Ya memang FILSAFAT tidak memiliki batasan yang jelas, benar bung 
rosyid wahyudi katakan. Baik secara ontologi maupun epistemologi atau 
metode FILSAFAT itu tidak jelas batasannya sehingga karya sastra, 
psikologi, filsafat, teologi dan agama bercampur baur dalam 
didalamnya. Hanya kata FILSAFAT itu saja yang menyatukan pemikiran-
pemikiran yang kenyataannya saling Bertabrakan secara kontras. 

Seperti Sigmun Freud Seorang psikolog tapi bisa jadi ia digolongkan 
sebagai filusuf karena spekulasi pemikirannya dalam bidang psikologi 
klinis. Ya maklum Toh ilmu psikologi dan filsafat itu samar bedanya. 
cuma aliran behaviorisme aja yang memaksakan diri menggunakan metode 
positivisme yang pada hakikatnya digunakan dalam ilmu sains murni 
yang objek kajiannya benda mati, Lha aneh...wong kita ini manusia mau 
dikaji layaknya seperti benda mati...
 
Atau Darwin Seorang ilmuan dengan spekulasinya tentang teori evolusi 
yang kontroversial dan ditolak oleh ilmu genetika modern. adalah 
sebuah pemikiran filosofis dan terbungkus dalam nama ILMIAH dan SAINS.

Atau Pemikiran Nietzche filosof jerman yang kadang digolongkan 
sebagai karya sastra, yah emang nietzche itu seorang sastrawan kok 
dan lucunya karya sastranya menjadi inspirasi bagi NAZI untuk 
mendirikan sebuah paham kebangsaan yang RASIALIS dan mendorong 
terjadinya perang dunia yang mereka anggap sebagai perang suci.

Ya memang bicara filsafat terminologinya, epistomologi, ontologi dan 
axiologinya adalah berbicara tentang  sesuatu yang absurd, dan hanya 
melahirkan perbedaan dan bukan konsensus dan kesepakatan. 

Karena filsafat hanya sebatas slogan yang menyatukan pemikiran2 yang 
saling bertubrukan yakni cinta kebijaksanaan walau produk filsafat 
itu kadang jauh dari kebijaksanaan. TOh NAZI dan KOMUNISME itu juga 
filsafat. FIlsafat NAZI ya bijak dalam pandangan si HITLER saja, tapi 
makan korban banyak jiwa manusia. 
 
--- In [email protected], "temon_brangti" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Saya pernah baca sebuah buku , katanya filsafat itu mencari hakekat
> melalui akal, sementara filsuf adalah orang yang melakukannya. Kalau
> dari akar kata-nya (katanya lagi) itu dari  philo sophie yang 
artinya
> mencintai kebijaksanaan. Lalu kebijaksanaan seperti apa, versi siapa
 ?
> itu baru tergantung siapa yang bicara. 
> 
> 
> --- In [email protected], "rosyid_wahyudi" <rosyidadi@> 
wrote:
> >
> > 
> > sebenarnya saya sedang bingung nih. 
> > 
> > sebenarnya filsuf itu apaan sih? 
> > 
> > filsuf memiliki berbagai aliran sendiri, cara pikir sendiri dan 
bahkan
> > mendefenisikan filsafat dengan caranya sendiri. kalau demikian 
siapa
> > yang boleh mentabishkan dirinya menjadi seorang filsuf. semakin
> > dipikir semakin bingung.
> > 
> > apa darwin itu filsuf? apa sartre itu filsuf? apa levy-Strauss itu
> > filsuf? apa newton juga bisa dibilang filsuf? apa einstein itu 
filsuf?
> > confusius? pendeta veda di india?
> > 
> > apa sih yang menyamakan mereka. kalau dipikir beda banget. emang 
kalau
> > nulis novel filsafat bida dibilang filsuf. kalau gitu jostein 
gaardner
> > pengarang dunia sophie juga filsuf. 
> > 
> > jangan-jangan... 
> > seperti dalil Protagoras
> > 
> > "Itu mah tergantung manusianya mau gimana aje"
> >
>





******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke