SUMPAH PEMUDA

Sebuah Monolog Zaman Kini





Tjipto, 22 tahun ketika 1908 bersama teman-teman seusianya,  mendirikan
Boedi Oetomo. Dokter muda ini berjuang membangun patriotisme Indonesia,
dengan menyiapkan sebuah tanah air yang satu untuk segala suku, segala ras.
Saat itulah cita-cita pergerakan untuk mewujudkan satu Indonesia modern
mulai digetarkan.

Soekarno berusia 25 tahun ketika lulus dari fakultas teknik sipil dan
menolak untuk bekerja pada pemerintah Belanda dan memilih bersuara lantang
di jalan dan Gelora suaranya tealah memikat masyarakat untuk bersama-sama
mewujudkan Indonesia yang merdeka, mandiri, sejajar dengan bangsa-bangsa
lain di dunia.

Hatta berusia 23 trahun ketika lewati wajahnya yang dingin dan suara yang
membosankan, tahun 1927 lewat tulisan-tulisannya yang membara membawa
Indische vereeniging mengajar bangsanya untuk mempunyai kesadaran akan
kekuatan diri menuju ke kemerdekaan. Kelak bersama seterunya diangkat
sebagai bapak proklamator bangsa Indonesia.

Syahrir, 38 tahun ketika dipercaya sebagai perdana menteri termuda di dunia
saat itu dan di negeri muda pada tahun 1947. Sikap yang sangat santun telah
menempatkan dia sebagai seorang diplomat tangguh dengan gerak universalisme
yang mampu melepaskan diri dari satu tradisi sempit, yang membawa-bawa bau
tradisional, primordial, atau parokial.

Achmad berumur 27 ketika tahun 1951 mengambil alih kepemimpinan organisasi
yang bercitacita berjuang bagi golongan yang anti kelas dan berjuang
mangatasnamakan rakyat jelata melawan penindasan kaum kaya yang berpesta
pora. Walaupun akhirnya hidup bukan cerita indah bagi cita-cita-nya.
Butir-butir timah panas menghujamkan nyawanya dan Lelaki itu kemudian
dicatat dalam sejarah Indonesia dengan DN Aidit sebagai pengkhianat bangsa.



Mereka lahir pada saat zamannya ketika Indonesia masih baru sebuah rencana,
tetapi mereka bergerak dan tidak menyerah pada kenyataan yang ada, untuk
kemudian mencari jawaban nyata untuk mengatasi segala masalah yang ada.
Mereka hanya sedikit contoh  diantara banyak lagi kaum muda yang tersentuh
dan bergerak mengatasi persoalan bangsanya. Dan kita mengenal mereka sampai
saat ini.



Tetapi Kadangkala sebuah sejarah hanyalah sebuah kenangan tanpa menjadi
bahan pelajaran. Ketika zaman memaksa seseorang untuk bergerak dan kemudian
menempatkannya menjadi pahlawan. Zaman bergerak zaman berubah, 2 generasi
setelah bapak-bapak itu melahirkan anak-anak kandungnya para pemuda masih
dipaksakan untuk mengingat-ingat mereka sebagai sebuah romantika belaka.



Tetapi sekarang, ketika kita bersama sudah melewati berbagai Orde. Kita
masih mendapatkan, Saat ketika organisasi Pemuda X masih dipimpin oleh
lelaki dengan beberapa cucu. Ketika Gerakan Pemuda Y dipimpin oleh lelaki 44
tahunan, ketika Angkatan Muda Partai Z dipimpin oleh lelaki seusia separuh
abad. Siapa Ketua Umum DPP KNPI ????? Bahkan ketika negeri kita, Indonesia,
silih berganti pemimpin oleh presiden dengan orang-orang yang makin lama
makin tua.



Dimanakah orang muda kita ? orang muda kita sedang berkutat di tut-tut
keyboard komputer dan yang lebih muda lagi, sekarang sedang resah menunggu
jawaban apakah nanti bisa mendapat pekerjaan untuk memencet tut-tut keyboard
komputer itu atau tidak. (*mumu haydar*)

Kirim email ke