"SESUNGGUHNYA HEWAN YANG 
SEBURUK BURUKNYA PADA SISI 
ALLAH,IALAH ORANG ORANG YANG 
PEKAK DAN TULI,YANG TIDAK 
MAU MENGGUNAKAN 
AKALNYA"(QS.Al Anfal 22).

Bagaimana kalau menjabarkan 
Ayat di atas Bro??.
Cerite dikit:
Ane sebagai sorang 
Muslim,sadar betul jika setiap 
akan mengawali suatu 
pekerjaan,ato mengawali 
suatu perjalanan,wajib untuk 
mengucapkan 
Bismillahirrahaman nir rahiim.
Jika Ane hanya menggunakan 
apa apa yang sudah 
ada,tanpa pengkajian lebih 
kedalam,tentunya AKAL 
sebagai Alat utama yang di 
karuniakan oleh Alloh 
SWT,mungkin Ane sampai saat 
ini hanye berlaku tak ubahnya 
se Ekor BURUNG BEO!!,yang 
hanya bisa mengucapkan 
namun samasekali tidak 
mengerti apa yang di 
ucapkannya.
Kalimat Basmallah Ane kaji 
lebih kedalam,hasilnya seperti 
ini:
Bismillahirrahman nir rahiim, 
kire2 tafsir kedalam bahasa 
Indonesia adalah "Dengan 
menyebut Nama Alloh yang 
MAHA PENGASIH lagi MAHA 
PENYAYANG".
Dengan menggunakan AKAL 
SEHAT,Ane menjabarkan untuk 
Ane Pribadi seperti ini: 
Alloh MAHA PENGASIH lagi MAHA 
PENYAYANG. Ane sadar bahwa 
Ane adalah MAHLUK 
CIPTAANNYA,dan Ane 
sadar,SUDAH SEWAJIBNYA ANE 
DALAM SIFAT KESEHARIAN 
HARUSLAH SELARAS DENGAN 
SIFAT ALLOH.
KALAU ALLOH MAHA 
PENGASIH,MAHA 
PENYAYANG,maka Ane cukup 
menyelaraskannya dengan 
sifat PENGASIH dan PENYAYANG 
minimal terhadap sesama 
Manusia. Setelah Ane terapkan 
dalam kehidupan sehari 
hari,jelas sudah.Jangankan di 
Akhirat,di Dunia ini saja Ane 
sudah merasakan 
Hasilnya.Silahkan di 
buktikan,jika Kita saling 
mengasihi,menyayangi,tak kan 
ada permusuhan,kelaparan. 
Jadi ada keselarasan antara 
yang di ucapkan 
Bismillahirrahman nir rahiim 
dengan pelaksanannya dalam 
kehidupan sehari hari. Tidak 
bertolak belakang.
Setiap saat mengakui bahwa 
Alloh Maha Pengasih dan Maha 
Penyayang,namun dalam 
keseharian tidak ada 
penyelarasan sifat pengasih 
dan penyayangnya.
"MEMBACA TIDAKLAH SAMA 
DENGAN MENGKAJI.TIDAK AKAN 
ADA PENGKAJIAN JIKA TANPA 
ADANYA PENGGUNAAN AKAL 
SEHAT".
Jika Ane tidak menggunakan 
Akal,Ane tidak akan mungkin 
bisa menulis seperti ini.
Maaf,Ane bukan bermaksud 
ofensif,namun Ane hanye 
mencobe meluruskan,bahwa 
dengan Filsafat,bisa 
menjunjung Wahyu kedalam 
kemulyaan tertinggi. Jangan 
rendahkan AKAL!!,karena itu 
sama dengan merendahkan 
pemberi Akal.
Maaf sekali lagi,hanya sekedar 
kewajiban antar sesama 
Manusia untuk saling 
mengisi,Wassallam.



--- In 
[email protected], 
qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Manusia kerap kali 
meninggikan akalnya dan 
merendahkan wahyu dengan 
> akalnya. padahal akal 
merupakan bagian dari ciptaan 
tuhan yang 
> menurunkan wahyu 
tersebut. Dengan akalnya 
manusia menolak wahyu dan 
> menggelarinya dengan kata 
wahyu tidak lagi relevan 
dengan zaman.
> sehingga ia lebih berpihak 
pada hukum yang dibuat oleh 
akalnya dan 
> para pemikir barat dalam 
menentukan HALAL-HARAM, 
BAIK dan BURUK. 
> sehingga tak pelak lagi 
mereka menghalalkan apa 
yang diharamkan alloh 
> dan menghalalkan apa yang 
diharamkan oleh alloh. 
> 
> ITULAH NAMANYA ORANG YANG 
MEMPERTUHAKAN AKALNYA
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke