Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan,
asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail 
bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju'fiy Al Bukhari, 
namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada 
hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M).
Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli 
hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, 
Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-
kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang 
tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits
(Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, 
hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Bukhari diakui memiliki daya hapal tinggi, yang diakui oleh kakaknya 
Rasyid bin Ismail. Kakak sang Imam ini menuturkan, pernah Bukhari 
muda dan beberapa murid lainnya mengikuti kuliah dan ceramah 
cendekiawan Balkh. Tidak seperti murid lainnya, Bukhari tidak pernah 
membuat catatan kuliah. Ia sering dicela membuang waktu karena tidak 
mencatat, namun Bukhari diam tak menjawab. Suatu hari, karena merasa 
kesal terhadap celaan itu, Bukhari meminta kawan-kawannya membawa 
catatan mereka, kemudian beliau membacakan secara tepat apa yang 
pernah disampaikan selama dalam kuliah dan ceramah tersebut. 
Tercenganglah mereka semua, lantaran Bukhari ternyata hafal di luar 
kepala 15.000 hadits, lengkap dengan keterangan yang tidak sempat 
mereka catat. 

Ketika sedang berada di Bagdad, Imam Bukhari pernah didatangi oleh 10 
orang ahli hadits yang ingin menguji ketinggian ilmu beliau. Dalam 
pertemuan itu, 10 ulama tersebut mengajukan 100 buah hadits yang 
sengaja "diputar-balikkan" untuk menguji hafalan Imam Bukhari. 
Ternyata hasilnya mengagumkan. Imam Bukhari mengulang kembali secara 
tepat masing-masing hadits yang salah tersebut, lalu mengoreksi 
kesalahannya, kemudian membacakan hadits yang benarnya. Ia 
menyebutkan seluruh hadits yang salah tersebut di luar kepala, secara 
urut, sesuai dengan urutan penanya dan urutan hadits yang ditanyakan, 
kemudian membetulkannya. Inilah yang sangat luar biasa dari sang Imam,
 karena beliau mampu menghafal hanya dalam waktu satu kali dengar.

 

Selain terkenal sebagai seorang ahli hadits, Imam Bukhari ternyata 
tidak melupakan kegiatan lain, yakni olahraga. Ia misalnya sering 
belajar memanah sampai mahir, sehingga dikatakan sepanjang hidupnya, 
sang Imam tidak pernah luput dalam memanah kecuali hanya dua kali. 
Keadaan itu timbul sebagai pengamalan sunnah Rasul yang mendorong dan 
menganjurkan kaum Muslimin belajar menggunakan anak panah dan alat-
alat perang lainnya.

 

 






******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke