--- In [email protected], "agussyafii" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Suara Itu Menggetarkan Jiwa
> 
> Seringkali kita mendengarkan suara, seperti suara kendaraan bermotor,
> suara kereta, juga suara kekasih yang terdengar merdu namun berbeda
> dengan suara dari jiwa yang masih suci yaitu suara anak-anak kita yang
> mampu menggetarkan jiwa. Suara tangisnya, suara tawanya bahkan
> teriakan-teriakannya seolah mampu membelah bumi. 
> 
> Begitu juga Hana, putri saya. Setiap Hana memanggil saya, "ayah.."
> suara itu menggetarkan jiwa, suaranya mampu mengiris hati. Terbayang
> Hana yang masih bayi, mulai tumbuh merangkak, berjalan sampai pernah
> jatuh dari meja karena saya lalai menjaganya dan jidatnya menjadi
> benjol. Ibunya marah-marah karena tidak tega melihat tangisnya Hana
> yang sakit. Hati saya terasa perih mendengar Hana menangis yang
kesakitan.
> 
> Keperihan hati seorang ayah adalah wujud cinta dan kasih sayang kepada
> putrinya. Ikatan batin seorang ayah dengan putrinya begitu indah,
> seindah wujud kasih sayang itu sendiri. Saya teringat satu kisah Nabi
> SAW, ketika Nabi di Thaif, sekelompok anak anak kecil dan juga orang
> dewasa berlomba menimpuki Nabi dengan batu dan kotoran unta, Fathimah
> yang masih sangat belia tampil dengan perangai seorang ibu yang cemas
> dengan putranya. 
> 
> Dibersihkan kotoran dan darah yang berada pada  pada wajah ayahnya.
> Air mata Nabi tak mampu beliau sembunyikan ketika melihat putri
> tercintanya. Seorang anak yang sepatutnya sedang asyik bermain dengan
> teman seusianya sekarang justru berada dipangkuan ayahnya, menghalangi
> siapapun yang akan melukai ayahnya.  Fathimahpun menangis, dengan
> suara bergetar penuh keharuan nabi menyeka tiap butiran air mata yang
> mengalir di pipi mungil putrinya sambil berkata, ' habibati Fathimah
> la tabki',' belahan jiwaku Fathimah janganlah engkau menangis'. 
> 
> Begitulah ucapan Nabi ketika tangan suci putrinya menyeka darah yang
> mengalir dikeningnya. Ummu Abiha, ibu dari ayahnya adalah gelar yang
> Rasulullah peruntukkan kepada putrinya. Satu satunya gelar yang belum
> pernah ada dalam sejarah kecuali untuk Fathimah Azzahra as. Duka dan
> kesedihan selalu mengiringi kehidupan keluarga nabi, akan tetapi
> Fathimah senantiasa menyembunyikan kedukaannya selama sang ayah berada
> disampingnya. Kecintaan assayyidah Fathimah begitu tinggi terhadap
> ayahnya dan begitu pula Rasul SAW kepada putrinya hingga beliau
> bersabda, "Fathimah adalah belahan jiwaku, siapapun yang mencintai
> Fathimah berarti dia mencintaiku."
> 
> ----------------------
> 
> Suara-suara indah yang mampu menggetarkan jiwa hanya mampu ditangkap
> oleh hati yang jernih, yaitu hati seorang ayah dan seorang ibu dengan
> tulus mencintai anak-anaknya sepenuh hati yang menjadikan rumah
> seindah surga.
> 
> 
> 
> 
> Salam Cinta,
> agussyafii
> 
> ==============================================
> Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda
> melalui http://agussyafii.blogspot.com atau sms 0888 176 48 72
> ==============================================
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke