begitulah adanya sebagaimana yang kang Temon resumekan. 
Makhluk memiliki eksistensi ketika ia dinyatakan hidup. 
namun essensi dari makhluk akan selalu ada, dan akan tetap ada sekalipun ia 
mati.
Nietszche (sebagaimana yang terdapat dalam buku tersebut)... boleh mati, 
namun essensi dari Nietszcheisme selalu ada.
dan itu pun berlaku pula bagi kita.      

----- Pesan Asli ----
Dari: temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 29 Januari, 2008 4:29:32
Topik: [filsafat] Re: (Esai) Sakit dan Maut









  


    
            Mahluk, itu jawabannya. Baik maut maupun sakit sama-sama tunduk pada

penciptanya. 



--- In [EMAIL PROTECTED] s.com, urip herdiman kambali

<uripherdimankambal [EMAIL PROTECTED]> wrote:

>

> SAKIT DAN MAUT   

>   Setiap orang pasti akan sakit dan menghadapi maut. Apakah sakit

dan apakah maut itu? Hehehe…ah, saya tidak ingin menggurui anda, hanya

sekadar untuk sharing saja. 

>    

>   Fuad Hassan (kini sudah almarhum) menulis sebuah buku yang

menarik, sehingg saya membacanaya berulangkali. Judulnya Berkenalan

Dengan Eksistensialisme. Dalam buku ini, Fuad menulis tentang lima

filsuf eksistensialisme, yaitu Kierkegaard, Nietzsche, Berdyaev,

Jaspers dan Sartre.

>    

>   Karl Jaspers menyebutkan bahwa manusia selalu berada dalam

situasionalitas, atau situasi tertentu. Istilahnya situasi batas

(grentzsituationen) . Saya kutipkan selengkapnya, "Kita bisa

menghindarkan  diri dari suatu situasi; kita bisa melarikan diri dari

suatu situasi. Akan tetapi ini berarti bahwa kita akan tiba pada

situasi lainnya. Kenyataan bahwa kita  ada sebagai manusia adalah

selalu ada-dalam-situasi tertentu yang tidak mungkin dihindari oleh

manusia. Manusia adalah manusia-dalam situasi." (Fuad Hassan, hal. 103)

>    

>   Ada beberapa situasi batas, diantaranya penderitaan dan maut.

Penderitaan di sini bisa berupa sakit. Penderitaan ini (baca: sakit)

adalah sesuatu yang harus ditanggung sendiri dan tidak bisa

dipertukarkan dengan orang lain. 

>    

>   Jadi kalau anda sakit, anda cuma bisa menjalaninya dan tak bisa

menukarnya dengan orang lain, sekalipun anda punya uang segunung, atau

punya pasukan pengamanan yang siap menggantikan. Hehehe…tulisan ini

memang terinspirasi dari sakitnya Eyang Soeharto. 

>    

>   Situasi batas yang paling final adalah maut. Fuad menulis,"Maut

melekat pada eksistensi sebagai suatu situasi-batas yang tidak bisa

dielakkan. Apakah sebenarnya maut itu, kita tidak tahu. Yang pasti

ialah bahwa maut akan mengakhiri eksistensi pada suatu saat yang tidak

 bisa ditentukan sebelumnya. Mors certa, hora incerta. Bahwa maut itu

pasti, tidak akan  mungkin  kita sangkal. Bila maut tiba dan apa

sebenarnya maut, itulah  yang pasti tak kkita ketahui. Betapapun 

juga, maut adalah batas terakhir eksistensi. " (Fuad Hassan, hal. 104

– 105)

>    

>   Sebagai pembanding, saya berikan juga pandangan Jean-Paul Sartre

tentang maut ini. Bagi Sartre, maut adalah sesuatu yang absurd. Maut

tidak bisa ditunggu saat tibanya, sekalipun bisa dipastikan akan tiba.

(Fuad Hassan, hal. 130) 

>    

>   Ditambahkan oleh Sartre, bahwa maut juga tidak mempunyai makna

apa-apa bagi eksistensi sebab begitu maut tiba, eksistensi pun

selesailah; dengan tibanya maut eksistensi menjadi esensi. Dengan

perkataan lain,  bagi Sartre,  maut adalah sesuatu yang berada di luar

eksistensi. (Fuad Hassan, hal. 131)

>    

>   Soal maut ini, ada satu pertanyaan yang selalu menggantung dalam

pikiran saya. Kita  sebagai manusia selalu datang dengan cara yang

sama, melalui rahim ibu setelah dikandung selama 9 bulan 10 hari.

Tetapi mengapa kita selalu pergi dengan cara yang berbeda-beda?

>    

>   Ada yang  meninggal dengan damai dan tenang di atas ranjangnya

dalam keadaaan tidur, ada yang setelah shalat, ada yang  setelah

bermain tennis, tetapi ada juga yang mati ketabrak bus, terkena

ledakan bom, terkena peluru nyasar, mati di medan perang, dan

lain-lain. Kenapa kita harus pergi dengan cara yang berbeda-beda?

>    

>   Saya sempat mendapat sebuah jawaban dari seorang pemerhati

masalah-masalah metafisika, Ibu Sita Soedjono yang tinggal di Ciawi,

Bogor. Tetapi jawaban tersebut, mungkin lebih baik disimpan saja untuk

saya sendiri, saat ini. 

>    

>   Selebihnya kita hanya bisa percaya  bahwa lahir, jodoh, rezeki dan

mati ada di tangan Tuhan. Walau kita juga tidak tahu, di tangan kiri

atau di tangan kanan-Nya. *** (16 Januari 2008, Urip Herdiman K.,

http://theurhekapro ject.blogspot. com)

> 

>        

> ------------ --------- --------- ---

> Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

>





    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->








      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke