Kawan-kawan, gimana tanggapan Anda mengenai artikel dibawah ini ?
Kalau saya sih berpendapat, artikel ini sangat berlebihan memandang 
acara televisi untuk anak-anak. Masa Cuma karena acara tv seperti 
doraemon, sinchan dan dragon ball aja mereka jadi kebakaran jenggot ?
?? sungguh memalukan. Sedangkal itukah keimanan mereka, sehingga jadi 
kalang kabut karena film-film kartun tersebut ?
Selain itu, artikel ini cenderung memandang rendah para orang tua atau 
orang dewasa lainnya selain anak-anak. Sepertinya mereka menganggap 
orang-orang dewasa disekitar anak-anak tersebut tidak bisa memberikan 
bimbingan dan arahan tentang acara tv yang sedang diputar. Tentunya 
ini sangat naïf dan cenderung munafik. 
Terus terang saja saya kasihan melihat kelompok-kelompok Islam yang 
seperti ini. kaku dan rigid. Mereka membatasi diri mereka sendiri dari 
"pengaruh-pengaruh" diluar mereka, yang dianggap tidak Islami. 
Kelompok Islam seperti ini mana bisa survive ditengah masyarakat yang 
majemuk ini ? sungguh kasihan.
Bagaimana dengan yang lainnya ?

Wassalam 


Rio Rizalino (Yang juga Islam, tapi tidak kaku dan rigid)

Berikut artikel yang dimaksud :

Sosok Doraemon, Dragon Ball, Sincan, DIGUGAT!

Oleh Buletin Jum'at Al-Atsariyyah 
Minggu, 23 Desember 2007 - 10:30:10
Hit: 56

Anak-anak ibarat "kertas putih" yang dapat dituliskan apa saja pada 
dirinya. Pada masa anak-anak, apa saja yang dilihat dan didengar dapat 
membekas di dalam sanubarinya yang masih polos, jika telah terukir di 
dalam hatinya, akan tergambar dan tersalurkan jika kelak mereka 
menjadi dewasa. 

Tidak dipungkiri lagi, banyak beredar kisah-kisah menarik yang dikemas 
sedemikian rupa agar disukai anak-anak; kebanyakannya termasuk kisah-
kisah fiktif yang dibumbui dengan cerita-cerita kebohongan, syirik, 
kebobrokan akhlaq, dan gambar bernyawa. 

Walhasil, kita dapat melihat betapa banyak anak-anak muslim yang lebih 
mengenal tokoh-tokoh fiktif hasil produksi orang-orang kafir daripada 
mengenal tokoh-tokoh muslim, seperti para sahabat, dan ulama' Salaf; 
betapa banyak anak-anak muslim yang menghafal cerita-cerita khurafat 
dibandingkan kisah-kisah penuh ibroh (pelajaran) yang telah 
diceritakan dan diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya -Shollallahu 
`alaihi wasallam- 

Ketika anak-anak bergerombol di depan televisi tak ada satu orang tua 
pun yang bergeming dan prihatin sikap anak-anaknya. Padahal apabila 
kita perhatikan, maka nasib anak-anak kita berada dalam kondisi 
memprihatinkan. Bagaimana tidak, sementara film-film kartun tersebut 
mengajarkan kepada mereka pelanggaran-pelanggaran syariat Allah dan 
Rasul-Nya -Shollallahu `alaihi wasallam- 

Tulisan yang ada di depan Anda ini akan membongkar kesesatan, dan 
penyimpangan beberapa film kartun yang paling populer di tengah-tengah 
masyarakat yang menyesatkan dan meninabobokkan cikal bakal umat ini. 

Doraemon si Boneka Ajaib 

Konon kabarnya, Doraemon bisa pergi menjelajah di masa lalu dan di 
masa yang akan datang. Katanya, ia dapat mengadakan sesuatu yang belum 
ada menjadi ada dengan "kantong ajaibnya". Dalam kartun, ia 
digambarkan sebagai tempat untuk dimintai segala sesuatu yang ghaib 
oleh temannya. Lihatlah bagaiman film kartun tersebut betul-betul 
menyimpang dari aqidah. 

Segala sesuatu telah ditetapkan waktu dan ajalnya oleh Allah -Ta'ala-. 
Makhluk tak mampu mengatur waktu, baik itu memajukannya atau 
mengundurkannya. Makhluk tak akan mampu menyebrang dari zaman kekinian 
menuju zaman lampau atau sebaliknya. 

Allah -Ta'ala- berfirman, 

"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila telah datang 
waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan 
tidak dapat (pula) memajukannya". (QS. Al-A'raaf: 34) 

Kartun Doraemon telah mengajarkan aqidah (keyakinan) batil dalam benak 
anak-anak kita tentang adanya makhluk yang memiliki kemampuan yang 
menyamai Allah -Ta'ala- ; makhluk ini mampu mengadakan segala sesuatu 
yang belum ada menjadi ada. Padahal telah paten dalam Al-Qur'an dan 
Sunnah bahwa tak ada makhluk yang mampu melakukan segala sesuatu yang 
ia kehendaki, karena itu semua ada dalam kekuasaan Allah; itu hanyalah 
sifat yang dimiliki Allah. Dia berfirman, 

"Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya". (QS. Al-Baqoroh:
253) 

" Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia 
kehendaki". (QS.Huud :107) 

Tak terasa si Doraemon pun mengajari anak kecil untuk meminta dan 
berdoa kepada selain Allah dalam perkara yang tak mampu dilakukan oleh 
seorang makhluk, hanya bisa dilakukan oleh Allah -Ta'ala- . Allah -
Azza wa Jalla- berfirman, 

"Dan Sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka 
janganlah kamu menyeru (berdoa) kepada seseorangpun di dalamnya di 
samping Allah". (QS. Al-Jin:18 ). 

Abu Abdillah Al-Qurthubiy-rahimahullah- berkata, "Firman Allah ini 
adalah celaan bagi orang-orang musyrikin saat mereka berdoa kepada 
selain Allah di samping Allah di Masjidil Haram. Mujahid berkata, 
"Dulu orang-orang Yahudi dan Nashrani, jika masuk ke gereja, dan kuil 
mereka, maka mereka mempersekutukan Allah (dalam beribadah). Maka 
Allah memerintahkan Nabi-Nya, dan kaum mukminin agar mereka memurnikan 
doanya hanya kepada Allah, jika mereka masuk ke semua masjid". [Lihat 
Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an (19/21)] 

Dragon Ball 

Cerita ini dalam film ini banyak mengandung unsur kebatilan, seperti 
adanya penyembahan dewa-dewa seperti Dewa Emperor, Dewa Bumi, Dewa 
Gunung, Dewa Naga, dan lain-lain. Keyakinan ini seluruhnya berasal 
dari agama Budha, Hindu dan Shinto yang penuh dengan kebatilan dan 
kesesatan, sementara Allah hanyalah meridhoi Islam sebagai agama yang 
benar. 

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. (QS. 
Ali Imron : 19) 

Mufassir ulung, Al-Imam Ibnu Katsir-rahimahullah- berkata, "Firman 
Allah -Ta'ala- tersebut merupakan pengabaran dari-Nya bahwa tak ada 
agama di sisi-Nya yang Dia terima dari seorang pun selain Islam, yaitu 
mengikuti para Rasul dalam perkara yang mereka diutus oleh Allah 
dengannya dalam setiap zaman sampai mereka (para rasul itu) ditutup 
dengan Muhammad -Shollallahu `alaihi wasallam- yang telah menutup 
semua jalan menuju kepada-Nya, selain dari arah Muhammad -Shollallahu 
`alaihi wasallam-. Barangsiapa yang setelah diutusnya Muhammad -
Shollallahu `alaihi wasallam- menemui Allah dengan suatu agama yang 
tidak berdasarkan syari'atnya, maka agama itu tak akan diterima". 
[Lihat Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim (1/471)] 

Jadi, agama apapun selain Islam, seperti agama Buddha, Hindu, Shinto, 
dan lainnya, semuanya tak akan diterima oleh Allah, dan pelakunya akan 
merugi, karena kekafiran dirinya. Allah -Ta'ala- berfirman, 

"Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali 
tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat 
termasuk orang-orang yang rugi". (QS. Ali Imron: 85 ) 

Seorang Imam Ahli Tafsir, Abul Fadhl Mahmud Al-Alusiy-rahimahullah- 
berkata dalam menafsirkan ayat ini, "Allah -Ta'ala- menjelaskan bahwa 
barangsiapa yang–setelah diutusnya Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam- 
memilih selain syari'at beliau, maka agama itu tak akan diterima 
darinya. Sedangkan diterimanya sesuatu adalah diridhoinya, dan 
diberikannya balasan bagi pelakunya atas perbuatan itu". [Lihat Ruh 
Al-Ma'aniy (3/215)] 

Jika kita telah mengetahui kebatilan agama selain Islam, maka tak 
layak bagi kita dan anak-anak kita untuk berbangga, meniru, dan memuji 
orang-orang kafir itu, dan gaya hidup mereka, apalagi sampai memilih 
agama mereka sebagai pedoman hidup !! Jauhkanlah anak-anak kita dari 
orang-orang kafir, jangan sampai mereka bangga dengan orang-orang 
kafir. Bersihkanlah mulut dan telinga mereka dari istilah-istilah 
orang-orang kafir, dan paganisme dengan jalan membersihkan rumah kita 
dari benda pembawa petaka (televisi) yang berisi tayangan yang 
mendangkalkan, bahkan menghanguskan agama. Kita harus baro' (berlepas 
diri) dari orang-orang kafir, dan sembahan-sembahan mereka, 

"Sesungguhnya Telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim 
dan orang-orang yang bersama dengan Dia; ketika mereka berkata kepada 
kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari 
daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)
mu, dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat 
selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja". (QS. Al-
Mumtahanah: 04). 

