [
nonfiksi lagi ! ] dengan tema yang rumit selalu mempunyai kemungkinan
untuk divisualkan secara grafis. Bahkan mereka menunjukkan selalu ada
sesuatu yang akan tidak mampu disampaikan oleh text [ text mempunyai
keterbatasan ] dan apa yang sanggup dilakukan oleh bahasa visual.
Buku ini adalah pengejewantahan yang baik teknik bercerita yang
dimaksud oleh tokoh komik Amerika Will Eisner dalam bukunya "Visual
Story Telling Sequences".
Bagi mereka yang ingin mengetahui secara detil tentang versi resmi
peristiwa 11 September [pra dan pasca] versi pemerintah Amerika, tapi
tidak ingin menghabiskan waktu membaca ribuan halaman text, maka buku
ini adalah pilihan terbaik.
Rieza Fitramuliawan
pembaca dan pengumpul komik
[bahan dari berbagai sumber di internet]
sumber: [EMAIL PROTECTED]
penyunting: heri
www.lifefeature.com
www.fengshui-indonesia.com
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.