Gw baru mulai belajar filsafat baru-baru ini. Dan disana gw menemukan kalau ada beberapa filsuf yang mencoba menjelaskan kejadian-kejadian mengenai sesuatu hal yang disbut metafisika. Menurut sepengamatan gw yang masih pemula, metafisika hanya dipenuhi dengan spekulasi.
Seperti dunia ide plato yang kebenarannya masih sangat spekulatif. Mungkin sedikit seperti empirisme, tapi bukankah kita ga akan pernah bisa menspekulasi sesuatu diluar pengalaman kita? Meminjam analogi Quraisy Shihab. Kalau misalnya kita menceritakan kenikmatan hubungan seksual kepada seorang yang impoten, bukankah orang impoten tersebut tetap saja tidak mempunyai bayangan yang benar2 "sejati"? Betapapun dia berusaha? Atau memang sudah sifat dasar manusia untuk selalu mencari penjelasan terhadap segala sesuatu, meskipun hal tersebut diluar kemampuannya? Mohon penjelasan dari para ahli filsafat di mailing list ini.. :) ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