Ayat ini mengajarkan kepada kita agar punya pendirian terhadap orang-
orang kafir. Kita harus tegas dalam menampakkan keyakinan kita. Jangan 
malah kita yang bangga dan tertipu dengan kekafiran mereka, karena 
hanya sekedar kemajuan semu yang mereka capai di dunia ini. Allah -
Ta'ala- berfirman, 

"Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang 
kafir bergerak di dalam negeri-negeri". (QS.Ali Imran : 196). 

Imam Para Ahli Tafsir, Abu Ja'far Ath-Thobariy-rahimahullah- berkata, 
"Allah -Ta'ala Dzikruh- melarang Nabi-Nya -Shallallahu `alaihi wa 
sallam- agar jangan tertipu dengan bergerak (bebas)nya orang-orang 
kafir di negeri-negeri, dan penangguhan Allah bagi mereka, padahal 
mereka berbuat syirik, mengingkari nikmat-nikmat-Nya, dan beribadahnya 
mereka kepada selain-Nya". [Lihat Jami' Al-Bayan (3/557)] 

Jadi, bebasnya mereka di muka bumi ini, dan majunya mereka dalam 
segala lini kehidupan jangan membuat kita tertipu dengan mereka, 
sehingga akhirnya tak lagi mengingkari kekafiran mereka, dan malah 
memilih sikap toleran bersama mereka dalam urusan agama (aqidah, 
ibadah, akhlaq, dan lainnya). 

Sincan (Simbol Anak Durhaka) 

Sincan adalah anak yang sering mendurhakai kedua orang tuanya, dia 
suka berbohong, mengeluarkan kata-kata yang kurang ajar kepada kedua 
orang tuanya, dan suka membuat orang tuanya marah dan jengkel. Jadi, 
jangan heran kalau banyak anak-anak yang meniru watak Sincan tersebut, 
karena telah terpengaruh oleh cerita kartun tersebut. 

Allah -Ta'ala- berfirman, 

"Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain 
dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-
baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya 
sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah 
kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu 
membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia". 
(QS. Al-Isroo': 23 ). 

Nabi -Shollallahu `alaihi wasallam- sebutkan diantara dosa-dosa besar, 

"Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua". Kemudian Beliau 
-Shollallahu `alaihi wasallam- duduk -sebelumnya bersandar- sambil 
bersabda, "Ingatlah, dan juga perkataan dusta". [HR. Al-Bukhoriy dalam 
Shohih-nya (2511), Muslim Shohih-nya (87), At-Tirmidziy Sunan-nya 
(1901), Ahmad Musnad-nya (20401)] 

Abu Amr Ibnush Sholah-rahimahullah- berkata, "Mungkin bisa dikatakan, 
Taat kepada kedua orang tua adalah wajib dalam segala sesuatu yang 
bukan maksiat; menyelisihi perintah keduanya dalam hal itu adalah 
kedurhakaan". [Lihat Umdah Al-Qoriy (13/216)] 

Jadi, termasuk dosa besar, jika seseorang mencela, membentak, 
merendahkan orang tuanya. Semua ini adalah bentuk-bentuk durhaka yang 
terlarang di dalam agama kita yang memiliki aturan yang amat sempurna
 !! 

Inilah beberapa kesesatan film-film kartun tersebut. Namun kesalahan 
dan kesesatannya, sebenarnya masih banyak. Andaikan waktu dan tempat 
mencukupi, maka kami akan paparkan secara rinci sesuai tinjauan Al-
Qur'an dan Sunnah. Tapi sesuatu yang tak bisa dikerja dominannya, ya 
jangan ditinggalkan semuanya. Semoga pada waktu yang lain kami akan 
bahas kembali, Insya Allah. 

Sumber : Buletin Jum'at Al-Atsariyyah edisi 38 Tahun I. Penerbit : 
Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto 
Te'ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 
08124173512 (a/n Ust. Abu Fa'izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab
 : Ust. Abu Fa'izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri 
Ma'had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa'izah 
Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad Mulyadi. Untuk 
berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). 
(infaq Rp. 200,-/exp) 


Sumber : http://ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=129




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke