Ayat-ayat tentang akal dalam agama, bejibun di Al Quran.

Perihal hadis, Tafsir hadis terus berkembang, kenapa menggunakan tafsir hadis jaman dahulu jadi nggak ngepas dengan jaman lagi, didalam menafsirkan sesuatu juga ada aspek kedalaman (essoterik/mustasabihat) dan eksoterik. Jangan terpaku dengan kata-kata luaran eksoteris, kalau terjadi ketidak sinkronan bisa jadi tafsirnya memang diperuntukkan pada jaman kehidupannnya perowi/mufassir.

Jaman berkembang dan semakin komplek, coba cari tafsir dimana mufasirunnya jaman sekarang, mudah2an up todate, hanya saja perlu dicatat, terkadang mereka juga membahas hanya dalam koridor aliran tertentu.

Salam,
Dj


At 08:28 AM 27/11/07 -0800, you wrote:
bila semua hadits tentang akal adalah dusta.
lalu apa yang tidak dusta?

apapun adanya akal
biarlah ia bekerja sesuai kemampuannya berakal.
sementara hadits, ....
semoga Allah memberikan rahmatnya bagi para
perawi.

----- Pesan Asli ----
Dari: qalam26 <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 27 November, 2007 2:04:04
Topik: [filsafat] AGAMA adalah Akal = adalah Hadist bathil

Ibn al-Qayyim berkata bahwa, "Hadits-hadits tentang
akal semuanya adalah dusta." ibnu Hajar (ketika mengomentari lebih
kurang 30-an hadits tentang keutamaan akal yang dikeluarkan oleh al-
Hârits bin Abi Usâmah didalam musnadnya)
berkata, "Semuanya Mawdlu

Contoh hadist keutamaan akal....

"Agama itu adalah akal, dan siapa yang tidak memiliki agama,
makaberarti dia tidak berakal."

KUALITAS HADITS

Kualitas hadits ini adalah BATHIL

Takhrij Singkat

Redaksi seperti ini dikeluarkan oleh Imam an-Nasa`iy di dalam kitab "
al-Kuna" dan juga dikeluarkan darinya oleh ad-Dûlâby di dalam kitab "
al-Kuna wa al-Asmâ`" dari Abu Malik, Bisyr bin Ghâlib bin Bisyr
binGhâlib dari az-Zuhry dari Mujammi' bin Jariyah dari pamannya
secaramarfu' dengan tanpa dimulai dengan kalimat pertama di atas "ad-
DînHuwa al-`Aql" .

Pendapat Para Ulama Hadits

1. Imam an-Nasa`iy, "Ini adalah hadits Bathil dan Munkar."
2. Ibn Hajar (ketika mengomentari lebih kurang 30-an hadits
tentangkeutamaan akal yang dikeluarkan oleh al-Hârits bin Abi
Usâmah didalam musnadnya)
berkata, "Semuanya Mawdlu'"
3. Ibn al-Qayyim, "Hadits-hadits tentang
akal semuanya adalah dusta."
Komentar Syaikh al-Albany
Alasan kelemahan hadits ini adalah pada salah seorang
periwayatnyayang bernama Bisyr karena dia seorang periwayat yang
Majhûl (anonim)sebagaimana dikatakan oleh al-Azdy dan disetujui oleh
Imam adz-Dzahaby di dalam kitabnya Mîzân al-I'tidâl Fî Naqd ar-Rijâl
dan IbnHajar al-`Asqalâny di dalam bukunya Lisân al-Mîzân.
Semua hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan akal tidak
adasatupun yang shahih, sehingga berkisar antara kualitas Dla'if
danMawdlu' (Palsu). Hadits-hadits seperti ini banyak terkoleksi di
dalambuku "al-`Aql wa Fadl-luhu" karya Abu Bakar bin Abu ad-Dun-ya
atauyang lebih dikenal dengan Ibn Abi ad-Dun-ya bahkan beliau
mengkritikdiamnya pentashih buku tersebut, Syaikh Muhammad Zâhid al-
Kautsaryatas riwayat-riwayat yang kualitasnya demikian.
(SUMBER: Silsilah al-Ahâdîts adl-Dla'îfah karya Syaikh al-Albany, no.
1, h.53-54)




Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di <http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/>Yahoo! Answers

Kirim email ke